Benarkah alergi dapat disembuhkan?
Sabtu, 26 Juni 2021 15:12 WIB
Ilustrasi makanan dan minuman penyebab alergi (ANTARA/Shutterstock)
Jakarta (ANTARA) - Banyak masyarakat yang percaya bahwa alergi bisa hilang dengan sendirinya seiring dengan pertambahan usia. Bagaimana menurut pendapat ahli?
Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr., Sp.A(K), M.Kes. dokter anak konsultan alergi imunologi sekaligus Guru Besar Universitas Padjadjaran mengatakan bahwa anak yang mengalami alergi khususnya susu sapi akan mengalami remisi atau mengurangnya tanda klinis pada suatu penyakit.
Pada tahun pertama atau berusia setahun, alergi anak terhadap susu sapi berkurang 45 persen - 55 persen. Memasuki tahun kedua, berkurang lagi sebanyak 60 persen - 75 persen terhadap alergi.
"Pada tahun ketiga dia sampai 90 persen, dia tidak alergi lagi dan tahun kelima hampir 100 persen anak-anak yang tadinya alergi susu sapi, dia tidak alergi lagi," ujar Prof. Budi dalam acara "Atasi Alergi Si Kecil dengan Deteksi Dini" pada Sabtu, (26/6).
Sementara itu, untuk anak yang menderita alergi susu sapi, Prof. Budi menyarankan untuk diberikan susu formula khusus asam amino atau susu hidrolisa ekstensif.
"Kalau mahal atau susunya sudah didapat boleh diberikan susu formula soya," kata Prof. Budi.
Menurut Prof. Budi, susu formula soya saat ini bukan hanya sekadar susu kedelai biasa. Banyak susu soya khususnya untuk anak-anak yang sudah ditambahkan vitamin, mineral dan protein.
Baca juga: Dokter: Kanker payudara kerap terlambat disadari penderita
"Jadi berdasarkan hasil penelitian, dibandingkan anak dengan ASI, susu formula sapi dan susu soya, ternyata pertumbuhan perkembangannya tidak jauh berbeda, bahkan sama, jadi bunda tidak perlu khawatir," ujar Prof. Budi.
Baca juga: CPR bisa selamatkan orang henti jantung
Prof. Budi melanjutkan, "Organisasi Alergi Dunia (WAO) juga menyarankan pemberian probiotik baik untuk pencegahan dan pengobatan alergi.
Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr., Sp.A(K), M.Kes. dokter anak konsultan alergi imunologi sekaligus Guru Besar Universitas Padjadjaran mengatakan bahwa anak yang mengalami alergi khususnya susu sapi akan mengalami remisi atau mengurangnya tanda klinis pada suatu penyakit.
Pada tahun pertama atau berusia setahun, alergi anak terhadap susu sapi berkurang 45 persen - 55 persen. Memasuki tahun kedua, berkurang lagi sebanyak 60 persen - 75 persen terhadap alergi.
"Pada tahun ketiga dia sampai 90 persen, dia tidak alergi lagi dan tahun kelima hampir 100 persen anak-anak yang tadinya alergi susu sapi, dia tidak alergi lagi," ujar Prof. Budi dalam acara "Atasi Alergi Si Kecil dengan Deteksi Dini" pada Sabtu, (26/6).
Sementara itu, untuk anak yang menderita alergi susu sapi, Prof. Budi menyarankan untuk diberikan susu formula khusus asam amino atau susu hidrolisa ekstensif.
"Kalau mahal atau susunya sudah didapat boleh diberikan susu formula soya," kata Prof. Budi.
Menurut Prof. Budi, susu formula soya saat ini bukan hanya sekadar susu kedelai biasa. Banyak susu soya khususnya untuk anak-anak yang sudah ditambahkan vitamin, mineral dan protein.
Baca juga: Dokter: Kanker payudara kerap terlambat disadari penderita
"Jadi berdasarkan hasil penelitian, dibandingkan anak dengan ASI, susu formula sapi dan susu soya, ternyata pertumbuhan perkembangannya tidak jauh berbeda, bahkan sama, jadi bunda tidak perlu khawatir," ujar Prof. Budi.
Baca juga: CPR bisa selamatkan orang henti jantung
Prof. Budi melanjutkan, "Organisasi Alergi Dunia (WAO) juga menyarankan pemberian probiotik baik untuk pencegahan dan pengobatan alergi.
Pewarta : Maria Cicilia
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK: Anak usaha Kemenkeu PT KD mencairkan invois fiktif di kasus hakim PN Depok
07 February 2026 7:11 WIB
Kapolda NTT menyalurkan bantuan sosial untuk orang tua bocah yang bunuh diri
05 February 2026 16:19 WIB
KPPPA bersama kepolisian mendalami penyebab anak SD di Ngada NTT akhiri hidup
05 February 2026 15:10 WIB
Kemensos mengirim tim untuk mendampingi keluarga dari kasus anak SD di NTT
04 February 2026 18:31 WIB