Situs Bung Karno Dikunjungi 200 Orang Perbulan
Rabu, 9 Agustus 2017 21:42 WIB
Situs Bung Karno di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (Foto ANTARA/Kornelis Kaha)
Ende, Flores (Antara NTT) - Jumlah pengunjung yang berwisata ke rumah pengasingan Presiden Indonesia pertama Soekarno atau sering dikenal sebagai Bung Karno di Ende mencapai 200 pengujung dalam sebulan.
"Kalau perbandingan setiap bulannya hampir sama. Yakni 200 pengunjung yang datang ke situs rumah pengasingan ini," kata Juru Pelihara Situs Pengasingan Bung Karno Syafrudin Pula Ita saat ditemui di Ende, Rabu.
Pengunjung yang datang kebanyakan adalah wisatawan-wisatawan dari luar NTT dan dari data tamu yang melapor lebih banyak dari pulau Jawa.
Di samping itu juga wisatawan asal luar negeri juga selalu datang dan dalam sehari kurang lebih 10 sampai 15 wisatawan yang asing yang ingin mengetahui sejarah Bapak Proklamator tersebut.
"Tetapi kalau hari-hari sekolah banyak juga pelajar yang berdatangan ke rumah pengasingan ini," kata Syafrudin yang juga adalah generasi ketiga dari salah satu keluarga yang memberikan rumah sebagai tempat tinggal Bung Karno saat diasingkan.
Menurutnya kedatangan para pelajar tersebut juga karena ada tugas dari sekolah serta ada juga yang hanya ingin berwisata.
Seorang pengunjung dari Bogor, Jawa Barat, Antonius yang ditemui bersama rombongan wisatawan dari Bogor mengatakan ini kedua kalinya dirinya ke situs Bung Karno tersebut.
"Kami ada 20 orang yang datang ke NTT, sebelumnya kami dari Labuan Bajo dan setelah dari sini kami akan ke Kelimutu," tuturnya.
Menurutnya jika dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu telah terjadi banyak perubahan dalam bangunan situs Bung Karno tersebut karena sudah terlihat baru berkat peremajaan.
Iapun mengharapkan bahwa situs Bung Karno itu tetap dijaga karena menjadi bagian sejarah bagi generasi penerus bangsa Indonesia.
"Kalau perbandingan setiap bulannya hampir sama. Yakni 200 pengunjung yang datang ke situs rumah pengasingan ini," kata Juru Pelihara Situs Pengasingan Bung Karno Syafrudin Pula Ita saat ditemui di Ende, Rabu.
Pengunjung yang datang kebanyakan adalah wisatawan-wisatawan dari luar NTT dan dari data tamu yang melapor lebih banyak dari pulau Jawa.
Di samping itu juga wisatawan asal luar negeri juga selalu datang dan dalam sehari kurang lebih 10 sampai 15 wisatawan yang asing yang ingin mengetahui sejarah Bapak Proklamator tersebut.
"Tetapi kalau hari-hari sekolah banyak juga pelajar yang berdatangan ke rumah pengasingan ini," kata Syafrudin yang juga adalah generasi ketiga dari salah satu keluarga yang memberikan rumah sebagai tempat tinggal Bung Karno saat diasingkan.
Menurutnya kedatangan para pelajar tersebut juga karena ada tugas dari sekolah serta ada juga yang hanya ingin berwisata.
Seorang pengunjung dari Bogor, Jawa Barat, Antonius yang ditemui bersama rombongan wisatawan dari Bogor mengatakan ini kedua kalinya dirinya ke situs Bung Karno tersebut.
"Kami ada 20 orang yang datang ke NTT, sebelumnya kami dari Labuan Bajo dan setelah dari sini kami akan ke Kelimutu," tuturnya.
Menurutnya jika dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu telah terjadi banyak perubahan dalam bangunan situs Bung Karno tersebut karena sudah terlihat baru berkat peremajaan.
Iapun mengharapkan bahwa situs Bung Karno itu tetap dijaga karena menjadi bagian sejarah bagi generasi penerus bangsa Indonesia.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo meminta pemda tak abaikan sejarah dan lindungi situs bersejarah
02 February 2026 14:51 WIB
Sekjen DPR menjelaskan situs DPR kerap down sehingga draf sulit diakses publik
17 July 2025 13:55 WIB
AS mengerahkan 6 pesawat bomber siluman B-2 yang bisa serang situs nuklir Iran
22 June 2025 5:42 WIB
PN Jaksel menggelar sidang istri dari makelar situs judi online pegawai Komdigi
20 May 2025 14:10 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB
KPAI menemukan pencairan dana PIP kasus anak akhiri hidup di NTT terkendala teknis bank
11 February 2026 13:50 WIB