Labuan Bajo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur mendorong para perempuan di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur untuk menekuni profesi sebagai penenun dan menjadikan aktivitas menenun sebagai pekerjaan pokok.

"Dengan menekuni profesi sebagai penenun dan menjadikan tenun sebagai pekerjaan pokok, perempuan bisa membantu meningkatkan pendapatan keluarga," kata Bupati Manggarai Timur Agas Andreas dalam keterangan yang diterima di Labuan Bajo, Senin, (29/11).

Hal tersebut dia ungkapkan saat memberikan sambutan pada acara penutupan Pelatihan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tekun Tenun Indonesia Tingkat Kabupaten Manggarai Timur Tahun Anggaran 2021 yang bertempat di Aula IKM Rana Tonjong, Sabtu (27/11).

Bupati Agas menilai para penenun bisa melakukan inovasi dan memenuhi kebutuhan pasar tanpa menghilangkan corak khas Manggarai Timur yaitu corak Lamba Leda, corak Congkar dan corak Rembong. Dengan demikian, tenun dapat menjadi sumber pendapatan bagi keluarga di Manggarai Timur. Perempuan Manggarai Timur bisa turut menunjang ekonomi keluarga melalui aktivitas menenun.

Ketua Dekranasda Kabupaten Manggarai Timur Theresia Wisang mengatakan selain sebagai pengetahuan dan keterampilan, tenun juga bisa menjadi kegiatan dan pekerjaan pokok.

Dia berharap 29 peserta pelatihan tetap memerhatikan kualitas dari tenun yang telah mereka hasilkan selama pelatihan. Nantinya semua kain yang ditenun saat pelatihan akan dibeli oleh Ketua Dekranasda NTT Julie Sutrisno Laiskodat.

Adapun Pelatihan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tekun Tenun Indonesia Tingkat Kabupaten Manggarai Timur Tahun Anggaran 2021 dilaksanakan selama 25 hari melalui pengawasan ketat oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI) yang dilakukan secara daring.

Baca juga: 93.430 warga Manggarai Timur sudah jalani vaksinasi dosis pertama

Baca juga: Pemkab Manggarai Timur imbau warga waspadai bencana di musim hujan

Pewarta : Fransiska Mariana Nuka
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024