Tim SAR temukan korban yang tewas tenggelam
Minggu, 19 Agustus 2018 11:14 WIB
Tim pencari dan pertolongan Basarnas Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu (19/8) berhasil menemukan jazad Berti Bire (11) yang dilaporkan tewas tenggelam di Embung Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Sabtu (18/8) sore. (ANTARA Foto/Benny Jahang)
Kupang (AntaraNews NTT) - Tim pencari dan penyelamat Kantor Basarnas Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu (19/8) berhasil menemukan Berto Bire (11), korban yang dilaporkan tewas tengelam di Embung II Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kupang Abdul Hamid melalui humasnya Petronela Amabi yang dihubungi Antara di Kupang, Minggu, mengatakan Berto Bire ditemukan Tim SAR dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 09.00 Wita.
Menurut Nela, panggilan akrab Petronela Amabi, korban Berto Bire dilaporkan tengelam saat mandi di embung Manutapen bersama dua orang temannya pada Sabtu (18/8) petang.
Ia mengatakan, dalam operasi pencarian hari pertama (Sabtu malam, red) korban Berto Bire yang merupakan siswa SDN Manutapen, Kota Kupang itu tidak ditemukan karena kondisi di lokasi embung sangat gelap.
"Tim SAR memilih untuk menghentikan pencarian pada Sabtu malam itu, karena kondisi embung dan lingkungan sekitarnya sangat gelap," katanya.
Nela mengatakan Tim SAR akhirnya melanjutkan operasi pencarian pada hari Minggu (19/8), dan akhirnya berhasil menemukan korban dalam keadaan tidak bernyawa lagi.
Ia mengatakan setelah jenazah Berto Bire ditemukan, Tim SAR langsung menyerahkan jazad korban kepada keluarga yang dengan setia dan penuh kesedihan menanti operasi pencarian tersebut.
Baca juga: Basarnas Kupang kirim tim penyelamat ke Lombok
Baca juga: Basarnas hentikan pencarian terhadap nelayan Manggarai
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kupang Abdul Hamid melalui humasnya Petronela Amabi yang dihubungi Antara di Kupang, Minggu, mengatakan Berto Bire ditemukan Tim SAR dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 09.00 Wita.
Menurut Nela, panggilan akrab Petronela Amabi, korban Berto Bire dilaporkan tengelam saat mandi di embung Manutapen bersama dua orang temannya pada Sabtu (18/8) petang.
Ia mengatakan, dalam operasi pencarian hari pertama (Sabtu malam, red) korban Berto Bire yang merupakan siswa SDN Manutapen, Kota Kupang itu tidak ditemukan karena kondisi di lokasi embung sangat gelap.
"Tim SAR memilih untuk menghentikan pencarian pada Sabtu malam itu, karena kondisi embung dan lingkungan sekitarnya sangat gelap," katanya.
Nela mengatakan Tim SAR akhirnya melanjutkan operasi pencarian pada hari Minggu (19/8), dan akhirnya berhasil menemukan korban dalam keadaan tidak bernyawa lagi.
Ia mengatakan setelah jenazah Berto Bire ditemukan, Tim SAR langsung menyerahkan jazad korban kepada keluarga yang dengan setia dan penuh kesedihan menanti operasi pencarian tersebut.
Baca juga: Basarnas Kupang kirim tim penyelamat ke Lombok
Baca juga: Basarnas hentikan pencarian terhadap nelayan Manggarai
Pewarta : Benediktus Jahang
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Basarnas: 6 korban kecelakaan pesawat ATR dalam proses evakuasi SAR gabungan
22 January 2026 16:20 WIB
Sembilan unit SAR menyisir bukit curam Bulusaraung guna mencari korban ATR
20 January 2026 11:51 WIB
Tim SAR tutup operasi pencarian satu WNA Spanyol yang hilang tenggelam di Labuan Bajo
10 January 2026 5:43 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kemenag mempercepat implementasi wajib halal di Kabupaten Sumba Timur NTT
11 February 2026 13:59 WIB
Undana dan GMIT kolaborasi perkuat ketahanan pangan dan pendidikan di NTT
09 February 2026 19:20 WIB