Mentan Syahrul sebut paradigma petani orang miskin itu salah
Senin, 31 Agustus 2020 15:13 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (tengah) panen di Desa Tontalete, Kabupaten Minahasa Utara bersama jajaran terkait.
Manado (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Utara mengatakan paradigma petani orang miskin dan terbelakang salah.
"Paradigma petani orang miskin, salah itu. Petani itu adalah yang terkebelakang, salah itu," sebut Mentan Syahrul Yasin Limpo pada pada acara tanam sekaligus panen integrasi kedelai-kelapa dan panen jagung di Desa Tontalete, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Senin, (31/8).
Mentan mencontohkan orang di Amerika saat dilanda krisis COVID-19 kembali bertani, Jepang bisa besar seperti sekarang ini meninggalkan profesi lain dan menghidupkan pertanian karena COVID-19 yang mencekam.
Oleh karena itu, lanjut dia, mengapa Sulawesi Utara tidak manfaatkan nikmat lahan pertanian yang diberikan Tuhan ini.
"Kiri kanan hijau tuh, matahari kita seperti ini tidak gampang. Di negara lain ada empat musim, ada dingin, dingin banget, ada panas ada semi semi, empat musim kita cuma dua, negara tropis adalah negara kaya," kata Mentan Syahrul Yasin Limpo.
Petani miskin, kata Mentan, hanya yang tidak mensyukuri nikmat Tuhan yang telah diberikan kepadanya.
Baca juga: Pembangunan sektor pertanian di NTT jadi perhatian pemerintah pusat
rada di Sulawesi Utara karena tanah di sini subur, tanah subur menjanjikan kehidupan, kecuali kita termasuk orang yang tidak mensyukuri nikmat Tuhan," ujar Mentan Syahrul Yasin Limpo.
Menurut dia, matahari yang terus bersinar dan menjadi bagian kehidupan, angin bertiup menjanjikan hari esok harus lebih baik, dan air yang setiap saat turun menjadi janji Tuhan terhadap hadirnya kehidupan yang harus lebih baik, hari esok lebih baik dibandingkan hari ini dan kemarin.
"Karena itu, pertanian sesuatu yang selalu memang bisa menjanjikan orang hidup lebih baik dan bisa bertahan," ujar Mentan Syahrul Yasin Limpo.
Baca juga: Mentan Serahkan 22 Traktor Untuk Petani Perbatasan
Kunjungan kerja Mentan ke Sulawesi Utara didampingi pejabat kementerian, Sekretaris Daerah Sulut Edwin Silangen, Forkopimda Sulut, Bupati Minahasa Utara Vonnie A Panambunan, perbankan, kelompok tani serta undangan lainnya.
"Paradigma petani orang miskin, salah itu. Petani itu adalah yang terkebelakang, salah itu," sebut Mentan Syahrul Yasin Limpo pada pada acara tanam sekaligus panen integrasi kedelai-kelapa dan panen jagung di Desa Tontalete, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Senin, (31/8).
Mentan mencontohkan orang di Amerika saat dilanda krisis COVID-19 kembali bertani, Jepang bisa besar seperti sekarang ini meninggalkan profesi lain dan menghidupkan pertanian karena COVID-19 yang mencekam.
Oleh karena itu, lanjut dia, mengapa Sulawesi Utara tidak manfaatkan nikmat lahan pertanian yang diberikan Tuhan ini.
"Kiri kanan hijau tuh, matahari kita seperti ini tidak gampang. Di negara lain ada empat musim, ada dingin, dingin banget, ada panas ada semi semi, empat musim kita cuma dua, negara tropis adalah negara kaya," kata Mentan Syahrul Yasin Limpo.
Petani miskin, kata Mentan, hanya yang tidak mensyukuri nikmat Tuhan yang telah diberikan kepadanya.
Baca juga: Pembangunan sektor pertanian di NTT jadi perhatian pemerintah pusat
rada di Sulawesi Utara karena tanah di sini subur, tanah subur menjanjikan kehidupan, kecuali kita termasuk orang yang tidak mensyukuri nikmat Tuhan," ujar Mentan Syahrul Yasin Limpo.
Menurut dia, matahari yang terus bersinar dan menjadi bagian kehidupan, angin bertiup menjanjikan hari esok harus lebih baik, dan air yang setiap saat turun menjadi janji Tuhan terhadap hadirnya kehidupan yang harus lebih baik, hari esok lebih baik dibandingkan hari ini dan kemarin.
"Karena itu, pertanian sesuatu yang selalu memang bisa menjanjikan orang hidup lebih baik dan bisa bertahan," ujar Mentan Syahrul Yasin Limpo.
Baca juga: Mentan Serahkan 22 Traktor Untuk Petani Perbatasan
Kunjungan kerja Mentan ke Sulawesi Utara didampingi pejabat kementerian, Sekretaris Daerah Sulut Edwin Silangen, Forkopimda Sulut, Bupati Minahasa Utara Vonnie A Panambunan, perbankan, kelompok tani serta undangan lainnya.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK membuka peluang memeriksa Donal Fariz atau Febri Diansyah soal TPPU SYL
21 March 2025 18:33 WIB, 2025
Artikel - Jalan panjang sidang SYL menuju babak baru wacana dakwaan TPPU
07 June 2024 14:00 WIB, 2024
Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni penuhi panggilan penyidik KPK
22 March 2024 13:22 WIB, 2024
KPK lakukan penggeledahan rumah dinas Anggota DPR Vita Ervina terkait kasus SYL
16 November 2023 12:15 WIB, 2023
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Wamenkeu memastikan Indonesia jaga defisit APBN 3 persen di tengah tekanan global
23 April 2026 15:25 WIB