Kupang (Antara NTT) - Juru Bicara Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur Yosafat Koli mengatakan cuaca buruk di wilayah perairan sekitar Flores Timur bisa mengganggu distribusi logistik.

"Sampai hari ini (Sabtu) cuaca di perairan belum bersahabat. Kita harapkan dalam satu dua hari ke depan ini, cuaca sudah bisa membaik, sehingga distribusi logistik ke Pulau Adonara dan Solor tidak terganggu," kata Yosafat Koli kepada Antara di Kupang, Sabtu.

Dia mengemukakan hal itu menjawab pertanyaan seputar masalah distribusi logistik di Flores Timur, terutama ke Pulau Adonara, Solor, dan Lamakera yang harus menggunakan kapal motor, sementara cuaca di wilayah itu tidak menentu.

Wilayah Flores Timur, selama hampir sepekan ini dilanda hujan deras disertai angin kencang dan gelombang tinggi.

Lebih dari 300 rumah penduduk serta bangunan milik pemerintah ambruk karena dihantam angin puting beliung.

Dia mengatakan, KPU Flores Timur juga sudah diminta untuk menyewa kapal cepat, jika memang diperlukan karena paling lambat logistik sudah harus mulai didistribusikan ke desa-desa pada Senin, (13/2).

Juru Bicara Komisi Pemilihan Umum Flores Timur Kornelis Abon yang dihubungi terpisah mengatakan, logistik sudah siap untuk didistribusikan.

"Hari ini (Sabtu) batas terakhir masa kampanye. Mulai Minggu (12/2), kita akan memasuki masa tenang dan dalam masa tenang ini, KPU akan menggunakan kesempatan untuk mendistribusikan logistik ke desa-desa," katanya.

Menurut dia, sesuai dengan jadwal, pada Senin (13/2), KPU akan memulai mendistribusikan logistik.

Karena itu, dia berharap, dalam satu atau dua hari ke depan ini, perairan laut sudah membaik, sehingga proses distribusi tidak mengalami hambatan.