86 calon kepala daerah daftar melalui Golkar NTT
Senin, 1 Juli 2019 9:46 WIB
Ketua DPD 1 Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena (ANTARA FOTO/Aloysius Lewokeda)
Kupang (ANTARA) - Ketua DPD I Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Melkiades Laka Lena, mengemukakan sudah 86 orang yang mendaftarkan diri di partai tersebut untuk ikut bertarung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 di provinsi setempat.
"Kami sejak Februari 2019 sudah membuka pendaftaran dini bakal calon bupati dan wakil bupati, hasilnya sudah ada 86 orang yang mendaftar di DPD 2 dan DPD 1," katanya kepada ANTARA di Kupang, Senin (1/7).
Ia mengemukakan hal itu seputar kesiapan partai politik dalam mengusung calonnya untuk bertarung dalam Pilkada tahap dua pada 2020 di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Ia mengatakan, pendaftaran tersebut terbuka bagi semua orang di antaranya kader Golkar, kader partai lain, PNS, TNI-Polri yang sudah purnawirawan, pengusaha, dan lainnya.
"Ada beberapa orang yang tidak sempat mendaftar di DPD 1 dan DPD 2 karena sudah tutup sehingga mereka mendaftar di DPP pusat karena menyusul setelah pemilihan legislatif," katanya.
Baca juga: Golkar NTT sudah lakukan manuver politik hadapi Pilkada 2020
Melkiades mengatakan, pihaknya sudah mempersilahkan para bakal calon yang mendaftar untuk bersosialisasi ke masyarakat menggunakan atribut, jaringan, dan struktur partai berlambang pohon beringin itu.
Nantinya, lanjut dia, partai akan melakukan survey elektabilitas untuk menentukan nama-nama siapa saja yang diajukan sebagai calon dalam Pilkada 2020.
"Jadi semua sedang bersosialisasi di lapangan dan nanti dari hasil survey yang elektabilitasnya bagi akan diajukan sebagai calon," katanya.
Pilkada serentak tahap dua pada 2020 di NTT akan berlangsung di sembilan kabupaten di antaranya, Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat dan Ngada di Pulau Flores.
Selain itu, Sumba Timur, Sumba Barat di Pulau Sumba, Belu, Malaka dan Timor Tengah Utara (TTU) di Pulau Timor serta Sabu Raijua di Pulau Sabu.
Baca juga: Golkar NTT targetkan raih 18 kursi DPRD provinsi
Baca juga: Golkar NTT minta kadernya tak emosional
"Kami sejak Februari 2019 sudah membuka pendaftaran dini bakal calon bupati dan wakil bupati, hasilnya sudah ada 86 orang yang mendaftar di DPD 2 dan DPD 1," katanya kepada ANTARA di Kupang, Senin (1/7).
Ia mengemukakan hal itu seputar kesiapan partai politik dalam mengusung calonnya untuk bertarung dalam Pilkada tahap dua pada 2020 di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Ia mengatakan, pendaftaran tersebut terbuka bagi semua orang di antaranya kader Golkar, kader partai lain, PNS, TNI-Polri yang sudah purnawirawan, pengusaha, dan lainnya.
"Ada beberapa orang yang tidak sempat mendaftar di DPD 1 dan DPD 2 karena sudah tutup sehingga mereka mendaftar di DPP pusat karena menyusul setelah pemilihan legislatif," katanya.
Baca juga: Golkar NTT sudah lakukan manuver politik hadapi Pilkada 2020
Melkiades mengatakan, pihaknya sudah mempersilahkan para bakal calon yang mendaftar untuk bersosialisasi ke masyarakat menggunakan atribut, jaringan, dan struktur partai berlambang pohon beringin itu.
Nantinya, lanjut dia, partai akan melakukan survey elektabilitas untuk menentukan nama-nama siapa saja yang diajukan sebagai calon dalam Pilkada 2020.
"Jadi semua sedang bersosialisasi di lapangan dan nanti dari hasil survey yang elektabilitasnya bagi akan diajukan sebagai calon," katanya.
Pilkada serentak tahap dua pada 2020 di NTT akan berlangsung di sembilan kabupaten di antaranya, Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat dan Ngada di Pulau Flores.
Selain itu, Sumba Timur, Sumba Barat di Pulau Sumba, Belu, Malaka dan Timor Tengah Utara (TTU) di Pulau Timor serta Sabu Raijua di Pulau Sabu.
Baca juga: Golkar NTT targetkan raih 18 kursi DPRD provinsi
Baca juga: Golkar NTT minta kadernya tak emosional
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
Menteri PPPA: Penanganan kasus kekerasan seksual harus berperspektif korban
15 February 2026 11:04 WIB
KPK mendalami kaitan rangkap jabatan Mulyono dengan kasus restitusi pajak
15 February 2026 11:01 WIB
Presiden Prabowo: Kami tahu ada yang mengganggu Indonesia, kami tidak bodoh
14 February 2026 8:24 WIB
Eks Dirut PT PIS dituntut 14 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:16 WIB
Anak Riza Chalid dituntut 18 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:14 WIB
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB