NTT kirim sample swab deteksi varian Delta
Senin, 5 Juli 2021 10:31 WIB
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu. ANTARA/ Benny Jahang
Kupang (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Nusa Tenggara Timur telah mengirim sampel swab milik sejumlah pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 yang diduga mengarah pada varian baru Delta.
"Pemerintah Provinsi NTT memang telah mengirim sejumlah sampel swab untuk diperiksa lebih mendalam di Jakarta dan Surabaya karena dicurigai sebagai varian baru Delta," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu di Kupang, Minggu, (4/7).
Ia mengatakan hasil pemeriksaan terhadap sejumlah sampel swab itu belum diterima sehingga belum dapat dipastikan adanya varian baru Delta dengan terus meningkatnya kasus COVID-19 di NTT.
"Hal itu baru bisa diketahui dari hasil pemeriksaan swab pasien," kata Marius.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten/kota yang memiliki pasien COVID-19 dengan dugaan terpapar varian baru Delta untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pasien itu agar tidak melakukan kontak erat dengan orang lain.
"Bila perlu pasien diisolasi dalam satu ruangan khusus sehingga tidak berpotensi adanya penularan virus kepada orang lain," tegas Marius.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Retnowati mengatakan sejumlah sampel swab yang dicurigai adanya varian baru Delta sudah dikirim ke Jakarta untuk diperiksa.
Baca juga: Pemda NTT apresiasi TNI/Polri percepat vaksinasi
"Kami masih menunggu apakah sejumlah sampel swab yang dikirim itu ada paparan virus Delta atau tidak. Kami masih menunggu hasilnya," kata Retnowati.
Baca juga: Pasien positif Corona di NTT bertambah 1.033 orang
Ia berharap warga Kota Kupang untuk tetap mentaati protokol kesehatan pencegahan COVID-19 karena jumlah kasus positif COVID-19 di Kota Kupang terus meningkat hingga menembus 7.733 orang.
"Pemerintah Provinsi NTT memang telah mengirim sejumlah sampel swab untuk diperiksa lebih mendalam di Jakarta dan Surabaya karena dicurigai sebagai varian baru Delta," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu di Kupang, Minggu, (4/7).
Ia mengatakan hasil pemeriksaan terhadap sejumlah sampel swab itu belum diterima sehingga belum dapat dipastikan adanya varian baru Delta dengan terus meningkatnya kasus COVID-19 di NTT.
"Hal itu baru bisa diketahui dari hasil pemeriksaan swab pasien," kata Marius.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten/kota yang memiliki pasien COVID-19 dengan dugaan terpapar varian baru Delta untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pasien itu agar tidak melakukan kontak erat dengan orang lain.
"Bila perlu pasien diisolasi dalam satu ruangan khusus sehingga tidak berpotensi adanya penularan virus kepada orang lain," tegas Marius.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Retnowati mengatakan sejumlah sampel swab yang dicurigai adanya varian baru Delta sudah dikirim ke Jakarta untuk diperiksa.
Baca juga: Pemda NTT apresiasi TNI/Polri percepat vaksinasi
"Kami masih menunggu apakah sejumlah sampel swab yang dikirim itu ada paparan virus Delta atau tidak. Kami masih menunggu hasilnya," kata Retnowati.
Baca juga: Pasien positif Corona di NTT bertambah 1.033 orang
Ia berharap warga Kota Kupang untuk tetap mentaati protokol kesehatan pencegahan COVID-19 karena jumlah kasus positif COVID-19 di Kota Kupang terus meningkat hingga menembus 7.733 orang.
Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkeu Purbaya: Penempatan Rp200 triliun di Himbara bisa terserap sektor rill sebulan
16 September 2025 13:09 WIB
Danantara: Kesepakatan membeli 50 pesawat Boeing sudah ada sebelum pandemi COVID-19
29 July 2025 14:02 WIB
KPK mengusut harga barang yang disuplai untuk bansos presiden terkait COVID-19
22 July 2025 11:36 WIB
Presiden Jokowi persilakan KPK mengusut dugaan korupsi Bansos COVID-19 tahun 2020
27 June 2024 18:00 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB