Serangan di Norwegia gunakan senjata tikam
Selasa, 19 Oktober 2021 9:25 WIB
Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Stoere (Partai Buruh) meletakkan bunga dan menyalakan lilin saat melakukan lawatan ke Kongsberg, Norwegia, pada Jumat (15/10/2021) pascaserangan maut. ANTARA/Terje Bendiksby/NTB/via REUTERS/tm
Oslo (ANTARA) - Lima orang yang tewas di sebuah kota kecil di Norwegia pekan lalu semuanya ditikam dan bukan ditembak dengan busur dan anak panah seperti yang diduga sebelumnya, ungkap polisi pada Senin (18/10).
Empat perempuan dan satu pria berusia 52-78 tahun tewas dalam serangan 13 Oktober di Kota Kongsberg, yang berjarak sekitar 70 km dari Ibu Kota Oslo.
Tiga orang lainnya mengalami luka, termasuk seorang polisi yang sedang bertugas. Polisi tersebut ditembak dengan busur dan panah pada awal serangan yang berlangsung selama 35 menit itu.
Namun, pelaku tampaknya membuang senjata itu, kata penyelidik.
"Lima orang tewas akibat senjata tikam," ungkap inspektur polisi Per Thomas Omholt saat konferensi pers.
Ia menolak menyebutkan jenis-jenis senjata yang digunakan pelaku, apakah pisau atau senjata lebih besar.
"Sejumlah orang dibunuh di dalam rumahnya sendiri, yang lainnya di tempat umum," kata Omholt.
Pada Rabu pekan sebelumnya, polisi mengatakan seorang pria "bersenjatakan" busur dan anak panah melakukan pembunuhan. Mereka lantas menambahkan bahwa senjata-senjata lain juga digunakan dalam kejadian itu.
Omholt tidak menjelaskan alasan dirinya membutuhkan enam hari untuk mengklarifikasi senjata yang digunakan.
Para saksi mata menceritakan kepada Reuters bagaimana mereka menyelamatkan diri saat serangan terjadi.
Baca juga: Dua orang bocah tewas dalam serangan rudal di Yaman
Tersangka tunggal dalam kasus tersebut, yang disebut polisi bernama Espen Andersen Braathen, 37 tahun, diyakini oleh penyelidik mengalami gangguan mental dan saat ini ditahan di rumah sakit jiwa.
Baca juga: Militer Myanmar melancarkan serangan udara
Jumlah korban tewas itu menjadi yang terbanyak dalam sejarah Norwegia sejak 2011, ketika ekstremis sayap kanan Anders Behring Breivik membantai 77 orang, yang mayoritas adalah adalah kaum remaja di sebuah perkemahan pemuda. (Antara/Reuters)
Empat perempuan dan satu pria berusia 52-78 tahun tewas dalam serangan 13 Oktober di Kota Kongsberg, yang berjarak sekitar 70 km dari Ibu Kota Oslo.
Tiga orang lainnya mengalami luka, termasuk seorang polisi yang sedang bertugas. Polisi tersebut ditembak dengan busur dan panah pada awal serangan yang berlangsung selama 35 menit itu.
Namun, pelaku tampaknya membuang senjata itu, kata penyelidik.
"Lima orang tewas akibat senjata tikam," ungkap inspektur polisi Per Thomas Omholt saat konferensi pers.
Ia menolak menyebutkan jenis-jenis senjata yang digunakan pelaku, apakah pisau atau senjata lebih besar.
"Sejumlah orang dibunuh di dalam rumahnya sendiri, yang lainnya di tempat umum," kata Omholt.
Pada Rabu pekan sebelumnya, polisi mengatakan seorang pria "bersenjatakan" busur dan anak panah melakukan pembunuhan. Mereka lantas menambahkan bahwa senjata-senjata lain juga digunakan dalam kejadian itu.
Omholt tidak menjelaskan alasan dirinya membutuhkan enam hari untuk mengklarifikasi senjata yang digunakan.
Para saksi mata menceritakan kepada Reuters bagaimana mereka menyelamatkan diri saat serangan terjadi.
Baca juga: Dua orang bocah tewas dalam serangan rudal di Yaman
Tersangka tunggal dalam kasus tersebut, yang disebut polisi bernama Espen Andersen Braathen, 37 tahun, diyakini oleh penyelidik mengalami gangguan mental dan saat ini ditahan di rumah sakit jiwa.
Baca juga: Militer Myanmar melancarkan serangan udara
Jumlah korban tewas itu menjadi yang terbanyak dalam sejarah Norwegia sejak 2011, ketika ekstremis sayap kanan Anders Behring Breivik membantai 77 orang, yang mayoritas adalah adalah kaum remaja di sebuah perkemahan pemuda. (Antara/Reuters)
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
HTURKI BelaN BeNDAasil pertandingan perdana kualifikasi Piala Dunia 2022
25 March 2021 7:43 WIB, 2021
14 penari muda dari Sabu Raijua ke arena Wonderful Indonesia di Norwegia
25 June 2019 12:52 WIB, 2019
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
The New York Times: Kapal induk USS Abraham Lincoln siap serang Iran dalam 1-2 hari
27 January 2026 13:41 WIB
Pemerintah China menyelidiki dua jenderal atas dugaan pelanggaran disiplin serius
26 January 2026 11:15 WIB
Pengamat UI: Dewan Perdamaian Gaza bentukan Trump harus terus diawasi secara ketat
23 January 2026 17:54 WIB