Kominfo mendukung agenda prioritas Indonesia di G20
Jumat, 31 Desember 2021 11:49 WIB
Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi, saat konferensi pers di gedung Kominfo, Jakarta, Kamis (30/12/2021). (ANTARA/Rizka Khaerunnisa)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Informatika mendukung agenda prioritas Indonesia pada forum internasional G20.
"Indonesia melalui Kementerian Kominfo akan mengangkat tiga isu prioritas dalam Digital Economy Working Group (DEWG)," kata juru bicara Kominfo, Dedy Permadi, dalam keterangan pers, Jumat, (31/12).
Selain sebagai Presidensi G20, Indonesia juga terpilih menjadi pemimpin Digital Economy Working Group yang pertama.
Tiga isu prioritas yang diangkat Kominfo pada Kelompok Kerja Ekonomi Digital tersebut adalah konektivitas dan pemulihan pascaCOVID-19; keterampilan digital dan literasi digital; dan arus data lintas negara dan arus data bebas dengan kepercayaan.
"Ketiga isu ini diharapkan dapat menyorot lansekap ekonomi digital yang belum setara dan dapat mendorong kolaborasi konkret negara anggota G20 untuk mewujudkan ekosistem ekonomi digital yang lebih inklusif, aman, dan berkelanjutan bagi dunia global," kata Dedy.
Ketiga isu yang diusung Kominfo melalui DEWG bertujuan mendukung agenda prioritas keseluruhan yang diangkat dalam Presidensi G20 Indonesia. Salah satu agenda prioritas yang diajukan Indonesia selama masa Presidensi adalah isu transformasi digital.
Terdapat tiga agenda prioritas Indonesia pada Presidensi G20 ini, yaitu arsitektur kesehatan global; transformasi digital dan ekonomi; dan transisi energi.
Mayoritas negara anggota G20 sudah menyatakan dukungan untuk agenda dan isu priortias yang diangkat Presidensi Indonesia dan DEWG.
Baca juga: Kominfo berkomitmen meningkatkan kualitas layanan publik
Presidensi Indonesia dalam G20 diharapkan bisa mendorong kolaborasi nyata antarnegara anggota untuk mewujudkan transformasi digital yang lebih merata dan berkelanjutan. Kolaborasi ini juga merupakan salah satu upaya bersama untuk pulih bersama dan pulih lebih tangguh.
Baca juga: Kominfo berikan dukungan komunikasi untuk pos militer di wilayah 3T
Transformasi digital diyakini bisa menutup kesenjangan digital (digital divide), baik dari segi akses konektivitas, kecakapan digital masyarakat maupun penggunaan data lintas batas.
Transformasi digital juga akan memperkuat ketahanan ekonomi saat maupun setelah pandemi virus corona.
"Indonesia melalui Kementerian Kominfo akan mengangkat tiga isu prioritas dalam Digital Economy Working Group (DEWG)," kata juru bicara Kominfo, Dedy Permadi, dalam keterangan pers, Jumat, (31/12).
Selain sebagai Presidensi G20, Indonesia juga terpilih menjadi pemimpin Digital Economy Working Group yang pertama.
Tiga isu prioritas yang diangkat Kominfo pada Kelompok Kerja Ekonomi Digital tersebut adalah konektivitas dan pemulihan pascaCOVID-19; keterampilan digital dan literasi digital; dan arus data lintas negara dan arus data bebas dengan kepercayaan.
"Ketiga isu ini diharapkan dapat menyorot lansekap ekonomi digital yang belum setara dan dapat mendorong kolaborasi konkret negara anggota G20 untuk mewujudkan ekosistem ekonomi digital yang lebih inklusif, aman, dan berkelanjutan bagi dunia global," kata Dedy.
Ketiga isu yang diusung Kominfo melalui DEWG bertujuan mendukung agenda prioritas keseluruhan yang diangkat dalam Presidensi G20 Indonesia. Salah satu agenda prioritas yang diajukan Indonesia selama masa Presidensi adalah isu transformasi digital.
Terdapat tiga agenda prioritas Indonesia pada Presidensi G20 ini, yaitu arsitektur kesehatan global; transformasi digital dan ekonomi; dan transisi energi.
Mayoritas negara anggota G20 sudah menyatakan dukungan untuk agenda dan isu priortias yang diangkat Presidensi Indonesia dan DEWG.
Baca juga: Kominfo berkomitmen meningkatkan kualitas layanan publik
Presidensi Indonesia dalam G20 diharapkan bisa mendorong kolaborasi nyata antarnegara anggota untuk mewujudkan transformasi digital yang lebih merata dan berkelanjutan. Kolaborasi ini juga merupakan salah satu upaya bersama untuk pulih bersama dan pulih lebih tangguh.
Baca juga: Kominfo berikan dukungan komunikasi untuk pos militer di wilayah 3T
Transformasi digital diyakini bisa menutup kesenjangan digital (digital divide), baik dari segi akses konektivitas, kecakapan digital masyarakat maupun penggunaan data lintas batas.
Transformasi digital juga akan memperkuat ketahanan ekonomi saat maupun setelah pandemi virus corona.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Jokowi harapkan dunia menjadi keluarga yang menciptakan perdamaian
10 September 2023 9:08 WIB, 2023
Presiden Jokowi membentuk gugus tugas khusus tindak lanjuti kesepakatan di KTT G20
28 November 2022 16:30 WIB, 2022
Pengamat China melihat gejala Indonesia sebagai kekuatan global baru
17 November 2022 13:00 WIB, 2022
Shana: Minat kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo meningkat pascapandemi
16 November 2022 15:31 WIB, 2022
Presiden Jokowi serukan hentikan perang pada pembukaan sesi III KTT G20
16 November 2022 12:56 WIB, 2022
Negara anggota G7 lakukan pertemuan darurat di sela G20 untuk merespon insiden Polandia
16 November 2022 11:00 WIB, 2022