Labuan Bajo, NTT (AntaraNews NTT) - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa (20/3) mengunjungi Labuan Bajo untuk memimpin rapat koordinasi menjelang kunjungan para tamu dari IMF-World Bank pada Oktober 2018 usai melaksanakan annual meeting di Denpasar, Bali pada Oktober 2018..

"Saya mau lihat persiapan turisnya. Karena sudah kita rapatkan di Jakarta, sekarang kita mau lihat apa yang harus kita perbaiki di sini. Kemarin kami sudah ke Mandalika dan di Banyuwangi," katanya kepada pers di Bandara Komodo Labuan Bajo, Selasa (20/3).

Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu objek wisata unggulan nasional yang ditawarkan Indonesia kepada para tamu dari IMF-WB.

Menko Luhut meninjau kawasan wisata Puncak Waringin dan proses revitalisasi kawasan wisata kuliner Kampung Ujung, yang masuk dalam pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo.

Di Kampung Ujung, Menko Luhut meminta Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch. Dula untuk lebih tegas dalam mendisiplinkan warganya dalam menjaga kebersihan wilayah mereka.

Baca juga: Feature - Labuan Bajo terus bersolek
Baca juga: NTT persiapkan Labuan Bajo sambut Annual Meeting Labuan Bajo, kota wisata yang sedang bersolek di Pulau Flores bagian barat, NTT (ANTARA Foto/dok)
"Pak bupati, ada baiknya juga untuk menerapkan sanksi bagi mereka yang tidak bisa menjaga kebersihan lingkungan sebagai efek jera," kata Menko Luhut ketika melihat sampah rumah tangga di pesisir pantai di lokasi tersebut.

Menko Luhut juga berdiskusi dengan pedagang kain tradisional yang berdagang di sana."Bagaimana menurut bapak kalau kita sediakan tempat untuk berdagang di sini," tanya Menko Luhut.

"Senang sekali Bapak," jawab para pedagang. Menko Luhut juga bertanya jawab dengan nelayan yang baru saja mendarat di pantai setelah seharian mencari ikan di wilayah perairan sekitarnya.

Menko Luhut juga menanyakan beberapa hal yang menyangkut revitalisasi tersebut, seperti apakah pemda sudah memikirkan masalah toilet dan sarana kebersihan, sebagai bagian dari rencana pembangunan terintegrasi.

Menurutnya, persoalan kebersihan sampah dan toilet di daerah wisata menjadi faktor yang penting untuk dibenahi agar destinasi wisata ini berkualitas dan menarik untuk dikunjungi wisatawan..

Malam harinya, Menko Luhut memimpin rapat koordinasi dengan bupati beserta jajaran Pemkab Manggarai barat, kementerian terkait seperti Lingkungan Hidup, Pariwisata, kementerian PUPR dan beberapa kementerian lainnya.

Baca juga: Rp15 miliar untuk sampah di Labuan Bajo
Baca juga: Upaya membersihkan Labuan Bajo dari noda sampah Pantai Pink di Labuan Bajo, Flores Barat, Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu idola bagi para wisatawan yang hendak melancong ke ujung barat nusa bunga itu. (ANTARA Foto)
Dalam rapat ini, dibahas berbagai kendala dan masalah dalam pengembangan Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata yang akan menjadi salah satu tujuan Paket Tour IMF-World Bank Annual Meeting 2018.

"Saya minta kita mempersiapkan ini semua sehingga infrastrukturnya baik, hotel, listrik cukup, dan kebersihannya terjaga," demikian Menko Kemaritiman Luhut Binsat Pandjaita kepada para peserta rapat.

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2024