Gubernur NTT apresiasi peternakan ayam di Belu
Senin, 24 Januari 2022 14:57 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan sambutan saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Belu, Minggu (23/1/2022). ANTARA/HO-Biro Humas Setda Provinsi NTT
Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat mengapresiasi usaha peternakan ayam petelur Lavinci Farm di Kabupaten Belu, Pulau Timor, yang dinilai mampu memasok kebutuhan telur untuk warga setempat.
"Terima kasih kepada Lavinci Farm, kami sangat mengapresiasi serta memberi rasa hormat atas langkah maju dengan sudah memasok telur bagi masyarakat NTT," katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Senin, (24/1).
Hal itu disampaikan saat Gubernur NTT saat mengunjungi usaha peternakan ayam petelur Lavinsi Farm di Kabupaten Belu, Pulau Timor.
Ia mengatakan usaha peternakan ayam seperti yang dijalankan Lavinsi Farm dapat mengurangi impor telur dari luar NTT.
Viktor juga mengajak agar usaha tersebut turut mendukung pengembangan peternakan lokal, salah satunya dengan membuat pakan ternak sendiri.
Sejauh ini, kata dia NTT masih mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk mendatangkan pakan ternak dari Jawa dengan nilai setiap tahun mencapai Rp1,1 triliun. "Jangan kita terus beli pakan ternak dari luar NTT. Kita harus kembangkan industrinya di sini," katanya.
Viktor berharap Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) dari pemerintahannya terus dilaksanakan dengan baik sehingga dapat menghasilkan juga pakan ternak. "Kita harapkan juga hasil pakan ternak dari TJPS dengan perhitungan 1 hektare untuk menghasilkan 7 ton juga dapat digunakan untuk perusahaan Lavinci Farm ini," katanya.
Sementara itu Manager Lavinci Farm Chintya Ivanna Joyo mengatakan pihaknya ingin mewujudkan pemenuhan kebutuhan telur segar bagi masyarakat melalui usaha peternakan ayam petelur itu.
Ia menjelaskan peternakan ayam tersebut awalnya dimulai dengan 4.000 ekor dan sudah berkembang hingga 21.000 ekor. "Dengan jumlah ini maka produksi telur dalam satu hari bisa mencapai 16.700 butir," jelasnya.
Ivanna menambahkan pihaknya berupaya agar ke depan mampu memproduksi pakan sendiri sehingga bisa menekan biaya produksi serta berharap dapat memenuhi kebutuhan di luar Kabupaten Belu maupun diekspor ke Timor Leste.
"Kami berharap Bapak Gubernur juga bisa membantu kami mendapatkan izin ekspor ke Timor Leste," katanya.
Baca juga: Pengembangan industri ternak ayam di NTT masih sulit
Baca juga: Satgas Pamtas RI-Timor Leste latih warga ternak ayam
"Terima kasih kepada Lavinci Farm, kami sangat mengapresiasi serta memberi rasa hormat atas langkah maju dengan sudah memasok telur bagi masyarakat NTT," katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Senin, (24/1).
Hal itu disampaikan saat Gubernur NTT saat mengunjungi usaha peternakan ayam petelur Lavinsi Farm di Kabupaten Belu, Pulau Timor.
Ia mengatakan usaha peternakan ayam seperti yang dijalankan Lavinsi Farm dapat mengurangi impor telur dari luar NTT.
Viktor juga mengajak agar usaha tersebut turut mendukung pengembangan peternakan lokal, salah satunya dengan membuat pakan ternak sendiri.
Sejauh ini, kata dia NTT masih mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk mendatangkan pakan ternak dari Jawa dengan nilai setiap tahun mencapai Rp1,1 triliun. "Jangan kita terus beli pakan ternak dari luar NTT. Kita harus kembangkan industrinya di sini," katanya.
Viktor berharap Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) dari pemerintahannya terus dilaksanakan dengan baik sehingga dapat menghasilkan juga pakan ternak. "Kita harapkan juga hasil pakan ternak dari TJPS dengan perhitungan 1 hektare untuk menghasilkan 7 ton juga dapat digunakan untuk perusahaan Lavinci Farm ini," katanya.
Sementara itu Manager Lavinci Farm Chintya Ivanna Joyo mengatakan pihaknya ingin mewujudkan pemenuhan kebutuhan telur segar bagi masyarakat melalui usaha peternakan ayam petelur itu.
Ia menjelaskan peternakan ayam tersebut awalnya dimulai dengan 4.000 ekor dan sudah berkembang hingga 21.000 ekor. "Dengan jumlah ini maka produksi telur dalam satu hari bisa mencapai 16.700 butir," jelasnya.
Ivanna menambahkan pihaknya berupaya agar ke depan mampu memproduksi pakan sendiri sehingga bisa menekan biaya produksi serta berharap dapat memenuhi kebutuhan di luar Kabupaten Belu maupun diekspor ke Timor Leste.
"Kami berharap Bapak Gubernur juga bisa membantu kami mendapatkan izin ekspor ke Timor Leste," katanya.
Baca juga: Pengembangan industri ternak ayam di NTT masih sulit
Baca juga: Satgas Pamtas RI-Timor Leste latih warga ternak ayam
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komisi III DPR meminta dugaan adanya setoran kasus sabung ayam diusut tuntas
24 March 2025 18:20 WIB
Capres Ganjar Pranowo: Kita tak mau rakyat diperlakukan seperti ayam
04 February 2024 8:01 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Anggota DPR: Impor 105.000 unit mobil dari India kontras dengan komitmen Prabowo
21 February 2026 22:33 WIB
Satgas saber pangan NTT menegur pedagang yamg menjual Minyakita di atas HET
20 February 2026 2:57 WIB
DJPb: Alokasi pagu anggaran infrastruktur NTT pada 2026 mencapai Rp1,61 triliun
19 February 2026 21:30 WIB