Gubernur Minta BWAS Usulkan Pembangunan Bendungan
Rabu, 22 Februari 2017 16:21 WIB
Gubernur NTT Frans Lebu Raya
Kupang (Antara NTT) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya meminta Balai Wilayah Air dan Sungai (BWAS) segera mengusulkan pembangunan bendungan di provinsi berbasis kepulauan itu.
"Saya baru saja memanggil Kepala Balai Wilayah Air dan Sungai dan meminta agar segera mengusulkan tambahan pembangunan bendungan di daerah ini," kata Lebu Raya kepada Antara di Kupang, Rabu.
Menurut Lebu Raya permintaan kepada Kepala Balai BWAS NTT itu setelah rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo dengan sejumlah menteri kabinet di Jakarta pekan lalu, membahas proyek strategis nasional.
Dalam rapat terbatas itu, kata Gubernur Lebu Raya Presiden Jokowi meminta agar fokus mengembangkan tiga aspek pembangunan strategis guna dorong pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satunya adalah pembangunan infrastruktur sumber daya air.
Dia mengatakan selain jalan dan jembatan, embung, bendungan, dan sarana penampung air penting dibangun karena merupakan subsistem pengembangan sektor pertanian.
"Keinginan Presiden Joko Widodo itu didasari pada fakta bahwa produktivitas masih menjadi tolak ukur kemajuan sebuah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan, menurunkan tingkat ketimpangan keadilan sosial dan membuka lebih banyak lapangan kerja," katanya.
Artinya, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan suatu keharusan yang tidak boleh ditunda-tunda lagi karena bendungan dan infrakstruktur lainnya, dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat seperti air bersih, pengairan lahan pertanian dan perkebunan hingga pembangkit lisrik, katanya.
Dalam hubungan dengan masalah lahan, Gubernur mengatakan telah meminta pihak balai wilayah sungai untuk proaktif melakukan pendekatan dengan masyarakat, untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya ketersediaan sumber air bagi suatu daerah.
"Tentunya juga berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk bersama-sama melakukan sosialisasi kepada masyarakat," katanya.
Dia berharap sebelum 2019, rencana pembangunan tujuh bendungan di NTT sudah bisa teralisasi seluruhnya.
"Saya baru saja memanggil Kepala Balai Wilayah Air dan Sungai dan meminta agar segera mengusulkan tambahan pembangunan bendungan di daerah ini," kata Lebu Raya kepada Antara di Kupang, Rabu.
Menurut Lebu Raya permintaan kepada Kepala Balai BWAS NTT itu setelah rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo dengan sejumlah menteri kabinet di Jakarta pekan lalu, membahas proyek strategis nasional.
Dalam rapat terbatas itu, kata Gubernur Lebu Raya Presiden Jokowi meminta agar fokus mengembangkan tiga aspek pembangunan strategis guna dorong pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satunya adalah pembangunan infrastruktur sumber daya air.
Dia mengatakan selain jalan dan jembatan, embung, bendungan, dan sarana penampung air penting dibangun karena merupakan subsistem pengembangan sektor pertanian.
"Keinginan Presiden Joko Widodo itu didasari pada fakta bahwa produktivitas masih menjadi tolak ukur kemajuan sebuah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan, menurunkan tingkat ketimpangan keadilan sosial dan membuka lebih banyak lapangan kerja," katanya.
Artinya, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan suatu keharusan yang tidak boleh ditunda-tunda lagi karena bendungan dan infrakstruktur lainnya, dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat seperti air bersih, pengairan lahan pertanian dan perkebunan hingga pembangkit lisrik, katanya.
Dalam hubungan dengan masalah lahan, Gubernur mengatakan telah meminta pihak balai wilayah sungai untuk proaktif melakukan pendekatan dengan masyarakat, untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya ketersediaan sumber air bagi suatu daerah.
"Tentunya juga berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk bersama-sama melakukan sosialisasi kepada masyarakat," katanya.
Dia berharap sebelum 2019, rencana pembangunan tujuh bendungan di NTT sudah bisa teralisasi seluruhnya.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menteri PU menekankan optimalisasi fungsi irigasi secara berkelanjutan
19 September 2025 21:27 WIB, 2025
TNI-Polri di Mabar memperbaiki saluran bendungan yang rusak akibat banjir
10 May 2025 23:09 WIB, 2025
Gubernur NTT berharap Bendungan Temef dioptimalisasi dukung swasembada pangan
30 March 2025 21:02 WIB, 2025
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Pemprov NTT dan DPR RI perkuat koordinasi perlindungan PMI nonprosedural
24 September 2026 17:28 WIB
Kemnaker: Hampir 50 persen lulusan program Magang Nasional 2025 telah bekerja di perusahaan
23 September 2026 14:28 WIB
Kemendes mengusulkan pendirian dapur komunal dukung MBG di daerah tertinggal
23 September 2026 13:29 WIB
ANTARA menggelar ABF 2026 bahas arah ekonomi Indonesia satu dekade ke depan
23 September 2026 12:34 WIB
Menaker: Sebanyak 40.962 peserta lolos seleksi Magang Nasional 2026 Batch 2
23 September 2026 12:17 WIB