Puting beliung rontokan lima rumah warga di Pulau Semau
Selasa, 10 Desember 2019 21:45 WIB
Rumah warga Desa Uiboa, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang, NTT rontok diterjang angin puting beliung, Selasa (10/12/2019). (ANTARA/HO-istimewa)
Kupang (ANTARA) - Lima unit rumah penduduk di Desa Uiboa, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur rontok diterjang angin puting beliung yang melanda daerah itu, Selasa (10/12) sore sekitar pukul 16.00 WITA.
Kepala Desa Uiboa, Yos Pan Bela yang dikonfirmasi ANTARA dari Kupang, membenarkan adanya bencana alam angin puting beliung yang merusak lima unit rumah penduduk di Pulau Semau itu.
"Data sementara ada lima unit rumah penduduk yang rusak total akibat diterjang angin puting beliung," kata Yos.
Ia mengatakan, bencana alam angin puting beliung terjadi saat hujan lebat menguyur daerah itu. "Peristiwa itu terjadi begitu cepat saat Desa Uiboa diguyur hujan lebat disertai angin puting beliung," kata Yos Pan Bela.
Baca juga: Warga Kota Kupang diminta waspada terhadap bahaya puting beliung
Menurut dia, semua atap bangunan rumah rusak dan rontok semuanya, karena diterbangkan angin puting beliung.
Dikatakannya, semua perangkat Desa Uitau masih berada di lapangan untuk melakukan pendataan terhadap kerusakan yang terjadi akibat angin puting beliung.
Sementara itu Ketua RT 11/RW V, Desa Uiboa, Mikael Tihu mengatakan, semua korban bencana alam angin puting beliung yang rumahnya rusak akibat puting beliung memilih bertahan di bawah pohon.
"Warga yang menjadi korban bencana masih bertahan di bawah pohon, karena rumah yang mereka tempati semuanya hancur total," kata Mikael Tihu.
Baca juga: NTT masih berpotensi dilanda angin puting beliung
Baca juga: Puting beliung dipicu fenomena skala lokal meteorologi
Kepala Desa Uiboa, Yos Pan Bela yang dikonfirmasi ANTARA dari Kupang, membenarkan adanya bencana alam angin puting beliung yang merusak lima unit rumah penduduk di Pulau Semau itu.
"Data sementara ada lima unit rumah penduduk yang rusak total akibat diterjang angin puting beliung," kata Yos.
Ia mengatakan, bencana alam angin puting beliung terjadi saat hujan lebat menguyur daerah itu. "Peristiwa itu terjadi begitu cepat saat Desa Uiboa diguyur hujan lebat disertai angin puting beliung," kata Yos Pan Bela.
Baca juga: Warga Kota Kupang diminta waspada terhadap bahaya puting beliung
Menurut dia, semua atap bangunan rumah rusak dan rontok semuanya, karena diterbangkan angin puting beliung.
Dikatakannya, semua perangkat Desa Uitau masih berada di lapangan untuk melakukan pendataan terhadap kerusakan yang terjadi akibat angin puting beliung.
Sementara itu Ketua RT 11/RW V, Desa Uiboa, Mikael Tihu mengatakan, semua korban bencana alam angin puting beliung yang rumahnya rusak akibat puting beliung memilih bertahan di bawah pohon.
"Warga yang menjadi korban bencana masih bertahan di bawah pohon, karena rumah yang mereka tempati semuanya hancur total," kata Mikael Tihu.
Baca juga: NTT masih berpotensi dilanda angin puting beliung
Baca juga: Puting beliung dipicu fenomena skala lokal meteorologi
Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPBD Manggarai identifikasi puluhan rumah rusak akibat angin puting beliung
10 January 2024 15:02 WIB, 2024
BMKG: Kelembaban udara dan labilitas picu puting beliung di Pulau Sumba
29 April 2023 16:00 WIB, 2023
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB
KPAI menemukan pencairan dana PIP kasus anak akhiri hidup di NTT terkendala teknis bank
11 February 2026 13:50 WIB