Dubes Prancis diminta pergi dari Belarus
Senin, 18 Oktober 2021 11:29 WIB
Arsip - Pendukung oposisi mengibarkan bendera sejarah putih-merah-putih Belarus di depan penegak hukum dalam rapat umum yang menuntut pengunduran diri Presiden Belarus Alexander Lukashenko lebih dari sebulan setelah pemilihan presiden yang disengketakan di Minsk, Belarus, September 2020.
Paris (ANTARA) - Duta besar Prancis telah diperintahkan pergi dari Belarus dan dia telah meninggalkan negara tersebut, lapor Kantor Berita Prancis AFP pada Minggu (17/10) mengutip kedutaan besar Prancis di Minsk.
Pihaknya tidak menjelaskan alasan Duta Besar Nicolas de Bouillane de Lacoste diusir. Media setempat melaporkan bahwa pemerintah di Minsk telah memanggil pulang dubesnya untuk Paris, Igor Fesenko.
Namun, kedubes Prancis menulis di situsnya bahwa Lacoste pada Rabu menjamu perwakilan Govori Pravdu (Tell the Truth), organisasi non-pemerintah yang baru-baru ini dilarang, termasuk bertemu salah satu pemimpinnya, Andrey Dmitriev, yang mencalonkan diri pada pilpres tahun lalu.
Kementerian Luar Negeri Belarus dan Prancis serta kedubes Prancis belum dapat dihubungi untuk dimintai komentar.
Baca juga: Ini sungguh gila, ungkap ayah jurnalis Belarus yang ditahan
Hubungan antara negara-negara anggota Uni Eropa dan Belarus surut sejak Presiden Alexander Lukashenko tahun lalu kembali memenangi pemilihan yang dituduh oposisi diwarnai kecurangan.
Baca juga: EU ancam batasi lalu lintas udara di Belarus
Dia menindak keras oposisi dengan menangkap semua tokoh pentingnya atau mengirim mereka ke pengasingan. (Antara/Reuters)
Pihaknya tidak menjelaskan alasan Duta Besar Nicolas de Bouillane de Lacoste diusir. Media setempat melaporkan bahwa pemerintah di Minsk telah memanggil pulang dubesnya untuk Paris, Igor Fesenko.
Namun, kedubes Prancis menulis di situsnya bahwa Lacoste pada Rabu menjamu perwakilan Govori Pravdu (Tell the Truth), organisasi non-pemerintah yang baru-baru ini dilarang, termasuk bertemu salah satu pemimpinnya, Andrey Dmitriev, yang mencalonkan diri pada pilpres tahun lalu.
Kementerian Luar Negeri Belarus dan Prancis serta kedubes Prancis belum dapat dihubungi untuk dimintai komentar.
Baca juga: Ini sungguh gila, ungkap ayah jurnalis Belarus yang ditahan
Hubungan antara negara-negara anggota Uni Eropa dan Belarus surut sejak Presiden Alexander Lukashenko tahun lalu kembali memenangi pemilihan yang dituduh oposisi diwarnai kecurangan.
Baca juga: EU ancam batasi lalu lintas udara di Belarus
Dia menindak keras oposisi dengan menangkap semua tokoh pentingnya atau mengirim mereka ke pengasingan. (Antara/Reuters)
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Australia jatuhkan sanksi terhadap Presiden Belarus Alexander Lukashenko
25 March 2022 9:20 WIB, 2022
Presiden Zelensky: Ukraina siap berunding dengan Rusia asal tidak di Belarus
28 February 2022 7:25 WIB, 2022
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Korban tewas akibat banjir bandang Nepal dan perbatasan China capai 633, hampir 3.000 hilang
30 August 2026 9:00 WIB