Kupang (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai menerapkan pelayanan listrik dengan sistem dalam jaringan (daring) untuk memudahkan masyarakat atau pelanggan di wilayah Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba.

"Pelayanan listrik secara daring ini kami hadirkan untuk memudahkan masyarakat atau pelanggan yang melakukan permohonan pasang baru dan tambah daya listrik," kata Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Sumba Timur, I Ketut Artha Yasa, dalam keterangan yang diterima di Kupang, Kamis (18/6).

Dengan layanan daring ini, kata dia, para pelanggan tidak perlu mengantre diloket saat melakukan permohonanan layanan yang dibutuhkan melainkan bisa dilakukan secara mandiri.

Artha Yasa mengatakan, pihaknya menghadirkan layanan ini karena tidak mau tertinggal dengan perusahaan berbasis pelayanan lainnya yang sudah terlebih dahulu menerapkan pelayanannya secara daring.

Menurut dia, layanan secara daring ini penting apalagi di tengah kondisi pandemi virus Corona jenis baru (COVID-19) seperti ini sebagai bagian dari strategi penerapan jaga jarak antara pelanggan dan petugas.

"Jadi dengan layanan ini tidak perlu lagi ada tatap muka antara petugas kami dengan warga atau pelanggan secara langsung dalam upaya mencegah penularan COVID-19," katanya.

Artha Yasa mengatakan, pelayanan daring ini juga diharapkan dapat mengedukasi para pelanggan di Sumba Timur terkait dengan layanan PLN lain yang berbasis yang bisa diakses dengan mudah seperti PLN Mobile, Website PLN, call centre 123

"Artinya kami ingin pelanggan juga semakin memahami bahwa semua pelayanan PLN sekarang bisa diakses dalam genggaman tangan kita sendiri melalui hanphone, mulai dari permohonan pasang baru, tambah daya, hingga memonitor tagihan listrik pascabayar seriap bulan dan pembelian token listrik," katanya.

Sementara itu, Irsyad, salah satu warga atau pelanggan PLN di Sumba Timur yang sudah menggunakan layanan daring itu mengaku sangat terbantu dengan layanan tersebut.

"Kami sebagai pelanggan juga tidak perlu menunggu antrean panjang dan lama di loket PLN seperti sebelumnya," katanya.

Ia berharap agar kualitas pelayanan seperti ini ke depan dapat ditingkatkan untuk memudahkan masyarakat atau pelanggan.

Baca juga: PLN NTT listriki 69 desa di masa pandemi COVID-19
Baca juga: PLN NTT bentuk 74 posko perkuat layanan kelistrikan

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024