Beijing (ANTARA) - China pada Rabu, (8/9) mengatakan siap melanjutkan komunikasi dengan pemimpin pemerintahan baru Taliban di Afganistan dan menyebut hal itu sebagai "satu langkah penting" dalam rekonstruksi.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin dalam konferensi pers di Beijing, ketika ditanya apakah China akan mengakui pemerintahan baru yang para pemimpinnya ditunjuk pada Selasa.

Taliban menunjuk sejumlah petinggi di kalangan mereka untuk mengisi pos-pos menteri di pemerintahan baru Afghanistan, termasuk rekan pendiri kelompok militan itu sebagai perdana menteri dan seorang buronan dalam daftar terorisme AS sebagai menteri dalam negeri.

China menghormati kedaulatan, kemerdekaan dan integritas wilayah Afghanistan, ujar Wang.

Setelah pada Agustus Taliban berhasil menguasai Afghanistan, China menyerukan pembentukan sebuah pemerintahan yang "terbuka dan inklusif".

Baca juga: Pemerintah China tepis rumor pengambilalihan pangkalan militer AS di Afghanistan
Baca juga: Taliban klaim rebut Panjshir

"Kami berharap otoritas Afghanistan yang baru secara luas akan mendengarkan masyarakat dari semua ras dan faksi sehingga dapat memenuhi aspirasi rakyatnya sendiri dan harapan masyarakat internasional," kata Wang. (Antara/Reuters)
 

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024