Amerika Serikat peringatkan maskapai waspada terbang dekat perbatasan Ukraina-Rusia
Selasa, 20 April 2021 9:55 WIB
Dokumen - Penyelidik Belanda dan anggota Kementerian Darurat bekerja di lokasi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di dekat desa Hrabove, Donetsk, Ukraina timur, Minggu (16/11/2014). (REUTERS/Maxim Zmeyev)
Washington (ANTARA) - Badan Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat pada Senin (19/4) mendesak maskapai penerbangan untuk "sangat berhati-hati" ketika terbang di dekat perbatasan Ukraina-Rusia, seraya menyebut kemungkinan risiko keselamatan penerbangan.
Dalam pemberitahuan kepada maskapai AS pada Sabtu (17/4), badan AS itu mencatat ada "peningkatan ketegangan regional antara Rusia dan Ukraina yang berpotensi mengakibatkan pertempuran lintas batas tanpa pemberitahuan, aktivitas militer dan/atau konflik yang meningkat"
Sejak 2014, FAA telah melarang operasi penerbangan sipil AS di wilayah sekitar perbatasan Ukraina-Rusia. Pemberitahuan itu juga mengatakan maskapai penerbangan harus memberikan pemberitahuan setidaknya 72 jam kepada FAA tentang rencana penerbangan di wilayah itu.
FAA dan badan-badan lainnya pengatur penerbangan prihatin tentang potensi jatuhnya pesawat sipil selama konflik karena salah diidentifikasi.
Pada 2014, pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17 terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur ketika ditembak jatuh di timur Ukraina oleh rudal yang ditembakkan dari wilayah yang dikuasai oleh pemberontak pro Rusia selama pertempuran dengan pasukan pemerintah Ukraina, kata penyelidik internasional.
Baca juga: Biden dan PM Suga rancang persatuan hadapi ketegasan China
Baca juga: Presiden Biden siap umumkan penarikan pasukan AS dari Afghanistan
Semua penumpang MH17, sebanyak 298 orang, tewas. Dua pertiga dari mereka adalah warga negara Belanda.
Sumber: Reuters
Dalam pemberitahuan kepada maskapai AS pada Sabtu (17/4), badan AS itu mencatat ada "peningkatan ketegangan regional antara Rusia dan Ukraina yang berpotensi mengakibatkan pertempuran lintas batas tanpa pemberitahuan, aktivitas militer dan/atau konflik yang meningkat"
Sejak 2014, FAA telah melarang operasi penerbangan sipil AS di wilayah sekitar perbatasan Ukraina-Rusia. Pemberitahuan itu juga mengatakan maskapai penerbangan harus memberikan pemberitahuan setidaknya 72 jam kepada FAA tentang rencana penerbangan di wilayah itu.
FAA dan badan-badan lainnya pengatur penerbangan prihatin tentang potensi jatuhnya pesawat sipil selama konflik karena salah diidentifikasi.
Pada 2014, pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17 terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur ketika ditembak jatuh di timur Ukraina oleh rudal yang ditembakkan dari wilayah yang dikuasai oleh pemberontak pro Rusia selama pertempuran dengan pasukan pemerintah Ukraina, kata penyelidik internasional.
Baca juga: Biden dan PM Suga rancang persatuan hadapi ketegasan China
Baca juga: Presiden Biden siap umumkan penarikan pasukan AS dari Afghanistan
Semua penumpang MH17, sebanyak 298 orang, tewas. Dua pertiga dari mereka adalah warga negara Belanda.
Sumber: Reuters
Pewarta : Mulyo Sunyoto
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Seskab: Pertemuan Prabowo dengan Dirut Garuda untuk perbesar maskapai nasional
03 February 2026 14:28 WIB
Angkasa Pura mulai alihkan empat maskapai rute domestik ke Terminal 1B Soetta
18 November 2025 8:05 WIB
AP ingatkan penumpang perhatikan status penerbangan terkait erupsi Gunung Lewotobi
14 November 2024 14:08 WIB, 2024
Maskapai Wings Air batalkan 18 penerbangan di NTT akibat erupsi Lewotobi
04 November 2024 17:11 WIB, 2024
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Militer AS mulai menempatkan rudal Patriot pada truk peluncur di pangkalan udara Qatar
11 February 2026 13:43 WIB
Duta Besar Iran menilai AS tidak layak pimpin inisiatif perdamaian di Gaza
11 February 2026 7:45 WIB
Indonesia ingin perkuat kerja sama dengan Iran dalam pemberdayaan perempuan
11 February 2026 7:38 WIB