Pemerintah diminta siapkan lahan untuk bangun dermaga SAR
Rabu, 15 Januari 2020 13:20 WIB
Ketua Komisi V DPRD NTT dari F-PDI Perjuangan Yunus Takandewa. (ANTARA/Bernadus Tokan)
Kupang (ANTARA) - Ketua Komisi V DPRD Nusa Tenggara Timur Yunus Takandewa meminta pemerintah untuk menyiapkan lahan guna dimanfaatkan untuk pembangunan dermaga bagi kapal-kapal milik Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kupang.
"Kami akan meminta pemerintah untuk memberikan atau membebaskan lahan. Pemerintah hanya memberikan lahan, sedangkan pembangunannya sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kantor Basarnas Kupang melalui dana APBN," kata Yunus Takandewa di Kupang, Rabu (15/1).
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan respon DPRD NTT terhadap permintaan lahan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kupang untuk membangun dermaga bagi kapal-kapal SAR yang akan berlabuh dan sandar.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kupang Emi Frizer meminta DPRD NTT dapat memfasilitasi kebutuhan operasional Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kupang seperti lahan dermaga atau tempat sandar bagi kapal-kapal SAR.
Baca juga: Basarnas diharapkan bisa memberi rasa nyaman bagi warga
Baca juga: Basarnas siagakan 50 personil antisipasi bencana alam
Permintaan ini disampaikan Emi saat menerima kunjungan kerja Komisi V DPRD Provinsi NTT di Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kupang, Rabu (15/1).
Kunjungan kerja anggota Komisi V DPRD NTT yang dipimpin Ketua Komisi Yunus Takandewa itu, dilaksanakan dalam rangka kesiapsiagaan Basarnas Kupang menghadapi cuaca ekstrim di Provinsi NTT.
Dalam kunjungan tersebut juga dihadiri Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi.
"Basarnas Kupang mendapatkan satu kapal berkapasitas memadai, untuk membantu penyelamatan korban bencana di wilayah perairan NTT, namun saat ini masih terkendala lahan untuk pembangunan dermaga Basarnas," kata Emi.
Yunus Takandewa mengatakan, akan meneruskan permintaan tersebut kepada pemerintah. "Kami akan meminta pemerintah untuk segera memberikan atau membebaskan lahan untuk kepentingan pembangunan dermaga Basarnas," kata politisi dari F-PDI Perjuangan itu.
Baca juga: Lima wisatawan asal Solo berhasil diselamatkan SAR di Labuan Bajo
Baca juga: 3 korban kecelakaan kapal berhasil diselamatkan SAR di perairan Pulau Kera
"Kami akan meminta pemerintah untuk memberikan atau membebaskan lahan. Pemerintah hanya memberikan lahan, sedangkan pembangunannya sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kantor Basarnas Kupang melalui dana APBN," kata Yunus Takandewa di Kupang, Rabu (15/1).
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan respon DPRD NTT terhadap permintaan lahan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kupang untuk membangun dermaga bagi kapal-kapal SAR yang akan berlabuh dan sandar.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kupang Emi Frizer meminta DPRD NTT dapat memfasilitasi kebutuhan operasional Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kupang seperti lahan dermaga atau tempat sandar bagi kapal-kapal SAR.
Baca juga: Basarnas diharapkan bisa memberi rasa nyaman bagi warga
Baca juga: Basarnas siagakan 50 personil antisipasi bencana alam
Permintaan ini disampaikan Emi saat menerima kunjungan kerja Komisi V DPRD Provinsi NTT di Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kupang, Rabu (15/1).
Kunjungan kerja anggota Komisi V DPRD NTT yang dipimpin Ketua Komisi Yunus Takandewa itu, dilaksanakan dalam rangka kesiapsiagaan Basarnas Kupang menghadapi cuaca ekstrim di Provinsi NTT.
Dalam kunjungan tersebut juga dihadiri Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi.
"Basarnas Kupang mendapatkan satu kapal berkapasitas memadai, untuk membantu penyelamatan korban bencana di wilayah perairan NTT, namun saat ini masih terkendala lahan untuk pembangunan dermaga Basarnas," kata Emi.
Yunus Takandewa mengatakan, akan meneruskan permintaan tersebut kepada pemerintah. "Kami akan meminta pemerintah untuk segera memberikan atau membebaskan lahan untuk kepentingan pembangunan dermaga Basarnas," kata politisi dari F-PDI Perjuangan itu.
Baca juga: Lima wisatawan asal Solo berhasil diselamatkan SAR di Labuan Bajo
Baca juga: 3 korban kecelakaan kapal berhasil diselamatkan SAR di perairan Pulau Kera
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Basarnas: 6 korban kecelakaan pesawat ATR dalam proses evakuasi SAR gabungan
22 January 2026 16:20 WIB
Sembilan unit SAR menyisir bukit curam Bulusaraung guna mencari korban ATR
20 January 2026 11:51 WIB
Tim SAR tutup operasi pencarian satu WNA Spanyol yang hilang tenggelam di Labuan Bajo
10 January 2026 5:43 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Sebanyak 391 calon haji Indonesia kloter pertama diberangkatkan ke Tanah Suci
22 April 2026 6:59 WIB