Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo memerintahkan kementerian terkait dan pemerintah daerah memperkuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di tingkat rukun tetangga dan rukun warga (RT/RW) guna menekan penularan virus corona tipe baru.

"Memang kesimpulannya yang paling efektif dalam pengendalian penyebaran COVID-19 ini adalah unit masyarakat yang paling bawah," kata Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, (18/5) saat membuka rapat terbatas melalui telekonferensi mengenai percepatan penanganan pandemi COVID-19.

Baca juga: Presiden Jokowi soroti provinsi-provinsi yang belum terapkan PSBB

Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang disampaikan para gubernur ke Presiden, penguatan gugus tugas di lingkungan terkecil dalam masyarakat penting dalam penanggulangan COVID-19.

"Seluruh kepala daerah memperkuat gugus tugas di tingkat RT, RW, atau desa, atau misalnya di Bali ada desa adat, ini penting sekali," kata Presiden.

Pelibatan desa adat dalam upaya penanggulangan COVID-19 di Bali dinilai memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya pemerintah daerah untuk menekan penularan COVID-19 tanpa menerapkan pembatasan sosial berskala besar.

Baca juga: Presiden Jokowi ingatkan pemda hati-hati melonggarkan PSBB

Bali tercatat sebagai provinsi dengan tingkat kesembuhan pasien COVID-19 tinggi dan pertambahan kasus rendah.

Menurut Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, hingga Minggu (17/5) sebanyak 250 dari 348 pasien COVID-19 di Pulau Dewata telah dinyatakan sembuh.

Jika dibandingkan dengan daerah lain, tingkat pertambahan kasus COVID-19 di Bali juga termasuk rendah. Pada Minggu (17/5), jumlah pasien COVID-19 di Bali hanya bertambah dua.

Baca juga: Presiden: Mari hadapi cobaan COVID-19 dengan tenang dan sabar

Di Indonesia, hingga Minggu (17/5) jumlah kumulatif pasien COVID-19 sebanyak 17.514 orang dengan perincian 4.129 pasien telah sembuh dan 1.148 pasien meninggal dunia.

 


Pewarta : Indra Arief Pribadi
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024