
Kemenkeu: Penyaluran Perlinsos 2025 capai Rp3,56 triliun di NTT

Kupang, NTT (ANTARA) - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penyaluran dana program Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp3,56 triliun hingga akhir 2025.
“Sampai dengan 31 Desember 2025, penyaluran dana program Perlinsos di NTT mencapai Rp3,56 triliun,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu Provinsi NTT Adi Setiawan dalam jumpa pers di Kupang, NTT, Selasa.
Ia menjelaskan realisasi tersebut tersalurkan melalui enam jenis bantuan sosial (bansos), yaitu Program Keluarga Harapan (PK), bansos yatim piatu (Yapi), bantuan pangan nontunai (BPNT), Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra), permakanan disabilitas, serta permakanan lanjut usia (lansia).
Adi mengatakan sasaran program PKH meliputi keluarga miskin dengan anggota ibu hamil atau nifas, anak usia dini (0–6 tahun), anak sekolah (SD hingga SMA), lansia berusia 70 tahun ke atas, dan penyandang disabilitas berat.
“Sepanjang 2025, realisasi dana PKH mencapai Rp1,29 triliun yang disalurkan kepada 28.743 penerima,” katanya.
Sementara itu, bansos Yapi berupa bantuan sebesar Rp200.000 per bulan tersalurkan kepada 28.743 anak penerima manfaat dengan total nilai Rp13,96 miliar.
Adapun BPNT yang bertujuan membantu keluarga penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari tersalurkan sebesar Rp1,50 triliun kepada 2.705.523 penerima.
Hingga dengan Desember 2025, BLT Kesra menjangkau 835.467 penerima dengan nilai Rp751,92 miliar. Program ini merupakan instrumen kebijakan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat miskin dan rentan, sekaligus mendukung pergerakan ekonomi nasional pada Triwulan IV 2025.
Sementara itu, program permakanan disabilitas tersalurkan sebesar Rp0,43 miliar kepada 3.510 penerima. Bantuan ini diberikan dalam bentuk makanan siap santap bergizi untuk penyandang disabilitas rentan, termasuk lansia tunggal atau penyandang disabilitas berat, yang didistribusikan setiap hari guna memastikan kecukupan nutrisi.
Program permakanan lansia menjangkau 480 penerima manfaat dengan realisasi anggaran Rp3,02 miliar. Program ini bertujuan memenuhi kebutuhan dasar nutrisi bagi lansia tunggal atau tidak mampu, sekaligus meningkatkan kesejahteraan, memperkuat ikatan sosial, dan dapat diintegrasikan dengan bantuan sosial lainnya seperti PKH.
Adi berharap penyaluran program Perlinsos pada 2026 dapat semakin tepat sasaran dan tepat waktu, sejalan dengan penguatan kualitas data penerima manfaat dan sinergi antar instansi di daerah. Ia juga mendorong agar pemanfaatan bansos dapat membawa dampak berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok miskin dan rentan di NTT.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
