Wilayah perairan NTT dilanda gelombang setinggi 4-6 meter
Kamis, 27 Juni 2019 13:40 WIB
Gelombang setinggi 4-6 meter berpeluang terjadi di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur dalam beberapa hari ke depan.(ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA)
Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gelombang setinggi 4-6 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan laut Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa hari ke depan.
Kondisi ini dipicu oleh pola sirkulasi angin di Samudera Hindia Barat Kepulauan Mentawai dan pusat tekanan rendah 1008 hPa di Samudera Pasifik Utara Papua, kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun El Tari Kupang, Ota Welly Jenni Thalo di Kupang, Kamis (27/6).
Ia menjelaskan, pola angin di wilayah utara ekuator umumnya bertiup dari Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan 4-25 knot, sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya dari Timur–Tenggara dengan kecepatan 4-25 knot.
Kecepatan angin tertinggi, kata dia, terpantau di perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Selat Karimata, dan Laut Arafuru.
Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut, kata Ota Thalo dan menambahkan tinggi gelombang 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Flores, Selat Lamakera–Selat Boling, Selat Alor, Selat Ombai.
Tinggi gelombang 2,5-4,0 meter berpeluang terjadi di Selat Sape, Perairan Selatan Kupang–Pulau Rote, Laut Timor Selatan NTT dan Laut Sawu, sedang tinggi gelombang 4.0 - 6.0 meter berpeluang terjadi di Selat Sumba, Perairan Selatan Pulau Sumba, Samudera Hindia Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT).
. Beberapa warung semipermanen di Pantai Setrojenar Kebumen rusak akibat diterjang gelombang tinggi. (ANTARA FOTO/dok BPBD Kebumen)
Kondisi ini dipicu oleh pola sirkulasi angin di Samudera Hindia Barat Kepulauan Mentawai dan pusat tekanan rendah 1008 hPa di Samudera Pasifik Utara Papua, kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun El Tari Kupang, Ota Welly Jenni Thalo di Kupang, Kamis (27/6).
Ia menjelaskan, pola angin di wilayah utara ekuator umumnya bertiup dari Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan 4-25 knot, sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya dari Timur–Tenggara dengan kecepatan 4-25 knot.
Kecepatan angin tertinggi, kata dia, terpantau di perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Selat Karimata, dan Laut Arafuru.
Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut, kata Ota Thalo dan menambahkan tinggi gelombang 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Flores, Selat Lamakera–Selat Boling, Selat Alor, Selat Ombai.
Tinggi gelombang 2,5-4,0 meter berpeluang terjadi di Selat Sape, Perairan Selatan Kupang–Pulau Rote, Laut Timor Selatan NTT dan Laut Sawu, sedang tinggi gelombang 4.0 - 6.0 meter berpeluang terjadi di Selat Sumba, Perairan Selatan Pulau Sumba, Samudera Hindia Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT).
. Beberapa warung semipermanen di Pantai Setrojenar Kebumen rusak akibat diterjang gelombang tinggi. (ANTARA FOTO/dok BPBD Kebumen)
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG: Waspadai risiko keselamatan pelayaran akibat gelombang 4 meter di sejumlah perairan
04 May 2026 11:26 WIB
BMKG: Dua perairan di NTT berpotensi gelombang laut setinggi hingga 2,5 meter
06 April 2026 11:53 WIB
BMKG: Waspadai gelombang setinggi 2,5 meter di perairan NTT pada 20-23 Maret 2026
20 March 2026 17:47 WIB
BMKG: Waspadai gelombang setinggi 2,5 meter di perairan NTT pada 16-19 Maret 2026
16 March 2026 10:15 WIB
Gelombang kekerasan di Negara Bagian Meksiko, kartel tewaskan 24 personel garda Nasional
24 February 2026 14:45 WIB
BMKG: Waspadai gelombang tinggi 2,5 meter di laut NTT hingga 19 Februari 2026
17 February 2026 10:28 WIB