Mantan Gubernur NTT sebut almarhum EP da Gomez pejuang kokoh
Senin, 18 Mei 2020 18:44 WIB
Mantan gubernur NTT Frans Lebu Raya saat bertemu dengan Paus Fransiskus di Roma, Italia beberapa waktu lalu. (Antara/Ho)
Kupang (ANTARA) - Mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya mengatakan, almarhum EP da Gomez adalah seorang tokoh pejuang yang kokoh, konsisten dan sederhana.
"Saya secara pribadi dan keluarga turut berdukacita atas meninggalnya bapak EP da Gomez dan mendoakan arwahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Kami kehilangan seorang tokoh pejuang yang kokoh, konsisten dan sederhana sampai meninggalnya," kata Lebu Raya, Senin, terkait wafatnya EP da Gomez di Maumere, Flores pada Senin, (18/5).
Dia mengaku, mengenal Om EG, sapaan untuk EP da Gomez sebagai politisi yang berwibawa, yang konsisten berjuang untuk kepentingan rakyat sejak jaman dulu.
Baca juga: NTT kehilangan tokoh lintas zaman
Baca juga: PDIP NTT prihatin mahalnya biaya rapid test mandiri
Almarhum memulai perjuangan politiknya dengan bergabung dengan partai Katolik, kemudian fusi ke Partai Demokrasi Indonesia dan lanjut berjuang melalui PDI Perjuangan," katanya.
"Saya memandangnya sebagai seorang guru yang memberikan semangat, dan motivasi agar orang harus berjuang dengan ideologi dan prinsip yang tegas," katanya.
Almarhum selalu menunjukkan juga dalam seluruh derap perjuangannya, dan selalu mengingatkan yunior agar berjuang dengan jujur dan konsisten.
"Saya sangat menghargai beliau sebagai tokoh dan kader yang juga mau mendengar "orang"," katanya.
Lebu Raya mengaku almarhum juga yang mendorongnya untuk memimpin PDI Perjuangan, ketika partai ini dilanda konflik dan jadi pecah.
"Saya menjalani kepemimpinan saya di partai dengan prinsip dan ideologi yang sama. Saya mengucapkan terimakasih atas jasa-jasa beliau untuk partai ini dan untuk seluruh perjuangannya," katanya.
"Saya juga ingat di saat terakhir beliau menulis buku. Banyak kisah tentang perjuangan yang dilukiskan dengan apik. Saya mengucapkan selamat jalan. "Kami melanjutkan perjuanganmu Om EG," tulis Lebu Raya dalam pesan WhatsApp.
Pada usianya ke-79 tahun, EP da Gomez meluncurkan buku ke-29 berjudul "Memaknai Nilai Ketokohan dan Kepemimpinan," yang mengupas cerita sekilas tentang Frans Seda, VB da Costa, Ben Mang Reng Say, P.S. da Cunha, dan Laurentius Say. Buku pertamanya berjudul, PDI, Pemilu dan DPRD Kabupaten Sikka.
"Saya secara pribadi dan keluarga turut berdukacita atas meninggalnya bapak EP da Gomez dan mendoakan arwahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Kami kehilangan seorang tokoh pejuang yang kokoh, konsisten dan sederhana sampai meninggalnya," kata Lebu Raya, Senin, terkait wafatnya EP da Gomez di Maumere, Flores pada Senin, (18/5).
Dia mengaku, mengenal Om EG, sapaan untuk EP da Gomez sebagai politisi yang berwibawa, yang konsisten berjuang untuk kepentingan rakyat sejak jaman dulu.
Baca juga: NTT kehilangan tokoh lintas zaman
Baca juga: PDIP NTT prihatin mahalnya biaya rapid test mandiri
Almarhum memulai perjuangan politiknya dengan bergabung dengan partai Katolik, kemudian fusi ke Partai Demokrasi Indonesia dan lanjut berjuang melalui PDI Perjuangan," katanya.
"Saya memandangnya sebagai seorang guru yang memberikan semangat, dan motivasi agar orang harus berjuang dengan ideologi dan prinsip yang tegas," katanya.
Almarhum selalu menunjukkan juga dalam seluruh derap perjuangannya, dan selalu mengingatkan yunior agar berjuang dengan jujur dan konsisten.
"Saya sangat menghargai beliau sebagai tokoh dan kader yang juga mau mendengar "orang"," katanya.
Lebu Raya mengaku almarhum juga yang mendorongnya untuk memimpin PDI Perjuangan, ketika partai ini dilanda konflik dan jadi pecah.
"Saya menjalani kepemimpinan saya di partai dengan prinsip dan ideologi yang sama. Saya mengucapkan terimakasih atas jasa-jasa beliau untuk partai ini dan untuk seluruh perjuangannya," katanya.
"Saya juga ingat di saat terakhir beliau menulis buku. Banyak kisah tentang perjuangan yang dilukiskan dengan apik. Saya mengucapkan selamat jalan. "Kami melanjutkan perjuanganmu Om EG," tulis Lebu Raya dalam pesan WhatsApp.
Pada usianya ke-79 tahun, EP da Gomez meluncurkan buku ke-29 berjudul "Memaknai Nilai Ketokohan dan Kepemimpinan," yang mengupas cerita sekilas tentang Frans Seda, VB da Costa, Ben Mang Reng Say, P.S. da Cunha, dan Laurentius Say. Buku pertamanya berjudul, PDI, Pemilu dan DPRD Kabupaten Sikka.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Galeri Indonesia Kaya perkenalkan alat musik NTT melalui Sasando Rhapsody
16 July 2023 8:59 WIB, 2023
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
KPK ungkap alasan Muhadjir Effendy batal diperiksa sebagai saksi pada kasus haji
18 May 2026 12:13 WIB