NTT Dihantam Gelombang dan Angin Kecang
Rabu, 19 Juli 2017 10:26 WIB
BMKG El Tari Kupang memberi peringatan kepada operator jasa pelayaran dan para nelayan untuk mewaspadai angin kencang serta gelombang besar yang tengah melanda wilayah perairan NTT saat ini.
Kupang (Antara NTT) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) El Tari Kupang mengingatkan operator pelayaran dan nelayan mewasdapai adanya angin kencang dan gelombang tinggi di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Perlu diwaspadai karena adanya angin kencang disertai gelombang tinggi di perairan dan daerah Nusa Tenggara Timur untuk beberapa hari ke depan," kata Prakirawan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika El Tari Kupang Ota WJ Thalo di Kupang, Rabu.
Data menunjukan bahwa gelombang masih belum turun, masih berkisar 1-3.5 meter terjadi di perairan Selat Sumba dan Laut Sawu. Sedangkan Samudra Hindia Selatan tinggi gelombang mencapai 3,5 meter.
Perairan selatan pulau Sumba, pulau Rote dan perairan Kupang selatan, lanjut Ota Thalu, tinggi gelombang masih 3 meter. Sementara kecepatan angin masih kencang, yaitu 10-40 Km/jam.
BMKG El Tari juga mengeluarkan peringatan dini akan ada potensi angin kencang di Timor, Rote, Sabu dan Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.
Mengenai pemicu, dia mengatakan gelombang tinggi yang terjadi di perairan NTT, disebabkan karena kecepatan angin yang mulai meningkat kembali di wilayah NTT.
"Kalau kecepatan anginnya meningkat, tentu akan berdampak pada gelombang di wilayah perairan laut," katanya menjelaskan.
Angin kencang ini, disebabkan karena adanya perbedaan gradien tekanan udara antara wilayah NTT dengan tekanan udara di Australia.
Saat ini kata dia, terdapat daerah bertekanan tinggi di Australia dan dua daerah bertekanan rendah di Samudera Hindia dan utara Papua.
Kondisi ini menyebabkan angin dari daerah bertekanan tinggi tersebut menuju daerah-daerah bertekanan rendah yang melewati wilayah NTT, katanya.
"Perlu diwaspadai karena adanya angin kencang disertai gelombang tinggi di perairan dan daerah Nusa Tenggara Timur untuk beberapa hari ke depan," kata Prakirawan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika El Tari Kupang Ota WJ Thalo di Kupang, Rabu.
Data menunjukan bahwa gelombang masih belum turun, masih berkisar 1-3.5 meter terjadi di perairan Selat Sumba dan Laut Sawu. Sedangkan Samudra Hindia Selatan tinggi gelombang mencapai 3,5 meter.
Perairan selatan pulau Sumba, pulau Rote dan perairan Kupang selatan, lanjut Ota Thalu, tinggi gelombang masih 3 meter. Sementara kecepatan angin masih kencang, yaitu 10-40 Km/jam.
BMKG El Tari juga mengeluarkan peringatan dini akan ada potensi angin kencang di Timor, Rote, Sabu dan Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.
Mengenai pemicu, dia mengatakan gelombang tinggi yang terjadi di perairan NTT, disebabkan karena kecepatan angin yang mulai meningkat kembali di wilayah NTT.
"Kalau kecepatan anginnya meningkat, tentu akan berdampak pada gelombang di wilayah perairan laut," katanya menjelaskan.
Angin kencang ini, disebabkan karena adanya perbedaan gradien tekanan udara antara wilayah NTT dengan tekanan udara di Australia.
Saat ini kata dia, terdapat daerah bertekanan tinggi di Australia dan dua daerah bertekanan rendah di Samudera Hindia dan utara Papua.
Kondisi ini menyebabkan angin dari daerah bertekanan tinggi tersebut menuju daerah-daerah bertekanan rendah yang melewati wilayah NTT, katanya.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG ajak masyarakat waspadai potensi gelombang tinggi 4 meter di perairan NTT
21 January 2026 11:55 WIB
BMKG: Waspadai gelombang tinggi 2,5 meter hingga 14 Januari 2026 di perairan NTT
10 January 2026 16:24 WIB
BMKG: Waspadai potensi gelombang setinggi 2,5 meter di sejumlah perairan NTT
02 January 2026 10:12 WIB
BMKG: Gelombang tinggi di perairan Labuan Bajo akibat pengaruh bibit siklon 96S
28 December 2025 6:18 WIB
BMKG: Waspadai gelombang setinggi 2,5 meter di laut NTT hingga 2 Desember
29 November 2025 11:20 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kemenag mempercepat implementasi wajib halal di Kabupaten Sumba Timur NTT
11 February 2026 13:59 WIB
Undana dan GMIT kolaborasi perkuat ketahanan pangan dan pendidikan di NTT
09 February 2026 19:20 WIB