Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor B Laiskodat meresmikan pengoperasian dermaga II Pelabuhan Bolok, Kupang, dan pelayaran perdana KMP Jatra 1 yang telah resmi melayani rute Kupang-Rote, pada Rabu (10/3).

Gubernur Viktor dalam sambutannya di Dermaga Penyeberangan Bolok, Kabupaten Kupang, Rabu menyampaikan apresiasinya atas rampungnya revitalisasi dermaga II Pelabuhan Bolok, Kupang dan menyatakan bahwa sebagai provinsi kepulauan, moda transportasi penyeberangan sangat berperan penting menunjang aksesibilitas masyarakat.

"Sebagai wilayah kepulauan, tidak ada yang lain, kapal harus kuat. ASDP menjadi tulang punggung transportasi di NTT. Kehadiran dermaga dan KMP Jatra 1 ini menjadi langkah pertama, namun belum saya katakan hebat," katanya.

Menurut dia pemerintah dan semua pihak harus berpikir dan mempersiapkan dari sekarang untuk masa depan yang lebih baik. Karena di Kupang, untuk idealnya dibutuhkan 20 unit kapal ferry dan dermaga yang mampu disandari kapal besar seperti KMP Jatra I.

Menurut Gubernur, NTT harus memiliki transportasi penyeberangan yang andal dan kuat, dan juga moda transportasi lainnya. Prediksinya, sektor pariwisata di NTT akan mengalami lompatan besar di tahun 2023, sehingga perlu pernguatan dan peningkatan infrastruktur transportasi.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, proyek dermaga II Pelabuhan Bolok ini merupakan salah satu komitmen ASDP memperkuat konektivitas penyeberangan nasional, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi transportasi andalan masyarakat.

"Kami mensyukuri kehadiran dan layanan ASDP disini sangat dinantikan oleh masyarakat. NTT yang dikelilingi pulau-pulau tentu membutuhkan moda ferry yang andal. Kami harap dengan direvitalisasinya dermaga 1 dan 2 ini, kapasitas layanan penyeberangan dari dan ke Kupang akan terus meningkat dan semakin terlayani dengan baik," tutur dia.

Baca juga: Gubernur optimis lumbung pangan atasi kemiskinan di Sumba Tengah

Baca juga: Gubernur NTT resmikan RSU Undana

Selain itu, kehadiran dermaga II ini juga untuk merespon target Pemprov NTT agar Pelabuhan Bolok dapat disandari kapal berukuran besar, salah satu alternatif untuk menghadapi cuaca ekstrem dan juga dapat meningkatkan kapasitas muatan kapal lebih besar, baik penumpang dan kendaraan serta logistik, yang diharapkan dapat mendorong perekonomian masyarakat NTT.

Revitalisasi dermaga 1 dan 2 Pelabuhan Bolok ini telah rampung tempat waktu sekitar 11 bulan. Meskipun sempat terkendala PSBB ketat pada awal tahun lalu dan cuaca buruk pada periode Oktober 2020, proyek ini dapat selesai sesuai target yang diharapkan.

Proyek revitalisasi Dermaga I dan II Bolok senilai Rp 36 miliar ini merupakan dermaga jenis moveable bridge dengan tipe Dolphin. Dermaga I berkapasitas 30 ton memiliki panjang 60 meter dan lebar 12 meter, yang mampu disandari kapal ukuran maks. 1.000 GRT.

Sedangkan dermaga II berkapasitas 40 ton memiliki panjang 80 meter dan lebar 16 meter, yang mampu disandari kapal berukuran 5.000 GRT. 

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024