Riset: Risiko peradangan jantung setelah vaksinasi COVID lebih rendah
Rabu, 13 April 2022 15:58 WIB
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menerima suntikan vaksinasi COVID-19 di Singapore General Hospital, Jumat (8/1/2021). ANTARA FOTO/Ministry of Communications and Information/Handout via REUTERS/Mohd Fyrol/rwa.
Singapura (ANTARA) - Tim peneliti Singapura menemukan bahwa risiko keseluruhan dari peradangan jantung pascavaksinasi COVID-19 sebanding atau lebih rendah dari yang disebabkan oleh vaksinasi bukan COVID-19, Straits Times melaporkan pada Selasa (12/4).
Dalam riset baru, yang diterbitkan di Lancet Respiratory Medicine, para ilmuwan menilik lebih dari 400 juta dosis vaksin di basis data internasional untuk membandingkan risiko mioperikarditis setelah vaksinasi COVID-19 dan penyakit lain seperti influenza dan cacar.
Mioperikarditis adalah kondisi yang menyebabkan peradangan otot jantung.
Para ilmuwan menemukan bahwa vaksinasi COVID-19 menyebabkan 18 kasus mioperikarditis per satu jutaan dosis, sedangkan vaksinasi lainnya menyebabkan 56 kasus, tulis surat kabar tersebut.
Baca juga: Riset: Aplikasi kesehatan dan fitness kian diminati
Riset itu dilakukan oleh tim peneliti di Singapura, seperti konsultan senior Kollengode Ramanathan dari Pusat Jantung Nasional Singapura dan Jyoti Somani serta Dale Fisher dari divisi penyakit menular di Rumah Sakit Universitas Nasional.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa risiko keseluruhan mioperikarditis tampaknya tak berbeda untuk kelompok vaksin COVID-19 yang baru disetujui ini, dibanding dengan vaksin untuk penyakit lain," kata Ramanathan.
Baca juga: Presiden Jokowi dukung penelitian COVID-19
Ia menambahkan bahwa sejumlah temuan ini harus lebih meyakinkan masyarakat bahwa vaksinasi COVID-19 aman.
Sumber: Antara/Xinhua
Dalam riset baru, yang diterbitkan di Lancet Respiratory Medicine, para ilmuwan menilik lebih dari 400 juta dosis vaksin di basis data internasional untuk membandingkan risiko mioperikarditis setelah vaksinasi COVID-19 dan penyakit lain seperti influenza dan cacar.
Mioperikarditis adalah kondisi yang menyebabkan peradangan otot jantung.
Para ilmuwan menemukan bahwa vaksinasi COVID-19 menyebabkan 18 kasus mioperikarditis per satu jutaan dosis, sedangkan vaksinasi lainnya menyebabkan 56 kasus, tulis surat kabar tersebut.
Baca juga: Riset: Aplikasi kesehatan dan fitness kian diminati
Riset itu dilakukan oleh tim peneliti di Singapura, seperti konsultan senior Kollengode Ramanathan dari Pusat Jantung Nasional Singapura dan Jyoti Somani serta Dale Fisher dari divisi penyakit menular di Rumah Sakit Universitas Nasional.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa risiko keseluruhan mioperikarditis tampaknya tak berbeda untuk kelompok vaksin COVID-19 yang baru disetujui ini, dibanding dengan vaksin untuk penyakit lain," kata Ramanathan.
Baca juga: Presiden Jokowi dukung penelitian COVID-19
Ia menambahkan bahwa sejumlah temuan ini harus lebih meyakinkan masyarakat bahwa vaksinasi COVID-19 aman.
Sumber: Antara/Xinhua
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
The New York Times: Kapal induk USS Abraham Lincoln siap serang Iran dalam 1-2 hari
27 January 2026 13:41 WIB
Pemerintah China menyelidiki dua jenderal atas dugaan pelanggaran disiplin serius
26 January 2026 11:15 WIB
Pengamat UI: Dewan Perdamaian Gaza bentukan Trump harus terus diawasi secara ketat
23 January 2026 17:54 WIB