BPS NTT mulai sosialisasi kegiatan SP-2020
Selasa, 24 September 2019 21:19 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur Maritje Pattiwaellapea memberikan sambutan dalam kegiatan Expose Data bertema "Pariwisata dan Perannya dalam Perekonomian Nusa Tenggara Timur" di Kupang, Selasa (24/9/2019). (ANTARA FOTO/Aloysius Lewokeda)
Kupang (ANTARA) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Maritje Pattiwaellapea mengemukakan pihaknya mulai gencar melakukan sosialisasi tentang sensus penduduk yang akan digelar secara nasional pada 2020 mendatang.
"Kami sudah mulai bergerak untuk gencar sosialisasi sensus penduduk di NTT karena di Januari 2020 nanti sudah mulai sensus lewat aplikasi daring (online)," katanya dalam kegiatan Expose Data bertema Pariwisata dan Perannya dalam Perekonomian Nusa Tenggara Timur di Kupang, Selasa(24/9).
Ia mengatakan, sensus penduduk 2020 akan dilakukan dengan metode baru yakni combine method dengan menggunakan data registrasi administrasi kependudukan.
Menurut dia metode ini berbeda dengan cara turun langsung ke lapangan seperti sebelumnya karena saat ini sudah ada database kependudukan dari pemerintah.
Baca juga: Perekonomian NTT triwulan II-2019 tumbuh 6,36 persen
"Dari database ini nantinya akan kami olah lagi hingga satuan terkecil, kami akan memeriksa lagi alamat tinggal penduduk, statusnya, dan lainnya secara detil," katanya.
Menurut dia, metode ini membuka kemungkinan ke depan tidak perlu lagi dilakukan sensus karena sudah ada database dan setiap warga bisa memperbaharui status kependudukannya.
Maritje mengatakan, sensus penduduk menggunakan aplikasi dalam jaringan (daring) puncaknya terjadi pada Januari 2020. Selanjutnya, pada Februari-Maret pihaknya akan melihat seberapa banyak masyarakat yang memperbaharui data kependudukannya.
"Kalau misalnya di NTT cuma 5 persen yang memperbaharui datanya berarti masih ada 95 persen yang harus kita turun data langsung di lapangan," katanya.
Baca juga: Pertumbuhan sektor pertanian di NTT capai dua digit
Pihaknya menargetkan jumlah penduduk yang akan melakukan sensus secara daring di provinsi berbasiskan kepulauan itu sebesar 22 persen, sedang target nasional 20 persen.
"Untuk daerah perkotaan dan sekitarnya yang memiliki akses internet bagus akan lebih mudah tinggal bagaimana membangun kesadaran setiap warga itu yang harus ditingkatkan," katanya.
Ia menambahkan pihaknya secara gencar terus melakukan sosialisasi hingga puncaknya menjelang sensus pada Juli 2020.
"Nanti kami ada apel siaga dengan Gubernur NTT menjelang sensus tetapi berprosesnya mulai Januari seperti mengupdate data, pemeriksaan lapangan, dan lainnya bahkan nanti hingga Desember 2019 baru selesai," katanya.
Baca juga: Kenaikan tarif pendidikan memicu terjadinya inflasi di NTT
Baca juga: Disparitas kemiskinan kota-desa di NTT mencapai 16,07 persen
"Kami sudah mulai bergerak untuk gencar sosialisasi sensus penduduk di NTT karena di Januari 2020 nanti sudah mulai sensus lewat aplikasi daring (online)," katanya dalam kegiatan Expose Data bertema Pariwisata dan Perannya dalam Perekonomian Nusa Tenggara Timur di Kupang, Selasa(24/9).
Ia mengatakan, sensus penduduk 2020 akan dilakukan dengan metode baru yakni combine method dengan menggunakan data registrasi administrasi kependudukan.
Menurut dia metode ini berbeda dengan cara turun langsung ke lapangan seperti sebelumnya karena saat ini sudah ada database kependudukan dari pemerintah.
Baca juga: Perekonomian NTT triwulan II-2019 tumbuh 6,36 persen
"Dari database ini nantinya akan kami olah lagi hingga satuan terkecil, kami akan memeriksa lagi alamat tinggal penduduk, statusnya, dan lainnya secara detil," katanya.
Menurut dia, metode ini membuka kemungkinan ke depan tidak perlu lagi dilakukan sensus karena sudah ada database dan setiap warga bisa memperbaharui status kependudukannya.
Maritje mengatakan, sensus penduduk menggunakan aplikasi dalam jaringan (daring) puncaknya terjadi pada Januari 2020. Selanjutnya, pada Februari-Maret pihaknya akan melihat seberapa banyak masyarakat yang memperbaharui data kependudukannya.
"Kalau misalnya di NTT cuma 5 persen yang memperbaharui datanya berarti masih ada 95 persen yang harus kita turun data langsung di lapangan," katanya.
Baca juga: Pertumbuhan sektor pertanian di NTT capai dua digit
Pihaknya menargetkan jumlah penduduk yang akan melakukan sensus secara daring di provinsi berbasiskan kepulauan itu sebesar 22 persen, sedang target nasional 20 persen.
"Untuk daerah perkotaan dan sekitarnya yang memiliki akses internet bagus akan lebih mudah tinggal bagaimana membangun kesadaran setiap warga itu yang harus ditingkatkan," katanya.
Ia menambahkan pihaknya secara gencar terus melakukan sosialisasi hingga puncaknya menjelang sensus pada Juli 2020.
"Nanti kami ada apel siaga dengan Gubernur NTT menjelang sensus tetapi berprosesnya mulai Januari seperti mengupdate data, pemeriksaan lapangan, dan lainnya bahkan nanti hingga Desember 2019 baru selesai," katanya.
Baca juga: Kenaikan tarif pendidikan memicu terjadinya inflasi di NTT
Baca juga: Disparitas kemiskinan kota-desa di NTT mencapai 16,07 persen
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB
KPAI menemukan pencairan dana PIP kasus anak akhiri hidup di NTT terkendala teknis bank
11 February 2026 13:50 WIB