Kupang (Antara NTT) - PT Garuda Indonesia (Persero) menunda penerbangan perdananya ke Dili, Timor Leste pada 15 November 2017 dalam rute penerbangan Kupang-Dili, karena masih ada persoalan administrasi yang harus diselesaikan oleh Timor Leste-Indonesia.

"Saya baru terima informasi semalam bahwa ditunda penerbangannya ke Dili, Timor Leste pekan depan. Tetapi rute itu akan tetap dibuka karena saat ini masih ada proses administrasi yang harus diselesaikan oleh kedua negara," kata GM Garuda Indonesia Cabang Kupang Kokoh Ritonga kepada pers di Kupang, Kamis.

Hal ini disampaikannya kepada sejumlah wartawan saat mengelar jumpa pers di kantor Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur terkait penundaan penerbangan tersebut.

Kokoh mengatakan saat ini sejumlah staf teknik Garuda sudah berada di Timor Leste untuk mempersiapkan semuanya bahkan sejumlah instruktur Garuda sudah berada di Kota Dili untuk menyiapkan dimulainya penerbangan perdana tersebut.

"Sejumlah instruktur kami (Garuda) sudah berada di Dili untuk mengadakan training dalam rangka persiapan penerbangan perdana tersebut," tuturnya.

Tak hanya itu. lanjut Kokoh sejumlah peralatan pesawat Garuda Indonesia juga sudah dibawa ke Kota Dili dan ditempatkan di kota itu jika memang sudah ada kesepakatan soal penerbangan tersebut.

Ia mengatakan akibat proses administrasi tersebut, ia memastikan lagi bahwa penerbangan perdana akan dilakukan pada awal Januari atau akhir Februari 2018 mendatang.

"Sebenarnya semuanya sudah siap kalau masalah teknik. Karena pagi tadi saya juga sudah koordinasi dengan pihak security bandara, kemudian pihak imigrasi soal penerbangan perdana yang direncanakan pada 15 November mendatang," tuturnya.

Secara spesifik masalah administrasi yang menunda penerbangan perdana tersebut tak disampaikan oleh Kokoh Ritonga. Sebab menurutnya itu masalah Garuda pusat dan sudah bagian dari urusan pemerintah dan pemerintah kedua negara.

Kokoh juga mengatakan bahwa masalah kendala administrasi tersebut terhambat akibat dari adanya permintaan pihak charteran yakni Timor Airways agar proses penerbangan Kupang-Dili tersebut bisa dilakukan secara penuh tanpa hitungan charter.

"Sepertinya pihak dari Timor Leste menginginkan agar bukan hanya charter saja, tetapi dilakukan secara terus menerus penerbangannya," tambahnya. 

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2024