Wagub NTT sebut FLR akan dimakamkan dengan upacara kenegaraan
Senin, 20 Desember 2021 16:47 WIB
Jenazah almahrum Frans Lebu Raya saat diarak masuk ke dalam Kantor DPD PDIP NTT di Kupang, Senin (20/12/2021). (ANTARA/Aloysius Lewokeda)
Kupang (ANTARA) - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Josef Nae Soi mengatakan jenazah mantan Gubernur NTT almarhum Frans Lebu Raya akan dimakamkan di kampung halaman di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, dengan upacara kenegaraan.
"Jenazah almahrum (Frans Lebu Raya) tetap akan dikuburkan di Adonara, tetapi tetap dengan upacara kenegaraan dan militer," katanya, dalam sambutan ketika jenazah almahrum Frans Lebu Raya tiba di kediaman di Oepoi, Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang, Senin (20/12).
Ia mengatakan pemerintah provinsi bersama pihak keluarga telah berunding dan menyepakati terkait tempat dan proses pemakaman jenazah.
Almahrum Frans Lebu Raya, kata dia, adalah tokoh nasional yang mendapatkan bintang jasa utama pada 2015, sehingga upacara pemakaman harus dilakukan dengan acara kenegaraan dan penghormatan secara militer.
"Tempat pemakaman sudah ditentukan, karena memang adat dari Adonara, maka akan dikuburkan di sana, tetapi tetap dengan upacara kenegaraan dan militer," katanya.
Nae Soi menjelaskan sesuai rencana, jenazah akan diterbangkan ke Larantuka, Ibu Kota Kabupaten Flores Timur, pada Selasa (21/12) dan selanjutnya menyeberang ke Pulau Adonara. Di Larantuka, kata dia, jenazah juga akan diterima dengan upacara kenegaraan dan militer.
Baca juga: Tanggisan histeris keluarga sambut kedatangan jenazah gubernur NTT periode 2008-2018
Baca juga: Jenazah Frans Lebu Raya dipulangkan ke Pulau Adonara
Lebih lanjut ia mengatakan atas nama pemerintah provinsi dan masyarakat NTT menyampaikan turut berduka cita. NTT yang bertepatan dengan hari ulang tahun ke-63 pada Senin (20/12) ini, kehilangan seorang tokoh nasional.
"NTT kehilangan seorang yang rendah hati, seorang yang banyak berjasa untuk NTT ini," kata Nae Soi.
Frans Lebu Raya meninggal dunia pada Minggu (19/12) siang setelah dirawat intensif di Rumah Sakit Sanglah Bali.
Frans Lebu Raya diketahui sebagai tokoh dan senior partai PDI Perjuangan. Beberapa kiprahnya di PDI Perjuangan NTT, yaitu Wakil Ketua DPC PDI Kotamadya Kupang Bidang Keanggotaan dan Kaderisasi (1994-1995) , Sekretaris Tim Pelaksana DPD PDI Pro-Mega Provinsi NTT (1995-1998).
Tahun 1998-2000, Frans menjabat Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT dan pada 2000-2019 terpilih menjadi Ketua DPD PDI Perjuangan NTT.
Selain di partai, Frans juga memiliki karir politik yang cemerlang, yaitu sebagai anggota DPRD Provinsi NTT Periode 1999-2004 dan menjabat Wakil Ketua DPRD NTT.
Sebelum menjadi Gubernur NTT selama dua periode, yaitu 2008-2003 dan 2013-2018, ia menjadi Wakil Gubernur NTT Periode 2003-2008, berpasangan dengan Pieter Alexander Tallo yang terpilih melalui sidang DPRD NTT Tahun 2003.
"Jenazah almahrum (Frans Lebu Raya) tetap akan dikuburkan di Adonara, tetapi tetap dengan upacara kenegaraan dan militer," katanya, dalam sambutan ketika jenazah almahrum Frans Lebu Raya tiba di kediaman di Oepoi, Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang, Senin (20/12).
Ia mengatakan pemerintah provinsi bersama pihak keluarga telah berunding dan menyepakati terkait tempat dan proses pemakaman jenazah.
Almahrum Frans Lebu Raya, kata dia, adalah tokoh nasional yang mendapatkan bintang jasa utama pada 2015, sehingga upacara pemakaman harus dilakukan dengan acara kenegaraan dan penghormatan secara militer.
"Tempat pemakaman sudah ditentukan, karena memang adat dari Adonara, maka akan dikuburkan di sana, tetapi tetap dengan upacara kenegaraan dan militer," katanya.
Nae Soi menjelaskan sesuai rencana, jenazah akan diterbangkan ke Larantuka, Ibu Kota Kabupaten Flores Timur, pada Selasa (21/12) dan selanjutnya menyeberang ke Pulau Adonara. Di Larantuka, kata dia, jenazah juga akan diterima dengan upacara kenegaraan dan militer.
Baca juga: Tanggisan histeris keluarga sambut kedatangan jenazah gubernur NTT periode 2008-2018
Baca juga: Jenazah Frans Lebu Raya dipulangkan ke Pulau Adonara
Lebih lanjut ia mengatakan atas nama pemerintah provinsi dan masyarakat NTT menyampaikan turut berduka cita. NTT yang bertepatan dengan hari ulang tahun ke-63 pada Senin (20/12) ini, kehilangan seorang tokoh nasional.
"NTT kehilangan seorang yang rendah hati, seorang yang banyak berjasa untuk NTT ini," kata Nae Soi.
Frans Lebu Raya meninggal dunia pada Minggu (19/12) siang setelah dirawat intensif di Rumah Sakit Sanglah Bali.
Frans Lebu Raya diketahui sebagai tokoh dan senior partai PDI Perjuangan. Beberapa kiprahnya di PDI Perjuangan NTT, yaitu Wakil Ketua DPC PDI Kotamadya Kupang Bidang Keanggotaan dan Kaderisasi (1994-1995) , Sekretaris Tim Pelaksana DPD PDI Pro-Mega Provinsi NTT (1995-1998).
Tahun 1998-2000, Frans menjabat Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT dan pada 2000-2019 terpilih menjadi Ketua DPD PDI Perjuangan NTT.
Selain di partai, Frans juga memiliki karir politik yang cemerlang, yaitu sebagai anggota DPRD Provinsi NTT Periode 1999-2004 dan menjabat Wakil Ketua DPRD NTT.
Sebelum menjadi Gubernur NTT selama dua periode, yaitu 2008-2003 dan 2013-2018, ia menjadi Wakil Gubernur NTT Periode 2003-2008, berpasangan dengan Pieter Alexander Tallo yang terpilih melalui sidang DPRD NTT Tahun 2003.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Viktor sebut Frans Lebu Raya banyak meninggalkan hal inspiratif
21 December 2021 18:07 WIB, 2021
PDI Perjuangan NTT gelar penghormatan terakhir bagi jenazah Frans Lebu Raya
21 December 2021 7:10 WIB, 2021
Tanggisan histeris keluarga sambut kedatangan jenazah gubernur NTT periode 2008-2018
20 December 2021 16:45 WIB, 2021
Megawati minta kader PDIP beri penghormatan terbaik untuk Frans Lebu Raya
20 December 2021 7:31 WIB, 2021
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Mendikdasmen: Bahasa Inggris jadi mata pelajaran wajib murid kelas 3 SD pada 2027
17 May 2026 17:20 WIB