China Berminat Terhadap Sektor Budidaya Mutiara
Selasa, 28 November 2017 16:59 WIB
Investor China akan menanamkan modalnya di sektor budidaya mutiara di wilayah perairan NTT
Kupang (Antara NTT) - Para investor dari China sangat berminat menanamkan modalnya di sektor budidaya mutiara, karena wilayah perairan Nusa Tenggara Timur dinilai tenang dan cocok untuk pengembangan mutiara.
"Chen Haijun, salah seorang investor yang bergerak di sektor budidaya mutiara air tawar di China, berkeinginan untuk mengembangkan usaha serupa di Nusa Tenggara Timur di sektor air laut," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu NTT Samuel Rebo di Kupang, Selasa.
Dia mengemukakan hal itu, ketika menjelaskan hasil kunjungan delegasi bisnis NTT yang dipimpin Gubernur NTT Frans Lebu Raya ke China, pekan lalu.
Menurut dia, investor terbesar di Cina itu telah menyatakan komitmen untuk melakukan investasi di NTT, dan akan berkunjung pada bulan Januari 2018.
"Chen Haijun akan datang ke NTT pada bulan Januari 2018 untuk melihat potensi untuk mengembangkan budidaya mutiara air laut," katanya menjelaskan.
Dia menjelaskan, tindak lanjut dari kunjungan Gubernur NTT dan rombongan ke Cina pada 22-25 November adalah mempersiapkan MoU antara Provinsi Zhejiang dan Provinsi NTT.
Selain itu juga Pemerintah Provinsi NTT saat ini sementara menyiapkan berbagai informasi yang dibutuhkan, serta telah menghubungi investor tersebut untuk segera mengajukan izin ke BKPM RI.
Pemerintah Provinsi NTT akan memback up untuk pengurusan izin di Badan Koordinasi Penanaman Modal di Jakarta, katanya.
Tidak lanjut kedua adalah mendorong pengembangan pariwisata dimana akan diupayakan adanya penerbangan langsung Tiongkok-Labuan Bajo dengan pesawat carter.
Namun untuk penerbangan langsung, landasan bandara Komodo di Labuan Bajo harus panjang minimal 3.000 meter sementara yang saat ini ada panjang landasan pacunya baru mencapai 2.350 meter.
"Chen Haijun, salah seorang investor yang bergerak di sektor budidaya mutiara air tawar di China, berkeinginan untuk mengembangkan usaha serupa di Nusa Tenggara Timur di sektor air laut," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu NTT Samuel Rebo di Kupang, Selasa.
Dia mengemukakan hal itu, ketika menjelaskan hasil kunjungan delegasi bisnis NTT yang dipimpin Gubernur NTT Frans Lebu Raya ke China, pekan lalu.
Menurut dia, investor terbesar di Cina itu telah menyatakan komitmen untuk melakukan investasi di NTT, dan akan berkunjung pada bulan Januari 2018.
"Chen Haijun akan datang ke NTT pada bulan Januari 2018 untuk melihat potensi untuk mengembangkan budidaya mutiara air laut," katanya menjelaskan.
Dia menjelaskan, tindak lanjut dari kunjungan Gubernur NTT dan rombongan ke Cina pada 22-25 November adalah mempersiapkan MoU antara Provinsi Zhejiang dan Provinsi NTT.
Selain itu juga Pemerintah Provinsi NTT saat ini sementara menyiapkan berbagai informasi yang dibutuhkan, serta telah menghubungi investor tersebut untuk segera mengajukan izin ke BKPM RI.
Pemerintah Provinsi NTT akan memback up untuk pengurusan izin di Badan Koordinasi Penanaman Modal di Jakarta, katanya.
Tidak lanjut kedua adalah mendorong pengembangan pariwisata dimana akan diupayakan adanya penerbangan langsung Tiongkok-Labuan Bajo dengan pesawat carter.
Namun untuk penerbangan langsung, landasan bandara Komodo di Labuan Bajo harus panjang minimal 3.000 meter sementara yang saat ini ada panjang landasan pacunya baru mencapai 2.350 meter.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah China menyelidiki dua jenderal atas dugaan pelanggaran disiplin serius
26 January 2026 11:15 WIB
Imigrasi: Sindikat penipuan love scam di Tangerang dikendalikan lima warga China
19 January 2026 13:36 WIB
China tetap mendukung PBB meski AS mundur dari puluhan badan multilater PBBal
09 January 2026 6:20 WIB
Polisi mengerahkan 2.029 personel amankan agenda diplomatik China di Jakarta
03 December 2025 11:37 WIB