Warga Lembata kesulitan air bersih akibat kekeringan
Jumat, 30 Agustus 2019 16:15 WIB
Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai (Foto istimewa)
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengerahkan enam mobil tangki untuk pasokan air bersih bagi warga di daerah setempat yang sedang dilanda dampak kekeringan.
"Ada sekitar enam armada mobil tangki yang kami kerahkan rutin untuk pasokan air bersih warga yang saat ini kesulitan air akibat kekeringan," kata Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langodai, ketika dihubungi ANTARA dari Kupang, Jumat (30/8).
Ia menjelaskan, desa-desa yang mendapat pasokan air bersih seperti di wilayah Wairang, Buyasuri, Ile Ape dan sekitarnya.
"Kekeringan di wilayah-wilayah itu membuat sumber air bersih berkurang drastis, selain itu juga berdampak ke lahan pertanian," katanya.
Ia mengatakan, selain itu penyaluran air bersih juga diprioritaskan pada fasilitas umum yang vital seperti rumah sakit, Puskesmas, maupun perkantoran.
Baca juga: 100 persen zom NTT alami periode kemarau
Ia mengimbau pengusaha swasta yang memiliki mobil tangki untuk membantu pasokan air bersih untuk warga.
"Kami juga ada mitra forum pengurangan resiko bencana yang kita minta untuk berpartisipasi mengedukasi warga agar tidak memperparah bencana kekeringan ini seperti membakar lahan dan sebagainya," katanya.
Thomas mengimbau warga setempat agar memanfaatkan air untuk kebutuhan yang menjadi prioritas dalam kondisi bencana kekeringan yang sedang melanda daerah setempat.
"Kita berharap masyarakat juga memahami kondisi kekeringan ini sehingga lebih hemat dalam pemakaian air yang diutamakan untuk kebutuhan prioritas saja," katanya.
Baca juga: Sumba Timur usul Rp982 juta untuk antisipasi kekeringan
Baca juga: 22.082 warga Flores Timur merasakan dampak kekeringan
"Ada sekitar enam armada mobil tangki yang kami kerahkan rutin untuk pasokan air bersih warga yang saat ini kesulitan air akibat kekeringan," kata Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langodai, ketika dihubungi ANTARA dari Kupang, Jumat (30/8).
Ia menjelaskan, desa-desa yang mendapat pasokan air bersih seperti di wilayah Wairang, Buyasuri, Ile Ape dan sekitarnya.
"Kekeringan di wilayah-wilayah itu membuat sumber air bersih berkurang drastis, selain itu juga berdampak ke lahan pertanian," katanya.
Ia mengatakan, selain itu penyaluran air bersih juga diprioritaskan pada fasilitas umum yang vital seperti rumah sakit, Puskesmas, maupun perkantoran.
Baca juga: 100 persen zom NTT alami periode kemarau
Ia mengimbau pengusaha swasta yang memiliki mobil tangki untuk membantu pasokan air bersih untuk warga.
"Kami juga ada mitra forum pengurangan resiko bencana yang kita minta untuk berpartisipasi mengedukasi warga agar tidak memperparah bencana kekeringan ini seperti membakar lahan dan sebagainya," katanya.
Thomas mengimbau warga setempat agar memanfaatkan air untuk kebutuhan yang menjadi prioritas dalam kondisi bencana kekeringan yang sedang melanda daerah setempat.
"Kita berharap masyarakat juga memahami kondisi kekeringan ini sehingga lebih hemat dalam pemakaian air yang diutamakan untuk kebutuhan prioritas saja," katanya.
Baca juga: Sumba Timur usul Rp982 juta untuk antisipasi kekeringan
Baca juga: 22.082 warga Flores Timur merasakan dampak kekeringan
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab bersama TNI/Polri bergerak cepat tangani 70 siswa diduga keracunan menu MBG
29 January 2026 13:38 WIB
KPK: Bupati Sudewo diduga memanfaatkan kekosongan 601 jabatan perangkat desa
21 January 2026 6:02 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menko Pangan: Penerima MBG menjangkau 60 juta orang, SPPG capai 22.091 unit
29 January 2026 13:36 WIB
378 pendaftar lolos seleksi administrasi calon anggota KIP periode 2026--2030
27 January 2026 8:35 WIB