KRI Sampari 628 antar Wapres Ma'ruf lihat pulau-pulau sekitar Labuan Bajo
Selasa, 15 Maret 2022 16:43 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin bersama Wury Estu Handayani berkeliling ke pulau-pulau di sekitar Labuan Bajo dengan menggunakan KRI Sampari 628, Selasa (15/3/2022). (ANTARA/HO-BPMI Setwapres)
Labuan Bajo (ANTARA) - Wakil Presiden Ma'ruf Amin bersama Wury Estu Handayani berkeliling ke pulau-pulau di sekitar Labuan Bajo, antara lain Pulau Bidadari dan Pulau Kelor, dengan menggunakan KRI Sampari 628.
Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlatamal) VII Kupang Laksamana Pertama (Laksma) Yudho Warsono dan Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Labuan Bajo Letkol Laut (P) Roni menyambut Ma'ruf dan Wury di Dermaga Labuan Bajo, Selasa, (15/3) pagi.
Sambil menikmati keindahan Laut Flores, di dalam kapal tersebut Wapres mendapat penjelasan dari Laksma Yudho tentang kondisi KRI Sampari 628.
KRI Sampari 628 memiliki panjang 60 meter, lebar 8,10 meter, dan berat 460 ton. Kapal tersebut memiliki sistem pendorong andal yang mampu berlayar dan bermanuver dengan kecepatan 28 knot.
"KRI Sampari 628 merupakan Kapal Cepat Rudal (KCR) kedua setelah KRI Tombak 629," kata Yudho. Wakil Presiden Ma'ruf Amin bersama Wury Estu Handayani berkeliling pulau-pulau di sekitar Labuan Bajo dengan menggunakan KRI Sampari 628, Selasa (15/3/2022). (ANTARA/HO-BPMI Setwapres)
Mengingat ukuran Sampari yang tidak terlalu luas, rombongan yang mendampingi Wapres harus menggunakan kapal berbeda, yaitu KRI Ajak dan Kapal Motor (KM) Baswara Bahari 2.
KRI Ajak digunakan oleh para staf khusus, sementara awak media yang meliput kegiatan Wapres selama di Labuan Bajo menggunakan KM Baswara Bahari 2.
Menurut Nakhoda Baswara Bahari 2 Duffan, kapal tersebut baru digunakan dua kali.
"Karena baru tiba di Labuan Bajo Februari lalu," katanya.
Dia menjelaskan moda transportasi laut yang dikirim ke Labuan Bajo baru-baru ini merupakan bentuk dukungan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan untuk menyukseskan berbagai acara G20 di pulau tersebut, khususnya di sektor pariwisata.
Sebagaimana diketahui, Labuan Bajo terpilih menjadi salah satu side venue berlangsungnya rangkaian G20, selain di Bali, Bogor, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Jakarta, Medan, Lombok, dan Manado.
Baca juga: Wapres cicipi hujan sore di Puncak Waringin Labuan Bajo
Pelabuhan Labuan Bajo juga berperan signifikan sebagai pintu masuk utama bagi para wisatawan lokal dan mancanegara, yang ingin melakukan berwisata bahari di pulau tersebut.
Terlebih, Labuan Bajo juga telah ditetapkan sebagai salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas yang telah dicanangkan Pemerintah.
Baca juga: Wapres: Ketersediaan air bersih dapat kurangi kemiskinan
"Memang ini destinasi prioritas, super prioritas saya kira tepat dan layak, saya kira karena itu pertemuan internasional disini," kata Ma'ruf Amin saat jalan pagi menjelajahi Labuan Bajo.
Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlatamal) VII Kupang Laksamana Pertama (Laksma) Yudho Warsono dan Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Labuan Bajo Letkol Laut (P) Roni menyambut Ma'ruf dan Wury di Dermaga Labuan Bajo, Selasa, (15/3) pagi.
Sambil menikmati keindahan Laut Flores, di dalam kapal tersebut Wapres mendapat penjelasan dari Laksma Yudho tentang kondisi KRI Sampari 628.
KRI Sampari 628 memiliki panjang 60 meter, lebar 8,10 meter, dan berat 460 ton. Kapal tersebut memiliki sistem pendorong andal yang mampu berlayar dan bermanuver dengan kecepatan 28 knot.
"KRI Sampari 628 merupakan Kapal Cepat Rudal (KCR) kedua setelah KRI Tombak 629," kata Yudho. Wakil Presiden Ma'ruf Amin bersama Wury Estu Handayani berkeliling pulau-pulau di sekitar Labuan Bajo dengan menggunakan KRI Sampari 628, Selasa (15/3/2022). (ANTARA/HO-BPMI Setwapres)
Mengingat ukuran Sampari yang tidak terlalu luas, rombongan yang mendampingi Wapres harus menggunakan kapal berbeda, yaitu KRI Ajak dan Kapal Motor (KM) Baswara Bahari 2.
KRI Ajak digunakan oleh para staf khusus, sementara awak media yang meliput kegiatan Wapres selama di Labuan Bajo menggunakan KM Baswara Bahari 2.
Menurut Nakhoda Baswara Bahari 2 Duffan, kapal tersebut baru digunakan dua kali.
"Karena baru tiba di Labuan Bajo Februari lalu," katanya.
Dia menjelaskan moda transportasi laut yang dikirim ke Labuan Bajo baru-baru ini merupakan bentuk dukungan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan untuk menyukseskan berbagai acara G20 di pulau tersebut, khususnya di sektor pariwisata.
Sebagaimana diketahui, Labuan Bajo terpilih menjadi salah satu side venue berlangsungnya rangkaian G20, selain di Bali, Bogor, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Jakarta, Medan, Lombok, dan Manado.
Baca juga: Wapres cicipi hujan sore di Puncak Waringin Labuan Bajo
Pelabuhan Labuan Bajo juga berperan signifikan sebagai pintu masuk utama bagi para wisatawan lokal dan mancanegara, yang ingin melakukan berwisata bahari di pulau tersebut.
Terlebih, Labuan Bajo juga telah ditetapkan sebagai salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas yang telah dicanangkan Pemerintah.
Baca juga: Wapres: Ketersediaan air bersih dapat kurangi kemiskinan
"Memang ini destinasi prioritas, super prioritas saya kira tepat dan layak, saya kira karena itu pertemuan internasional disini," kata Ma'ruf Amin saat jalan pagi menjelajahi Labuan Bajo.
Pewarta : Desca Lidya Natalia
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim SAR tutup operasi pencarian satu WNA Spanyol yang hilang tenggelam di Labuan Bajo
10 January 2026 5:43 WIB
Basarnas: Jasad diduga anak pelatih Valencia B ditemukan dalam bangkai kapal
07 January 2026 10:33 WIB
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
Komisi III DPR: Usut tuntas meninggalnya Nizam Sapei guna memberikan rasa adil
02 March 2026 17:57 WIB
Polri mengejar Ko Andre alias "The Doctor", pemasok sabu ke bandar narkoba Koko Erwin
02 March 2026 14:12 WIB
Komisi XI DPR meminta pemerintah siapkan skenario fiskal dampak konflik Iran
02 March 2026 13:51 WIB