DPRD NTT minta sekolah kawal prokes dalam PTM
Sabtu, 30 Oktober 2021 6:07 WIB
Ketua DPRD NTT Emelia Nomleni. ANTARA/Aloysius Lewokeda
Kupang (ANTARA) - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur Emelia Nomleni meminta penyelenggara sekolah SD-SMA di seluruh NTT agar mengawal ketat protokol kesehatan (prokes) dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
"Sekolah tatap muka ini menjadi catatan penting untuk pihak sekolah karena anak-anak menjadi rentan terpapar COVID-19," katanya di Kupang, Jumat, (29/10).
Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan pencegahan penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah-sekolah di NTT yang telah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Menurut Emelia pelaksanaan sekolah tatap muka menjadi dilema tersendiri karena di satu sisi dibutuhkan pemulihan berbagai sektor pembangunan, namun di sisi lain dihadapkan pada ancaman lonjakan penyebaran COVID-19.
Sementara di sisi lain, kata dia tidak mudah mengatur anak-anak sekolah untuk selalu disiplin menerapkan prokes di lingkungan sekolah maupun setelah proses belajar mengajar.
"Anak-anak sekolah selalu senang berkumpul bersama, ketemu teman saling berangkulan dan sebagainya sehingga memang agak sulit untuk menjaga jarak," katanya.
Emelia mengatakan oleh sebab itu pengawalan secara ketat prokes di lingkungan sekolah perlu menjadi perhatian serius kepala sekolah beserta jajaran, apalagi tidak lama lagi akan memasuki musim penghujan pada November, Desember mendatang.
Di sisi lain, kata dia gelombang ketiga penyebaran COVID-19 dikhawatirkan terjadi pada akhir tahun.
"Ini yang perlu kita waspadai agar sekolah tidak menjadi klaster baru penyebaran COVID-19 dan anak-anak pelajar kita tetap terlindungi," katanya.
Baca juga: PDIP NTT dukung percepatan vaksinasi COVID-19, sediakan 30.000 vaksin
Baca juga: Dukung percepatan vaksinasi, PDIP NTT hadirkan 30.000 vaksin COVID-19
"Sekolah tatap muka ini menjadi catatan penting untuk pihak sekolah karena anak-anak menjadi rentan terpapar COVID-19," katanya di Kupang, Jumat, (29/10).
Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan pencegahan penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah-sekolah di NTT yang telah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Menurut Emelia pelaksanaan sekolah tatap muka menjadi dilema tersendiri karena di satu sisi dibutuhkan pemulihan berbagai sektor pembangunan, namun di sisi lain dihadapkan pada ancaman lonjakan penyebaran COVID-19.
Sementara di sisi lain, kata dia tidak mudah mengatur anak-anak sekolah untuk selalu disiplin menerapkan prokes di lingkungan sekolah maupun setelah proses belajar mengajar.
"Anak-anak sekolah selalu senang berkumpul bersama, ketemu teman saling berangkulan dan sebagainya sehingga memang agak sulit untuk menjaga jarak," katanya.
Emelia mengatakan oleh sebab itu pengawalan secara ketat prokes di lingkungan sekolah perlu menjadi perhatian serius kepala sekolah beserta jajaran, apalagi tidak lama lagi akan memasuki musim penghujan pada November, Desember mendatang.
Di sisi lain, kata dia gelombang ketiga penyebaran COVID-19 dikhawatirkan terjadi pada akhir tahun.
"Ini yang perlu kita waspadai agar sekolah tidak menjadi klaster baru penyebaran COVID-19 dan anak-anak pelajar kita tetap terlindungi," katanya.
Baca juga: PDIP NTT dukung percepatan vaksinasi COVID-19, sediakan 30.000 vaksin
Baca juga: Dukung percepatan vaksinasi, PDIP NTT hadirkan 30.000 vaksin COVID-19
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Survei Denny JA: Suara elit parpol terkait pilkada DPRD tak diamini konstituen
07 January 2026 17:44 WIB
Komisi II DPR: Proses pencopotan Bupati Aceh Selatan akan dilakukan DPRD setempat
08 December 2025 16:29 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menko Pangan: Penerima MBG menjangkau 60 juta orang, SPPG capai 22.091 unit
29 January 2026 13:36 WIB
378 pendaftar lolos seleksi administrasi calon anggota KIP periode 2026--2030
27 January 2026 8:35 WIB