Wagub NTT Lamar ke PKPI
Rabu, 7 Juni 2017 16:15 WIB
Wakil Gubernur NTT Benny Litelnoni (tengah) ketika melamar ke PKPI Nusa Tenggara Timur sebagai calon gubernur setempat periode 2018-2023, Rabu (7/6).
Kupang (Antara NTT) - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Benny Litelnoni mendaftarkan diri sebagai bakal calon gubernur setempat periode 2018-2023 di Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Rabu.
Benny diantar beberapa tokoh masyarakat dan diterima Ketua DPD PKPI NTT Yan Mboeik, wakil ketua Jefri Un Banunaek, Ketua Tim Desk Pilkada Agus Bajo, Sekretaris DPP PKPI NTT Agripa Bako, bendahara In Salean, dan pengurus lainnya.
Benny Litelnoni diterima dengan pengalungan selendang dan cenderamata berupa alat musik, Sasando, ukuran mini.
Yan Mboeik mengatakan hingga saat ini sudah ada enam bakal calon gubernur yang menyerahkan formulir kembali dari 14 bakal calon yang mengambil formulir pencalonan.
"Sampai hari ini, dari 14 bakal calon yang mengambil formulir, sudah ada enam yang mengembalikan formulir beserta kelangkapan, termasuk Pak Beny Litelnoni," katanya.
Sebelumnya, kata dia, bakal calon gubernur Esthon L Foenay dan bakal calon wakil Gubernur NTT Chris Rotok mendaftar di DPP PKPI NTT.
Dia berharap, sebelum penutupan pendaftaran pada 10 Juni mendatang, semua bakal calon yang sudah mengambil formulir menyerahkan kembali ke sekretariat PKPI NTT.
Mengenai koalisi, dia mengatakan, PKPI hanya memiliki dua kursi di parlemen sehingga lebih bersifat menunggu lamaran dari partai-partai yang memiliki kursi signifikan untuk mengusung calon bersama.
Selain itu, semua bakal calon yang mendaftar di PKPI diharapkan membantu membangun komunikasi dengan partai politik lain untuk bersama PKPI mengusung calon bersama dalam Pilgub 2018.
"Kami akan bersama-sama dengan semua yang sudah melamar ke PKPI untuk membangun komunikasi politik dengan partai-partai yang memiliki kursi di parlemen untuk mengusung calon bersama dalam Pilgub 2018," katanya.
Benny diantar beberapa tokoh masyarakat dan diterima Ketua DPD PKPI NTT Yan Mboeik, wakil ketua Jefri Un Banunaek, Ketua Tim Desk Pilkada Agus Bajo, Sekretaris DPP PKPI NTT Agripa Bako, bendahara In Salean, dan pengurus lainnya.
Benny Litelnoni diterima dengan pengalungan selendang dan cenderamata berupa alat musik, Sasando, ukuran mini.
Yan Mboeik mengatakan hingga saat ini sudah ada enam bakal calon gubernur yang menyerahkan formulir kembali dari 14 bakal calon yang mengambil formulir pencalonan.
"Sampai hari ini, dari 14 bakal calon yang mengambil formulir, sudah ada enam yang mengembalikan formulir beserta kelangkapan, termasuk Pak Beny Litelnoni," katanya.
Sebelumnya, kata dia, bakal calon gubernur Esthon L Foenay dan bakal calon wakil Gubernur NTT Chris Rotok mendaftar di DPP PKPI NTT.
Dia berharap, sebelum penutupan pendaftaran pada 10 Juni mendatang, semua bakal calon yang sudah mengambil formulir menyerahkan kembali ke sekretariat PKPI NTT.
Mengenai koalisi, dia mengatakan, PKPI hanya memiliki dua kursi di parlemen sehingga lebih bersifat menunggu lamaran dari partai-partai yang memiliki kursi signifikan untuk mengusung calon bersama.
Selain itu, semua bakal calon yang mendaftar di PKPI diharapkan membantu membangun komunikasi dengan partai politik lain untuk bersama PKPI mengusung calon bersama dalam Pilgub 2018.
"Kami akan bersama-sama dengan semua yang sudah melamar ke PKPI untuk membangun komunikasi politik dengan partai-partai yang memiliki kursi di parlemen untuk mengusung calon bersama dalam Pilgub 2018," katanya.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Benny Rhamdani berharap BP2MI perluas pelindungan PMI setelah menjadi kementerian
21 October 2024 11:47 WIB, 2024
Profil - - Mengenal Romo Benny Susetyo, mengawal nilai Pancasila hingga akhir
05 October 2024 15:24 WIB, 2024
Kepala BP2MI Benny Rhamdani tiba di Bareskrim untuk klarifikasi sosok T judol
29 July 2024 17:00 WIB, 2024
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB
BNPT: 230 orang ditangkap dalam 2 tahun terakhir karena danai kelompok teroris
13 February 2026 13:09 WIB