Kupang, NTT (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan kuota haji untuk provinsi itu pada 2026 sebanyak 516 calon haji.
“Kuota haji yang ditetapkan untuk NTT pada 2026 berjumlah 516 orang,” kata Ketua Tim Kerja Pelayanan Haji Reguler dan Sistem Informasi Haji Kanwil Kemenhaj NTT Fuaddus Salam di Kupang, Kamis.
Ia menjelaskan kuota 516 ini sudah termasuk satu pembimbing dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) dan dua dari Petugas Haji Daerah, sehingga jamaah reguler sekitar 513 orang.
Dari jumlah tersebut, kata dia, calon jamaah yang tertua berusia 91 tahun atas nama Maemuna Salasa dari Kabupaten Manggarai Barat, sedangkan yang termuda berusia 18 tahun atas nama Alif Rezkita Ahdi dari Kota Kupang.
Fuaddus juga menyampaikan bahwa selain kuota utama, NTT memperoleh tambahan optimalisasi sebanyak 17 calon haji, sehingga kuota keberangkatan NTT menjadi 533 orang.
“Alhamdulillah, pada 13 Februari lalu NTT menerima tambahan 11 orang dari DKI Jakarta, dan pada 15 Februari mendapat lagi kuota enam orang dari Jawa Barat. Jadi, total optimalisasi kuota tambahan sebanyak 17 orang,” katanya.
Ia menerangkan kuota optimalisasi tersebut bukan kuota resmi tambahan, melainkan pengalihan sisa kuota daerah lain yang tidak terpakai dan dialihkan ke NTT melalui kebijakan pusat.
“Saat ini pelunasan untuk calon jamaah haji NTT sudah mencapai 100 persen,” tambahnya.
Ia mengatakan pada musim haji tahun ini NTT tergabung dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni kloter 80 dan kloter 81.
Adapun kloter 80 berjumlah sekitar 380 orang termasuk petugas, sedangkan kloter 81 semula sekitar 90 orang dan bertambah menjadi 107 orang setelah tambahan optimalisasi 17 orang.
“Seluruh jamaah dijadwalkan berangkat dari Kupang menuju Surabaya pada 10 Mei 2026, kemudian masuk ke Asrama Haji pada 11 Mei 2026 sebelum diberangkatkan menuju Tanah Suci pada 12 Mei 2026,” katanya.