Untas: 100 anak eks-pejuang Timor Timur akan dipekerjakan di BUMN
Jumat, 26 November 2021 14:19 WIB
Perwakilan warga eks-Timor Timur berpose dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta, Kamis (25/11/2021). (ANTARA/HO-Juru Bicara Untas Florencio Mario Vieira)
Kupang (ANTARA) - Juru Bicara Uni Timor Aswain (Untas) Florencio Mario Vieira mengatakan 100 anak para eks-pejuang Timor Timur akan dipekerjakan di berbagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Kami menyerahkan 100 orang putra-putri eks-pejuang maupun WNI asal Timor Timur untuk dipekerjakan pada BUMN-BUMN," katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Jumat, (26/11).
Ia mengatakan hal itu terkait dengan hasil pertemuan 18 utusan dari dua organisasi, yaitu Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FK PTT) dan Untas yang memayungi semua masyarakat kelahiran Timor Timur (sekarang Timor Leste) dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta, Kamis (25/11).
Usulan 100 nama tersebut, kata dia, atas permintaan Presiden Jokowi sebagai bentuk perhatian negara terhadap nasib warga eks-Timor Timur yang telah memilih bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Presiden menugaskan Menteri Sekretaris Kabinet untuk menelaah dan menindaklanjuti 100 nama yang diusulkan untuk dipekerjakan pada BUMN-BUMN," katanya.
Baca juga: Guterres sebut kehidupan warga eks Timtim memprihatinkan
Florencio mengatakan FK PTT dan Untas mengapresiasi kesediaan Presiden Jokowi untuk mendengarkan dan merespons keluhan warga eks-Timor Timor.
Pertemuan dengan Presiden juga suatu kehormatan sekaligus mengangkat kembali harkat dan martabat para pejuang dan WNI asal Timor Timur di Indonesia.
"Bahwa perjuangan mereka sungguh dihargai negara sekaligus menunjukkan bahwa mereka bukan warga negara kelas dua di Indonesia," katanya.
Baca juga: Untas apresiasi penghargaan patriot terhadap eks-pejuang Timtim
"Kami menyerahkan 100 orang putra-putri eks-pejuang maupun WNI asal Timor Timur untuk dipekerjakan pada BUMN-BUMN," katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Jumat, (26/11).
Ia mengatakan hal itu terkait dengan hasil pertemuan 18 utusan dari dua organisasi, yaitu Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FK PTT) dan Untas yang memayungi semua masyarakat kelahiran Timor Timur (sekarang Timor Leste) dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta, Kamis (25/11).
Usulan 100 nama tersebut, kata dia, atas permintaan Presiden Jokowi sebagai bentuk perhatian negara terhadap nasib warga eks-Timor Timur yang telah memilih bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Presiden menugaskan Menteri Sekretaris Kabinet untuk menelaah dan menindaklanjuti 100 nama yang diusulkan untuk dipekerjakan pada BUMN-BUMN," katanya.
Baca juga: Guterres sebut kehidupan warga eks Timtim memprihatinkan
Florencio mengatakan FK PTT dan Untas mengapresiasi kesediaan Presiden Jokowi untuk mendengarkan dan merespons keluhan warga eks-Timor Timor.
Pertemuan dengan Presiden juga suatu kehormatan sekaligus mengangkat kembali harkat dan martabat para pejuang dan WNI asal Timor Timur di Indonesia.
"Bahwa perjuangan mereka sungguh dihargai negara sekaligus menunjukkan bahwa mereka bukan warga negara kelas dua di Indonesia," katanya.
Baca juga: Untas apresiasi penghargaan patriot terhadap eks-pejuang Timtim
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer menghadapi sidang perdana kasus pemerasan K3
19 January 2026 12:48 WIB
Eks Panitera PN Jakarta Utara divonis 11,5 tahun penjara di kasus putusan CPO
04 December 2025 9:59 WIB
KPK ungkap kronologi penetapan eks Sekjen Kemenaker Hery Sudarmanto sebagai tersangka
11 November 2025 11:24 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kapolda NTT menyalurkan bantuan sosial untuk orang tua bocah yang bunuh diri
05 February 2026 16:19 WIB
KPPPA bersama kepolisian mendalami penyebab anak SD di Ngada NTT akhiri hidup
05 February 2026 15:10 WIB