Kupang (ANTARA) - Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Dudung Abdurachman menilai bahwa prajurit Satgas Pamtas RI-RDTL Armed 6 Divisi 3 Kostrad yang bertugas di perbatasan sudah menjalankan tugasnya dengan baik dan benar.

"Hal ini karena melalui kegiatan teritorial mereka mampu mendapatkan banyak senjata rakitan dari sejumlah warga di daerah perbatasan itu," katanya saat melakukan kunjungan kerja ke Markas Komando Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat di Eban Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, Kamis, (24/9).

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan hasil kunjungan kerjanya ke sejumlah kawasan perbatasan di NTT, khususnya di Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat.

Ia mengatakan sejumlah senjata rakitan yang diperoleh itu adalah milik masyarakat di perbatasan bekas dari konflik Timor-Timur (sekarang Timor Leste, red) yang secara sukarela memberikan kepada satgas pamtas.

Ia mengatakan bahwa dengan upaya-upaya yang dilakukan oleh komandan satuan dengan seluruh jajaran prajurit Satgas di perbatasan sejumlah senjata rakitan berhasil di kumpulkan.

Sejumlah senjata yang dikumpulkan itu antara lain 126 senjata api jenis spring field, pistol rakitan 18 pucuk, munisi 1.421 butir dan granat lima unit.

Sejumlah senjata rakitan itu nantinya akan dimusnahkan setelah Satgas Pamtas RI-RDTL menyelesaikan masa tugas di wilayah perbatasan itu.

Baca juga: Satgas Pamtas RI-RDTL telah terima 144 senjata api dari warga

Kunjungan kerja Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurahman ke perbatasan RI-RDTL, didampingi Mayjen TNI Ilyas Alamsyah, Brigjen TNI Ardhiheri, Brigjen TNI Imam, Brigjen TNI Bagus Suryadi Tayo, Brigjen TNI Piek Budyakto.

Baca juga: Satgas Pamtas RI-RDTL amankan lima karung pakaian bekas

Disamping itu juga didampingi Dankolakops Satgas Pamtas RI-RDTL yang juga merupakan Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko, Kasiops Kolakops Pamtas RI-RDTL Letkol Inf Horas Sitinjak, Dandenkesyah 09-04-01/Kupang, Dandebekang/Kupang dan Dandim 1618/TTU Letkol Arm Roni Junai.
 

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024