Satgas Pamtas RI-Timor Leste bantu bangun rumah adat
Sabtu, 10 Juli 2021 12:37 WIB
Personel Satgas Pamtas RI-Timor Leste bersama warga Desa Tasinifu, Kabupaten Timor Tengah Utara bergotong-royong membangun rumah adat. (ANTARA/HO-Satgas Pamtas RI-Timor Leste Sektor Barat Yonarmed 6/3 Kostrad)
Kupang (ANTARA) - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Timor Leste mengerahkan sejumlah personel untuk membantu pembangunan rumah adat milik warga di Desa Tasinifu, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.
"Kami kerahkan personel di bawah pimpinan Wakil Komandan Pos Serda Chaerul bersama 4 personel untuk membantu meringankan warga membangun rumah adat mereka," kata Komandan Satgas Pamtas RI-Timor Leste Sektor Barat Yonarmed 6/3 Kostrad Letkol Arm Andang Radianto saat dikonfirmasi, Sabtu, (9/7).
Ia mengapresiasi kegiatan gotong-royong antara TNI-AD dan warga ini sebagai wujud nyata dari moto TNI, yakni TNI kuat bersama rakyat.
Selain menjalankan tugas pokok sebagai prajurit penjaga wilayah perbatasan, kata Radianto, Satgas Pamtas juga melakukan berbagai kegiatan teritorial, salah satunya membatu warga dalam pembangunan fisik.
"Dengan kegiatan seperti ini maka komunikasi dan persaudaraan antara TNI dan rakyat di perbatasan semakin terjalin dengan erat untuk bersama-sama menjaga wilayah perbatasan," katanya.
Di sisi lain, katanya, rumah adat juga merupakan warisan budaya yang harus terus dilestarikan agar nilai-nilai budaya terus diwariskan ke generasi penerus.
Sementara itu, perwakilan dari keluarga pemilik rumah adat, Martinus Elu mengapresiasi dukungan personel Satgas Pamtas yang selalu hadir membantu meringankan beban warga.
"Bapak-bapak TNI dari Satgas Pamtas selalu memberikan rasa aman dan terus membantu kami warga di perbatasan ini dalam kesulitan apapun yang dihadapi," katanya.
Baca juga: Satgas Pamtas RI-RDTL semprot disinfektan di rumah warga
Baca juga: Satgas Pamtas RI-Timor Leste latih warga ternak ayam
Ia mengatakan warga setempat selalu menyambut baik keterlibatan Satgas Pamtas dalam berbagai sektor pembangunan karena sudah banyak bukti nyata kontribusi yang diberikan.
"Kami kerahkan personel di bawah pimpinan Wakil Komandan Pos Serda Chaerul bersama 4 personel untuk membantu meringankan warga membangun rumah adat mereka," kata Komandan Satgas Pamtas RI-Timor Leste Sektor Barat Yonarmed 6/3 Kostrad Letkol Arm Andang Radianto saat dikonfirmasi, Sabtu, (9/7).
Ia mengapresiasi kegiatan gotong-royong antara TNI-AD dan warga ini sebagai wujud nyata dari moto TNI, yakni TNI kuat bersama rakyat.
Selain menjalankan tugas pokok sebagai prajurit penjaga wilayah perbatasan, kata Radianto, Satgas Pamtas juga melakukan berbagai kegiatan teritorial, salah satunya membatu warga dalam pembangunan fisik.
"Dengan kegiatan seperti ini maka komunikasi dan persaudaraan antara TNI dan rakyat di perbatasan semakin terjalin dengan erat untuk bersama-sama menjaga wilayah perbatasan," katanya.
Di sisi lain, katanya, rumah adat juga merupakan warisan budaya yang harus terus dilestarikan agar nilai-nilai budaya terus diwariskan ke generasi penerus.
Sementara itu, perwakilan dari keluarga pemilik rumah adat, Martinus Elu mengapresiasi dukungan personel Satgas Pamtas yang selalu hadir membantu meringankan beban warga.
"Bapak-bapak TNI dari Satgas Pamtas selalu memberikan rasa aman dan terus membantu kami warga di perbatasan ini dalam kesulitan apapun yang dihadapi," katanya.
Baca juga: Satgas Pamtas RI-RDTL semprot disinfektan di rumah warga
Baca juga: Satgas Pamtas RI-Timor Leste latih warga ternak ayam
Ia mengatakan warga setempat selalu menyambut baik keterlibatan Satgas Pamtas dalam berbagai sektor pembangunan karena sudah banyak bukti nyata kontribusi yang diberikan.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenag mempercepat implementasi wajib halal di Kabupaten Sumba Timur NTT
11 February 2026 13:59 WIB
Kapolda NTT menyalurkan bantuan sosial untuk orang tua bocah yang bunuh diri
05 February 2026 16:19 WIB
Festival Lamaholot lolos KEN 2026 dan diyakini dongkrak pariwisata Lembata
27 January 2026 20:45 WIB
KPK: Bupati Sudewo diduga memanfaatkan kekosongan 601 jabatan perangkat desa
21 January 2026 6:02 WIB
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
Menteri PPPA: Penanganan kasus kekerasan seksual harus berperspektif korban
15 February 2026 11:04 WIB
KPK mendalami kaitan rangkap jabatan Mulyono dengan kasus restitusi pajak
15 February 2026 11:01 WIB
Presiden Prabowo: Kami tahu ada yang mengganggu Indonesia, kami tidak bodoh
14 February 2026 8:24 WIB
Eks Dirut PT PIS dituntut 14 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:16 WIB
Anak Riza Chalid dituntut 18 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:14 WIB
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB