Kupang (ANTARA) - Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan Pemerintah Provinsi NTT siap menindaklanjuti percepatan transisi ke penggunaan energi nasional berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).

“NTT siap menindaklanjuti percepatan EBT termasuk mendukung target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 Gigawatt (GW),” kata Melki Laka Lena di Kupang, NTT, Selasa (24/3).

Hal ini disampaikan saat bertemu dengan General Manager PLN unit induk wilayah (UIW) NTT F. Eko Sulistyono bersama Dekan Fakultas Sains dan Teknik Undana Prof. Philiphi de Rozari serta Kepala Dinas ESDM NTT Viktor Manek.

Ia menegaskan kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong peralihan dari energi fosil menuju energi bersih merupakan langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian dan efisiensi energi nasional.

Menurut dia, NTT memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan sehingga perlu didorong langkah-langkah konkret agar implementasi kebijakan berjalan efektif dan berkelanjutan.

Dalam pertemuan itu, para pihak membahas pemetaan potensi EBT di NTT, baik yang telah berjalan, sedang dikembangkan, maupun yang direncanakan ke depan dengan melibatkan perguruan tinggi seperti Universitas Nusa Cendana.

“Hasil pemetaan ini diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan daerah serta pengembangan sektor ketenagalistrikan berbasis EBT, sekaligus diintegrasikan dalam sistem pendidikan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PLN UIW NTT F. Eko Sulistyono menilai program kemandirian energi nasional menjadi momentum strategis untuk memperkuat sistem kelistrikan di daerah.

“PLN memandang ini sebagai peluang untuk memperkuat sistem kelistrikan dan memaksimalkan pemanfaatan energi terbarukan di NTT,” ujar dia.

Sebagai tindak lanjut, PLN akan memperkuat kolaborasi dengan Pemprov NTT, perguruan tinggi, serta para pemangku kepentingan melalui pemetaan potensi, pengkajian proyek, dan penyusunan rencana pengembangan yang terukur.

Selain itu, sejumlah lokasi akan disiapkan sebagai proyek percontohan pengembangan energi berbasis EBT yang dapat direplikasi di berbagai wilayah di NTT.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong transisi energi di NTT berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung kemandirian energi nasional.