Kupang (ANTARA) - Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) menilai bahwa kedatangan vaksin COVID-19 dapat membantu menghidupkan kembali sektor pariwisata yang mati suri akibat pandemi COVID-19.
"Dengan adanya vaksin ini kita harapkan pandemi COVID-19 cepat berlalu dan tentunya diharapkan pelayanan publik dapat mulai bergerak normal dan kita bisa kembali siap menerima kunjungan wisatawan," kata Direktur Utama BOPLBF Shana Fatina kepada ANTARA saat dihubungi dari Kupang, Selasa, (2/2).
Hal ini disampaikan berkaitan dengan kedatangan vaksin COVID-19 di Labuan Bajo yang jumlahnya mencapai 1.600 dosis yang diperuntukan bagi tenaga kesehatan di daerah itu.
Shana mengatakan bahwa jika sektor pariwisata sudah pulih kembali, tentunya pelaku wisata juga harus bersiap untuk menyambut kunjungan kerinduan pascapandemi COVID-19 ini.
"Kalau dari saya sendiri bersyukur karena dengan adanya vaksin ini bersyukur karena pandemi akan berakhir dan aktivitas masyarakat akan kembali pulih," tambah dia.
Lebih lanjut kata dia, tentu saja kedatangan vaksin tersebut juga akan sangat membantu tenaga medis di Manggarai Barat, khususnya Labuan Bajo sebagai kota tujuan wisata yang selama ini harus berjuang dengan fasilitas yang sangat terbatas menanggani pasien COVID-19.
Shana mengaku bahwa akan siap divaksin jika memang dirinya masuk dalam kelompok pertama yang mendapatkan vaksin.
"Yang akan divaksin setahu saya tenaga medis, dan aparat. Tentunya, kami mendukung dan selalu siap untuk mendorong vaksinasi di Labuan Bajo. Tetapi kalau diminta vaksin saya siap," tambah dia.
Baca juga: BOPLBF: Keselamatan dan keamanan kunci bagi wisatawan berwisata
Baca juga: BOPLB Flores gelar pelatihan tingkatkan kualitas industri seni kreatif
Saat ini tambah dia, pihaknya bersama pemerintah dan berbagai pihak sedang menata kembali sektor pariwisata di Labuan Bajo dan sekitarnya, dan juga menyiapkan tiga strategi di masa pandemi COVID-19 ini untuk meningkatkan kunjungan wisatawan pascaCOVID-19.
Tiga strategi yag digunakan antara lain mendukung tanggap darurat: penanganan tenaga kerja terdampak, bantuan APD, padat karya dan lain-lain. Kemudian yang kedua adalah persiapan protokol cleanliness, health, safety, Environment (CHSE) seperti simulasi K3, pelatihan, pendaftaran CHSE.
"Dengan adanya vaksin ini kita harapkan pandemi COVID-19 cepat berlalu dan tentunya diharapkan pelayanan publik dapat mulai bergerak normal dan kita bisa kembali siap menerima kunjungan wisatawan," kata Direktur Utama BOPLBF Shana Fatina kepada ANTARA saat dihubungi dari Kupang, Selasa, (2/2).
Hal ini disampaikan berkaitan dengan kedatangan vaksin COVID-19 di Labuan Bajo yang jumlahnya mencapai 1.600 dosis yang diperuntukan bagi tenaga kesehatan di daerah itu.
Shana mengatakan bahwa jika sektor pariwisata sudah pulih kembali, tentunya pelaku wisata juga harus bersiap untuk menyambut kunjungan kerinduan pascapandemi COVID-19 ini.
"Kalau dari saya sendiri bersyukur karena dengan adanya vaksin ini bersyukur karena pandemi akan berakhir dan aktivitas masyarakat akan kembali pulih," tambah dia.
Lebih lanjut kata dia, tentu saja kedatangan vaksin tersebut juga akan sangat membantu tenaga medis di Manggarai Barat, khususnya Labuan Bajo sebagai kota tujuan wisata yang selama ini harus berjuang dengan fasilitas yang sangat terbatas menanggani pasien COVID-19.
Shana mengaku bahwa akan siap divaksin jika memang dirinya masuk dalam kelompok pertama yang mendapatkan vaksin.
"Yang akan divaksin setahu saya tenaga medis, dan aparat. Tentunya, kami mendukung dan selalu siap untuk mendorong vaksinasi di Labuan Bajo. Tetapi kalau diminta vaksin saya siap," tambah dia.
Baca juga: BOPLBF: Keselamatan dan keamanan kunci bagi wisatawan berwisata
Baca juga: BOPLB Flores gelar pelatihan tingkatkan kualitas industri seni kreatif
Saat ini tambah dia, pihaknya bersama pemerintah dan berbagai pihak sedang menata kembali sektor pariwisata di Labuan Bajo dan sekitarnya, dan juga menyiapkan tiga strategi di masa pandemi COVID-19 ini untuk meningkatkan kunjungan wisatawan pascaCOVID-19.
Tiga strategi yag digunakan antara lain mendukung tanggap darurat: penanganan tenaga kerja terdampak, bantuan APD, padat karya dan lain-lain. Kemudian yang kedua adalah persiapan protokol cleanliness, health, safety, Environment (CHSE) seperti simulasi K3, pelatihan, pendaftaran CHSE.