Harga emas bangkit 18,7 dolar
Sabtu, 5 Juni 2021 7:50 WIB
Ilustrasi: Emas batangan. (ANTARA/Shutterstock/pri).
Chicago (ANTARA) - Harga emas bangkit dari level terendah lebih dari dua minggu pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah data penggajian (payrolls) nonpertanian AS tidak naik sebanyak yang diharapkan, meskipun emas mencatat penurunan mingguan terbesar sejak Maret.
Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, terangkat 18,7 dolar AS atau satu persen, menjadi ditutup pada 1.892 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Kamis (3/6/2021) harga emas berjangka anjlok 36,6 dolar AS atau 1,92 persen menjadi 1.873,30 dolar AS.
Harga emas berjangka menguat 4,9 dolar AS atau 0,26 persen menjadi 1.909,90 dolar AS pada Rabu (2/6/2021), setelah turun tipis 30 sen atau 0,02 persen menjadi 1.905 dolar AS pada Selasa (1/6/2021), dan meningkat 6,8 dolar AS atau 0,36 persen menjadi 1.905,30 dolar AS pada Jumat (28/5/2021).
Emas kehilangan sekitar 0,7 persen dalam seminggu, kerugian mingguan pertama dalam lima minggu terakhir.
“Kami melihat reli moderat setelah data penggajian non pertanian meleset ... lebih rendah dari beberapa pengamat pasar yang mencari angka jauh lebih besar dan ketika itu tidak terjadi, pasar emas yang bullish agak menghela nafas,” kata Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.
"Rebound yang kita lihat hari ini membuat tren naik pada grafik harian tetap hidup di pasar emas, dan itu mendorong kenaikan," tambah Wyckoff.
Data penggajian nonpertanian AS meningkat 559.000 bulan lalu dibandingkan perkiraan 650.000 dalam jajak pendapat Reuters, sementara pesanan baru untuk barang-barang buatan AS turun lebih besar dari yang diperkirakan pada April.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (4/5/2021) bahwa Amerika Serikat hanya menambahkan 559.000 pekerjaan pada Mei, lebih rendah dari yang diharapkan. Sementara itu, tingkat pengangguran turun ke titik terendah pandemi 5,8 persen pada Mei dari 6,1 persen pada April.
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun dari level tertinggi tiga minggu, membuat emas lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan bergerak lebih rendah.
“Bagian dari apa yang kami lihat dalam hal kekuatan pada emas adalah ekspektasi inflasi dan itu sebagian didasarkan pada data ekonomi yang lebih kuat, seperti pertumbuhan lapangan kerja yang lebih tinggi, pemulihan yang lebih luas di AS (dan) sebagian Eropa, dan China masih baik-baik saja,” kata Managing Partner CPM Group, Jeffrey Christian,.
"Harga emas mungkin akan terus diperdagangkan antara level 1.855 dolar AS dan 1.920 dolar AS per ounce," kata Christian.
Emas sering dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi.
Baca juga: Emas rebut kembali level 1.900 dolar
Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 41,9 sen atau 1,52 persen, menjadi ditutup pada 27,896 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 1,9 dolar AS atau 0,16 persen, menjadi ditutup pada 1.164,40 dolar per ounce.
Baca juga: Emas terus menguat di perdagangan Asia
Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, terangkat 18,7 dolar AS atau satu persen, menjadi ditutup pada 1.892 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Kamis (3/6/2021) harga emas berjangka anjlok 36,6 dolar AS atau 1,92 persen menjadi 1.873,30 dolar AS.
Harga emas berjangka menguat 4,9 dolar AS atau 0,26 persen menjadi 1.909,90 dolar AS pada Rabu (2/6/2021), setelah turun tipis 30 sen atau 0,02 persen menjadi 1.905 dolar AS pada Selasa (1/6/2021), dan meningkat 6,8 dolar AS atau 0,36 persen menjadi 1.905,30 dolar AS pada Jumat (28/5/2021).
Emas kehilangan sekitar 0,7 persen dalam seminggu, kerugian mingguan pertama dalam lima minggu terakhir.
“Kami melihat reli moderat setelah data penggajian non pertanian meleset ... lebih rendah dari beberapa pengamat pasar yang mencari angka jauh lebih besar dan ketika itu tidak terjadi, pasar emas yang bullish agak menghela nafas,” kata Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.
"Rebound yang kita lihat hari ini membuat tren naik pada grafik harian tetap hidup di pasar emas, dan itu mendorong kenaikan," tambah Wyckoff.
Data penggajian nonpertanian AS meningkat 559.000 bulan lalu dibandingkan perkiraan 650.000 dalam jajak pendapat Reuters, sementara pesanan baru untuk barang-barang buatan AS turun lebih besar dari yang diperkirakan pada April.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (4/5/2021) bahwa Amerika Serikat hanya menambahkan 559.000 pekerjaan pada Mei, lebih rendah dari yang diharapkan. Sementara itu, tingkat pengangguran turun ke titik terendah pandemi 5,8 persen pada Mei dari 6,1 persen pada April.
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun dari level tertinggi tiga minggu, membuat emas lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan bergerak lebih rendah.
“Bagian dari apa yang kami lihat dalam hal kekuatan pada emas adalah ekspektasi inflasi dan itu sebagian didasarkan pada data ekonomi yang lebih kuat, seperti pertumbuhan lapangan kerja yang lebih tinggi, pemulihan yang lebih luas di AS (dan) sebagian Eropa, dan China masih baik-baik saja,” kata Managing Partner CPM Group, Jeffrey Christian,.
"Harga emas mungkin akan terus diperdagangkan antara level 1.855 dolar AS dan 1.920 dolar AS per ounce," kata Christian.
Emas sering dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi.
Baca juga: Emas rebut kembali level 1.900 dolar
Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 41,9 sen atau 1,52 persen, menjadi ditutup pada 27,896 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 1,9 dolar AS atau 0,16 persen, menjadi ditutup pada 1.164,40 dolar per ounce.
Baca juga: Emas terus menguat di perdagangan Asia
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK menyita emas hingga uang asing senilai Rp40,5 miliar pada kasus barang KW
06 February 2026 7:23 WIB
Menpora memuji Kontingen Indonesia bawa pulang 135 medali emas dari APG 2025
26 January 2026 15:22 WIB
APG 2025 - Rafli dan Novia tambah dua emas untuk Indonesia lewat para judo
23 January 2026 17:56 WIB
ASEAN Para Games 2025: Siti Alfiah sumbang emas pertama dari para renang dalam
21 January 2026 11:57 WIB
Pemerintah menargetkan empat Sekolah Garuda baru mulai beroperasi tahun ini
14 January 2026 11:22 WIB