Kupang (ANTARA) - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Isyak Nuka, mengatakan kehadiran investasi sangat dibutuhkan untuk pembangunan pelabuhan di Kabupaten Sabu Raijua guna menunjang kelancaran akses transportasi laut di daerah itu.

“Pemerintah daerah sangat membutuhkan investasi pembangunan pelabuhan di Sabu Raijua karena kondisi yang sekarang tidak dapat disinggahi kapal-kapal besar,” katanya di Kupang, Senin.

Dia mengatakan, kondisi kapasitas pelabuhan di kabupaten yang berada di wilayah bagian selatan NTT itu selama ini belum memadai karena hanya bisa disinggahi kapal feri.

Baca juga: Dishub proses penyerahan sertifkat lahan bandara baru Sabu Raijua
Baca juga: 15 penerbangan sepekan buka keterisolasian Sabu Raijua

Persoalannya, lanjut dia, ketika terjadi cuaca buruk di wilayah perairan maka kapal-akapal feri sulit beroperasi sehingga membuat wilayah setempat terisolasi dari sisi askes transportasi laut.

“Karena itu memang butuh pelabuhan lebih besar sehingga bisa disinggahi kapal-kapal Pelni yang masih bisa beroperasi dalam kondisi cuaca buruk,” katanya.

“Kalau hanya dengan kapal feri maka gelombang 2-3 meter saja sudah sulit beroperasi, sementara kalau ada pelabuhan yang memadai untuk kapal Pelni maka masyarakat akan sangat terbantu,” katanya.

Isyak mengatakan, pihaknya bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Sabu Raijua terus bekerja sama mendorong investor untuk mau berinvestasi di bidang perhubungan terutama laut maupun udara.

Dia menjelaskan, dari sisi transportasi udara sudah menunjukkan kemajuan dengan adanya penambahan maskapai Dimonim Air yang resmi beroperasi beberapa waktu lalu melayani wilayah setempat.

“Mudah-mudahan dengan investasi layanan penerbangan ini ke depan bisa merangsang investor yang bergerak di bidang perhubungan laut dengan membangun pelabuhan di sana,” katanya.

Isyak memastikan dalam berbagai kesempatan, pihaknya akan terus menawarkan peluang investasi bidang perhubungan kepada para investor dengan berbagai kemudahan yang dijamin pemerintah daerah.


Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2024