Minyak turun tipis di sesi Asia
Kamis, 14 April 2022 10:34 WIB
Ilustrasi: Ladang minyak. ANTARA/REUTERS/aa (Reuters)
Singapura (ANTARA) - Minyak berjangka turun tipis di perdagangan Asia pada Kamis, (14/4) pagi, setelah naik tajam pada paruh pertama minggu ini, karena para pedagang mempertimbangkan peningkatan yang lebih besar dari perkiraan dalam stok minyak AS terhadap pengetatan pasokan global.
Brent berjangka turun 38 sen atau 0,35 persen, menjadi diperdagangkan di 108,38 dolar AS per barel, dan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS turun 58 sen atau 0,56 persen, menjadi diperdagangkan di 10,65 dolar AS per barel pada pukuol 00.46 GMT.
Kedua kontrak pada Rabu (13/4/2022) mengabaikan peningkatan besar dalam persediaan minyak mentah AS menjadi mengakhiri sesi perdagangan sekitar 4,0 persen lebih tinggi. Lonjakan harga terjadi karena kekhawatiran akan lebih banyak gangguan pada pasokan global terus mengguncang pasar.
Badan Energi Internasional pada Rabu (13/4/2022) memperingatkan bahwa mulai Mei dan seterusnya sekitar 3 juta barel per hari minyak Rusia dapat ditutup karena sanksi atau embargo sukarela.
Pada saat yang sama, perusahaan perdagangan global utama juga berencana untuk membatasi pembelian minyak mentah dan bahan bakar dari perusahaan minyak yang dikendalikan negara Rusia mulai Mei, Reuters melaporkan pada Rabu (13/4/2022).
Terlepas dari sinyal bahwa gangguan pasokan global akan berlanjut, stok minyak di AS naik lebih dari 9 juta barel pekan lalu, Badani Informasi Energi AS mengatakan pada Rabu (13/4/2022), sebagian didorong oleh rilis dari cadangan strategis negara itu. Analis dalam jajak pendapat Reuters telah mengantisipasi hanya meningkat 863.000 barel.
Stok bensin AS turun 3,6 juta barel pekan lalu, jauh di atas level yang diantisipasi, dan persediaan sulingan juga menurun.
"Harga minyak terlihat sangat nyaman di atas level 100 dolar AS karena permintaan AS dan China tampaknya menuju ke arah yang benar," tulis Edward Moya, analis senior OANDA.
Baca juga: Emas menguat karena inflasi yang tinggi tingkatkan daya tariknya
Baca juga: Kata Menteri Hagiuda AS tak pernah tekan Jepang keluar dari proyek energi Rusia
Brent berjangka turun 38 sen atau 0,35 persen, menjadi diperdagangkan di 108,38 dolar AS per barel, dan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS turun 58 sen atau 0,56 persen, menjadi diperdagangkan di 10,65 dolar AS per barel pada pukuol 00.46 GMT.
Kedua kontrak pada Rabu (13/4/2022) mengabaikan peningkatan besar dalam persediaan minyak mentah AS menjadi mengakhiri sesi perdagangan sekitar 4,0 persen lebih tinggi. Lonjakan harga terjadi karena kekhawatiran akan lebih banyak gangguan pada pasokan global terus mengguncang pasar.
Badan Energi Internasional pada Rabu (13/4/2022) memperingatkan bahwa mulai Mei dan seterusnya sekitar 3 juta barel per hari minyak Rusia dapat ditutup karena sanksi atau embargo sukarela.
Pada saat yang sama, perusahaan perdagangan global utama juga berencana untuk membatasi pembelian minyak mentah dan bahan bakar dari perusahaan minyak yang dikendalikan negara Rusia mulai Mei, Reuters melaporkan pada Rabu (13/4/2022).
Terlepas dari sinyal bahwa gangguan pasokan global akan berlanjut, stok minyak di AS naik lebih dari 9 juta barel pekan lalu, Badani Informasi Energi AS mengatakan pada Rabu (13/4/2022), sebagian didorong oleh rilis dari cadangan strategis negara itu. Analis dalam jajak pendapat Reuters telah mengantisipasi hanya meningkat 863.000 barel.
Stok bensin AS turun 3,6 juta barel pekan lalu, jauh di atas level yang diantisipasi, dan persediaan sulingan juga menurun.
"Harga minyak terlihat sangat nyaman di atas level 100 dolar AS karena permintaan AS dan China tampaknya menuju ke arah yang benar," tulis Edward Moya, analis senior OANDA.
Baca juga: Emas menguat karena inflasi yang tinggi tingkatkan daya tariknya
Baca juga: Kata Menteri Hagiuda AS tak pernah tekan Jepang keluar dari proyek energi Rusia
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ahok akan menyampaikan apa adanya saat bersaksi di sidang kasus korupsi minyak
27 January 2026 13:48 WIB
Pertamina: Konsumsi minyak tanah di NTT naik 22 persen selama Natal-Tahun Baru
22 January 2026 13:31 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
BRI membantah disebut tolak pencairan dana PIP bocah yang meninggal di Ngada
12 February 2026 15:16 WIB
Mendes Yandri menerima audiensi 15 CEO perusahaan asal Inggris bahas listrik desa
12 February 2026 13:20 WIB