
Pelni Kupang memprediksi peningkatan pemudik hingga 5 persen

Kupang (ANTARA) - PT Pelni Cabang Kupang Kelas II, Nusa Tenggara Timur menyatakan arus mudik melalui Pelabuhan Tenau Kupang menggunakan kapal Pelni diprediksi naik sebesar 2 hingga 5 persen dari tahun 2025.
"Di tahun 2025 total pemudik yang menggunakan jasa kapal Pelni melalui Pelabuhan Tenau Kupang mencapai 17.119 pemudik, dan kali ini kami prediksi naik sekitar 2 hingga 5 persen," kata Kepala PT PELNI (Persero) Cabang Kupang Kelas II Teguh Hari Setiadi di Kupang, Jumat.
Hal ini disampaikannya saat ditemui wartawan di acara pembukaan Posko Angkutan Lebaran di Pelabuhan Tenau Kupang, bersama dengan instansi lainnya.
Teguh mengatakan pihaknya memprediksi kenaikan sebesar 18 ribu hingga 19 ribuan bisa terjadi di arus mudik dan balik menggunakan kapal Pelni.
Secara umum Pelni sendiri sudah siap untuk melayani para pemudik di Pelabuhan Tenau Kupang dan beberapa Pelabuhan di NTT yang dilayani oleh kapal-kapal Pelni.
Enam kapal yang disiapkan juga ujar dia sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari agar pelaksanaan pengangkutan untuk arus mudik dari Kupang dan sebaliknya berjalan dengan lancar.
Enam kapal yang melayani pemudik melalui Pelabuhan Tenau Kupang terdiri dari KM Bukit Siguntang, KM Tidar, KM Awu, KM Sirimau, KM Wilis serta KM Binaya.
Selain enam kapal penumpang, pihaknya juga menyiapkan tiga kapal perintis yang terdiri dari Sabuk Nusantara 90, Sabuk Nusantara 104 serta Sabuk Nusantara 108.
Dia menambahkan enam kapal penumpang serta tiga kapal perintis itu merupakan kapal-kapal yang memang selama ini melayani penumpang keluar dari NTT atau dari luar NTT.
“Karena itu jika ada pemudik yang hendak mudik menggunakan kapal Pelni, agar segera membeli tiket baik secara offline di loket resmi dan juga secara daring,” tambah dia.
Terkait tiket tambah dia, selama arus mudik Lebaran ini, pihaknya diberikan kesempatan untuk menambahkan penjualan tiket sebesar 30 persen dari total seat yang ada di kapal.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
