NasDem NTT berbenah hadapi Pilkada 2020
Selasa, 25 Juni 2019 13:09 WIB
Sekretaris DPW Partai NasDem NTT Alex Ofong. (ANTARA FOTO/dok pribadi)
Kupang (ANTARA) - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah meminta daerah untuk berbenah diri menghadapi pilkada serentak pada 2020.
"Pembenahan dan penguatan struktur partai ini penting dilakukan hingga ke ranting/desa, sebagai kekuatan utama pemenangan dalam pilkada," kata Sekretaris DPW Partai NasDem NTT, Alex Ofong kepada ANTARA di Kupang, Selasa (25/6).
Dia mengemukakan hal itu, menjawab pertanyaan seputar kesiapan Partai NasDem NTT dalam menghadapi pesta demokrasi lima tahunan pada tahun 2020 mendatang. Pada 2020, akan dilaksanakan pilkada serentak pada sembilan kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kesembilan kabupaten itu adalah Kabupaten Belu, Malaka, Timor Tengah Utara (TTU), Sabu Raijua, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Sumba Barat, dan Sumba Timur.
"Memang sampai saat ini, belum ada pembicaraan terfokus dan terencana melalui rakor atau raker terkait pilkada 2020, tetapi sebagai langkah antisipasi untuk pemenangan, DPW menyarankan daerah melakukan penguatan struktur partai sampai ke ranting/desa sebagai kekuatan utama pemenangan," katanya.
Wakil Ketua DPRD NTT itu menjelaskan, pilkada 2020 akan disikapi sesuai dengan aturan dan mekanisme organisasi sesuai dengan peraturan organisasi.
"Biasanya dimulai dari instruksi DPP melalui Bapilu pusat disertai dengan penyesuaian peraturan organisasi terkait pilkada," katanya.
Baca juga: Golkar NTT sudah lakukan manuver politik hadapi Pilkada 2020
Baca juga: Tahun depan, 9 kabupaten di NTT gelar pilkada serentak
Namun, NasDem niscaya berorientasi kemenangan tanpa mengabaikan upaya menghadirkan pemimpin berjiwa restorasi, demi kemajuan daerah dan manusianya.
Fungsi rekrutmen kepemimpinan yang diemban NasDem akan dioperasionalkan secara baik, sesuai peraturan organisasi, yang akan dimulai dengan pembukaan pendaftaran, baik bagi kader maupun non-kader.
Selanjutnya akan berproses sampe pada keputusan oleh DPP tentang penetapan bakal calon. "Prinsipnya rekrutmen bersifat inklusif, tanpa mengabaikan adanya kader-kader potensial NasDem," katanya.
Artinya semua proses dijiwai oleh semangat tanpa mahar. Akan ada juga survei bila dibutuhkan sesuai karakteristik sosiologis-politik dan dinamika yang terjadi di sembilan kabupaten terselenggara Pilkada 2020, kata Alex Ofong menambahkan.
Baca juga: Demokrat NTT sudah jajaki mitra koalisi hadapi Pilkada 2020
Baca juga: KPU Timor Tengah Utara butuh Rp29 miliar untuk biayai Pilkada 2020
"Pembenahan dan penguatan struktur partai ini penting dilakukan hingga ke ranting/desa, sebagai kekuatan utama pemenangan dalam pilkada," kata Sekretaris DPW Partai NasDem NTT, Alex Ofong kepada ANTARA di Kupang, Selasa (25/6).
Dia mengemukakan hal itu, menjawab pertanyaan seputar kesiapan Partai NasDem NTT dalam menghadapi pesta demokrasi lima tahunan pada tahun 2020 mendatang. Pada 2020, akan dilaksanakan pilkada serentak pada sembilan kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kesembilan kabupaten itu adalah Kabupaten Belu, Malaka, Timor Tengah Utara (TTU), Sabu Raijua, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Sumba Barat, dan Sumba Timur.
"Memang sampai saat ini, belum ada pembicaraan terfokus dan terencana melalui rakor atau raker terkait pilkada 2020, tetapi sebagai langkah antisipasi untuk pemenangan, DPW menyarankan daerah melakukan penguatan struktur partai sampai ke ranting/desa sebagai kekuatan utama pemenangan," katanya.
Wakil Ketua DPRD NTT itu menjelaskan, pilkada 2020 akan disikapi sesuai dengan aturan dan mekanisme organisasi sesuai dengan peraturan organisasi.
"Biasanya dimulai dari instruksi DPP melalui Bapilu pusat disertai dengan penyesuaian peraturan organisasi terkait pilkada," katanya.
Baca juga: Golkar NTT sudah lakukan manuver politik hadapi Pilkada 2020
Baca juga: Tahun depan, 9 kabupaten di NTT gelar pilkada serentak
Namun, NasDem niscaya berorientasi kemenangan tanpa mengabaikan upaya menghadirkan pemimpin berjiwa restorasi, demi kemajuan daerah dan manusianya.
Fungsi rekrutmen kepemimpinan yang diemban NasDem akan dioperasionalkan secara baik, sesuai peraturan organisasi, yang akan dimulai dengan pembukaan pendaftaran, baik bagi kader maupun non-kader.
Selanjutnya akan berproses sampe pada keputusan oleh DPP tentang penetapan bakal calon. "Prinsipnya rekrutmen bersifat inklusif, tanpa mengabaikan adanya kader-kader potensial NasDem," katanya.
Artinya semua proses dijiwai oleh semangat tanpa mahar. Akan ada juga survei bila dibutuhkan sesuai karakteristik sosiologis-politik dan dinamika yang terjadi di sembilan kabupaten terselenggara Pilkada 2020, kata Alex Ofong menambahkan.
Baca juga: Demokrat NTT sudah jajaki mitra koalisi hadapi Pilkada 2020
Baca juga: KPU Timor Tengah Utara butuh Rp29 miliar untuk biayai Pilkada 2020
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG: Waspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah kota di Indonesia
14 February 2026 8:33 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
Sidang kode etik Kapolres Bima Kota nonaktif AKBP Didik akan digelar Kamis depan
16 February 2026 7:42 WIB
Menteri PPPA: Penanganan kasus kekerasan seksual harus berperspektif korban
15 February 2026 11:04 WIB
KPK mendalami kaitan rangkap jabatan Mulyono dengan kasus restitusi pajak
15 February 2026 11:01 WIB
Presiden Prabowo: Kami tahu ada yang mengganggu Indonesia, kami tidak bodoh
14 February 2026 8:24 WIB
Eks Dirut PT PIS dituntut 14 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:16 WIB
Anak Riza Chalid dituntut 18 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:14 WIB