Sistem zonasi justru menguntungkan siswa
Sabtu, 22 Juni 2019 11:07 WIB
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Kupang, Imanuel Buan. (ANTARA FOTO/Benny Jahang)
Kupang (ANTARA) - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang Imanuel Buan mengatakan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru tahun 2019 cukup efektif dan menguntungkan para siswa, karena sekolah berdekatan dengan kediaman para orang tua murid.
"Sistem zonasi ini menguntungkan siswa karena tidak perlu harus menempuh perjalanan jauh menuju sekolah. Para peserta didik baru cukup mendaftar di sekolah yang terdekat dengan lokasi tempat tinggal," kata Imanuel Buan di Kupang, Sabtu (22/6).
Imanuel Buan mengatakan hal itu terkait penerapan zonasi dalam penerimaan peserta didik baru TA 2019 di Kabupaten Kupang yang berbatasan dengan Oecusse, Timor Leste itu.
Dikatakannya, sistem zonasi tidak ada kendala karena banyak lembaga pendidikan milik pemerintah khususnya jenjang pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) berada tidak jauh dari lokasi pemukiman penduduk, sehingga mudah dijangkau peserta didik baru saat mengikuti pendidikan.
"Penerapan sistem zonasi di Kabupaten Kupang malah menguntungkan siswa serta orang tua siswa karena sekolah mudah dijangkau para siswa," kata Imanuel Buan.
Baca juga: Untuk memajukan pendidikan di NTT, Kemendikbud gelontorkan dana Rp3,7 triliun
Menurut dia, sistem zonasi yang telah berlangsung selama tiga tahun itu berjalan dengan sukses karena ccukup membantu masyarakat daerah ini.
Ia mengatakan, para orang tua siswa belum pernah melakukan protes sejak pemberlakukan sistem zonasi dalam penerimaan murid baru karena sistsem yang diberkakukan saat ini sangat menguntungkan siswa dan orang tua.
"Biaya transportasi para siswa juga bisa dikurangi karena menuju sekolah bisa dijangkau dengan berjalan kaki dari rumah menuju sekolah," tegas Imanuel Buan.
Baca juga: Banyak faktor penyebab mutu pendidikan di NTT rendah
Baca juga: Mendorong peningkatan kompetensi guru di Kota Kupang
"Sistem zonasi ini menguntungkan siswa karena tidak perlu harus menempuh perjalanan jauh menuju sekolah. Para peserta didik baru cukup mendaftar di sekolah yang terdekat dengan lokasi tempat tinggal," kata Imanuel Buan di Kupang, Sabtu (22/6).
Imanuel Buan mengatakan hal itu terkait penerapan zonasi dalam penerimaan peserta didik baru TA 2019 di Kabupaten Kupang yang berbatasan dengan Oecusse, Timor Leste itu.
Dikatakannya, sistem zonasi tidak ada kendala karena banyak lembaga pendidikan milik pemerintah khususnya jenjang pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) berada tidak jauh dari lokasi pemukiman penduduk, sehingga mudah dijangkau peserta didik baru saat mengikuti pendidikan.
"Penerapan sistem zonasi di Kabupaten Kupang malah menguntungkan siswa serta orang tua siswa karena sekolah mudah dijangkau para siswa," kata Imanuel Buan.
Baca juga: Untuk memajukan pendidikan di NTT, Kemendikbud gelontorkan dana Rp3,7 triliun
Menurut dia, sistem zonasi yang telah berlangsung selama tiga tahun itu berjalan dengan sukses karena ccukup membantu masyarakat daerah ini.
Ia mengatakan, para orang tua siswa belum pernah melakukan protes sejak pemberlakukan sistem zonasi dalam penerimaan murid baru karena sistsem yang diberkakukan saat ini sangat menguntungkan siswa dan orang tua.
"Biaya transportasi para siswa juga bisa dikurangi karena menuju sekolah bisa dijangkau dengan berjalan kaki dari rumah menuju sekolah," tegas Imanuel Buan.
Baca juga: Banyak faktor penyebab mutu pendidikan di NTT rendah
Baca juga: Mendorong peningkatan kompetensi guru di Kota Kupang
Pewarta : Benediktus Jahang
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ketua Komisi X DPR mengecam kekerasan anggota Brimob tewaskan siswa di Maluku
22 February 2026 18:19 WIB
Praktisi hukum mendesak polisi militer proses oknum TNI mengeroyok siswa SMA
22 February 2026 18:13 WIB
KPAI menemukan pencairan dana PIP kasus anak akhiri hidup di NTT terkendala teknis bank
11 February 2026 13:50 WIB
Kemensos mengirim tim untuk mendampingi keluarga dari kasus anak SD di NTT
04 February 2026 18:31 WIB
DPR nilai kasus siswa SD bunuh diri di NTT jadi momentum atasi kemiskinan struktural
04 February 2026 15:04 WIB
DPR menilai insiden siswa bunuh diri di NTT jadi alarm serius pemenuhan hak anak
04 February 2026 9:22 WIB