BMKG keluarkan peringatan hujan deras di beberapa wilayah Indonesia
Minggu, 10 Oktober 2021 9:18 WIB
Kumpulan awan pekat menyelimuti perumahan penduduk Kota Lhokseumawe, Aceh, Kamis (30/9/2021). . ANTARA FOTO/Rahmad/hp (ANTARA FOTO/RAHMAD)
Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini prakiraan hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia pada Minggu (10/10).
Informasi yang dikutip dari situs BMKG pada Minggu, disampaikan potensi hujan disertai kilat dan angin kencang diperingatkan untuk Provinsi Bengkulu, Jambi, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat.
Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat.
Dikemukakan BMKG, sirkulasi siklonik terpantau di perairan barat Sumatera Utara yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Bengkulu hingga Kepulauan Mentawai.
Sirkulasi siklonik lainnya juga terpantau di Laut Banda sebelah barat Papua yang membentuk daerah konvergensi di perairan utara Kepulauan Aru. Daerah konvergensi lainnya terpantau di Pulau Nias hingga Selat Malaka bagian tengah, dari Sulawesi Tenggara hingga Teluk Tomini, di Papua Barat dan di sepanjang Papua bagian tengah.
"Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di daerah konvergensi tersebut," sebut BMKG.
Di samping itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi banjir di beberapa wilayah, yakni Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah dan Papua.
Baca juga: Nelayan diimbau waspadai gelombang tinggi di perairan selatan NTT
Baca juga: Waspada potensi hujan disertai angin kencang di NTT
Informasi yang dikutip dari situs BMKG pada Minggu, disampaikan potensi hujan disertai kilat dan angin kencang diperingatkan untuk Provinsi Bengkulu, Jambi, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat.
Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat.
Dikemukakan BMKG, sirkulasi siklonik terpantau di perairan barat Sumatera Utara yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Bengkulu hingga Kepulauan Mentawai.
Sirkulasi siklonik lainnya juga terpantau di Laut Banda sebelah barat Papua yang membentuk daerah konvergensi di perairan utara Kepulauan Aru. Daerah konvergensi lainnya terpantau di Pulau Nias hingga Selat Malaka bagian tengah, dari Sulawesi Tenggara hingga Teluk Tomini, di Papua Barat dan di sepanjang Papua bagian tengah.
"Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di daerah konvergensi tersebut," sebut BMKG.
Di samping itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi banjir di beberapa wilayah, yakni Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah dan Papua.
Baca juga: Nelayan diimbau waspadai gelombang tinggi di perairan selatan NTT
Baca juga: Waspada potensi hujan disertai angin kencang di NTT
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG mendeteksi potensi hujan petir guyur sejumlah kota besar di Indonesia hari ini
21 April 2026 11:59 WIB
BMKG: Dua perairan di NTT berpotensi gelombang laut setinggi hingga 2,5 meter
06 April 2026 11:53 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Sebanyak 391 calon haji Indonesia kloter pertama diberangkatkan ke Tanah Suci
22 April 2026 6:59 WIB
MBG telah menjangkau 27 ribu SPPG dengan serapan anggaran capai Rp60 triliun
20 April 2026 14:00 WIB