ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan di Afghanistan timur
Senin, 20 September 2021 7:11 WIB
Arsip - Seorang tentara Tentara Nasional Afghanistan memeriksa puing-puing mobil tentara yang terbakar di lokasi ledakan di Jalalabad, Afghanistan, Kamis (28/1/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Parwiz/HP/sa.
Kairo (ANTARA) - Kelompok ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangkaian pengeboman di Kota Jalalabad di Afghanistan timur, demikian yang disampaikan Kantor Berita Amaaq milik ISIS melalui Telegram pada Minggu (19/9).
"Lebih dari 35 anggota milisi tewas atau terluka dalam serentetan ledakan," kata kelompok itu, merujuk pada ledakan Sabtu (18/9) dan Minggu, (20/9).
Tidak ada pernyataan langsung dari pihak Taliban mengenai jumlah korban tewas.
Sejumlah sumber pada Sabtu mengatakan kepada Reuters bahwa sedikitnya tiga orang tewas dan sekitar 20 orang lainnya terluka akibat ledakan di Jalalabad.
Jalalabad merupakan ibu kota provinsi Nangarhar, markas kelompok ISIS yang aktif sejak Kabul jatuh ke tangan Taliban.
Sumber mengaku mendapat informasi dari pihak rumah sakit dan saksi mata.
Baca juga: Militan ISIS lancarkan serangan, tewaskan 10 polisi Irak
Serangkaian pengeboman di bandara Kabul pada 26 Agustus yang diklaim oleh ISIS menelan lebih dari 180 korban jiwa.
Baca juga: UNHCR ingatkan kemungkinan "penderitaan lebih besar" di Afghanistan
Serangan itu termasuk yang paling mematikan selama dua dekade pendudukan AS di Afghanistan. (Antara/Reuters)
"Lebih dari 35 anggota milisi tewas atau terluka dalam serentetan ledakan," kata kelompok itu, merujuk pada ledakan Sabtu (18/9) dan Minggu, (20/9).
Tidak ada pernyataan langsung dari pihak Taliban mengenai jumlah korban tewas.
Sejumlah sumber pada Sabtu mengatakan kepada Reuters bahwa sedikitnya tiga orang tewas dan sekitar 20 orang lainnya terluka akibat ledakan di Jalalabad.
Jalalabad merupakan ibu kota provinsi Nangarhar, markas kelompok ISIS yang aktif sejak Kabul jatuh ke tangan Taliban.
Sumber mengaku mendapat informasi dari pihak rumah sakit dan saksi mata.
Baca juga: Militan ISIS lancarkan serangan, tewaskan 10 polisi Irak
Serangkaian pengeboman di bandara Kabul pada 26 Agustus yang diklaim oleh ISIS menelan lebih dari 180 korban jiwa.
Baca juga: UNHCR ingatkan kemungkinan "penderitaan lebih besar" di Afghanistan
Serangan itu termasuk yang paling mematikan selama dua dekade pendudukan AS di Afghanistan. (Antara/Reuters)
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menteri Pengungsi Afghanistan tewas dalam serangan teroris di Kabul
12 December 2024 14:05 WIB, 2024
PemerintahTaliban bantah klaim PBB terkait teroris muncul agi di Afghanistan
28 August 2023 12:29 WIB, 2023
Penghapusan pendidikan bagi perempuan di Afghanistan diskriminatif, kata PBB
22 March 2023 6:51 WIB, 2023
Bom bunuh diri di pusat pendidikan Afghanistan menewaskan 19 orang
30 September 2022 18:39 WIB, 2022
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
The New York Times: Kapal induk USS Abraham Lincoln siap serang Iran dalam 1-2 hari
27 January 2026 13:41 WIB
Pemerintah China menyelidiki dua jenderal atas dugaan pelanggaran disiplin serius
26 January 2026 11:15 WIB
Pengamat UI: Dewan Perdamaian Gaza bentukan Trump harus terus diawasi secara ketat
23 January 2026 17:54 WIB