Butuh pendampingan serius dalam pembelajaran daring
Jumat, 27 November 2020 14:41 WIB
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi. (ANTARA/Bernadus Tokan)
Kupang (ANTARA) - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Linus Lusi mengatakan pembelajaran daring membutuhkan pendampingan serius dari guru dan orang dewasa di lingkungan peserta didik.
Pendampingan ini penting sehingga siswa dapat memiliki alternatif dalam memilih menu pembelajaran yang disajikan dalam perangkat tersebut, kata Linus Lusi kepada ANTARA di Kupang, Jumat (27/11).
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan upaya pemerintah daerah untuk menguatkan karakter anak didik dengan tantangan belajar yang masih melalui daring atau online saat ini.
Baca juga: Di Sikka siswa belajar di bawah pohon karena kendala internet
Baca juga: Ombudsman sebut wali siswa keluhkan iuran komite saat belajar daring
"Daring membutuhkan pendampingan serius dari guru dan orang dewasa di lingkungan peserta didik, sehingga siswa memiliki alternatif dalam memilih menu pembelajaran yg disajikan dalam perangkat tersebut karena saat memilih, tidak tertutup kemungkinan ada konten-konten yang tidak semestinya mereka lihat atau tonton," katanya.
"Ini tugas terberat guru dan orang tua untuk memberi pemahaman dan mengarahkan anak-anak ke area pemahaman dan tindakan positif terhadap situasi yang terjadi di luar skenario pembelajaran," katanya.
"Inilah pembiasan untuk memiliki filter ketahanan diri dalam melihat efek domino pembelajaran daring atau online," katanya.
"Di sinilah, restorasi dan revolusi pembelajaran dalam penguatan karakter peserta didik dalam pilihan pembelajaran, menjadi taruhan kompetensi terhadap peserta didik, terutama karakter terhadap budaya belajar akibat pandemi COVID-19," katanya.
Pendampingan ini penting sehingga siswa dapat memiliki alternatif dalam memilih menu pembelajaran yang disajikan dalam perangkat tersebut, kata Linus Lusi kepada ANTARA di Kupang, Jumat (27/11).
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan upaya pemerintah daerah untuk menguatkan karakter anak didik dengan tantangan belajar yang masih melalui daring atau online saat ini.
Baca juga: Di Sikka siswa belajar di bawah pohon karena kendala internet
Baca juga: Ombudsman sebut wali siswa keluhkan iuran komite saat belajar daring
"Daring membutuhkan pendampingan serius dari guru dan orang dewasa di lingkungan peserta didik, sehingga siswa memiliki alternatif dalam memilih menu pembelajaran yg disajikan dalam perangkat tersebut karena saat memilih, tidak tertutup kemungkinan ada konten-konten yang tidak semestinya mereka lihat atau tonton," katanya.
"Ini tugas terberat guru dan orang tua untuk memberi pemahaman dan mengarahkan anak-anak ke area pemahaman dan tindakan positif terhadap situasi yang terjadi di luar skenario pembelajaran," katanya.
"Inilah pembiasan untuk memiliki filter ketahanan diri dalam melihat efek domino pembelajaran daring atau online," katanya.
"Di sinilah, restorasi dan revolusi pembelajaran dalam penguatan karakter peserta didik dalam pilihan pembelajaran, menjadi taruhan kompetensi terhadap peserta didik, terutama karakter terhadap budaya belajar akibat pandemi COVID-19," katanya.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Pemerintah menargetkan empat Sekolah Garuda baru mulai beroperasi tahun ini
14 January 2026 11:22 WIB
Mensesneg: Selain Sekolah Rakyat, pemerintah akan renovasi 60.000 sekolah pada 2026
12 January 2026 16:09 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BP Jamsostek menyerahkan santunan Rp1,7 miliar kepada ahli waris pesawat jatuh
10 March 2026 13:30 WIB