Basarnas hentikan pencarian terhadap nelayan Manggarai
Kamis, 19 Juli 2018 18:55 WIB
Tim SAR gabungan dari Kabupaten Ende dan Sikka di Pulau Flores mulai melakukan pencarian terhadap dua nelayan asal Manggarai Timur yang dinyatakan hilang saat melaut di perairan sekitar Borong. (ANTARA Foto/Basarnas Maumere).
Kupang (AntaraNews NTT) - Basarnas Maumere akhirnya menghentikan pencarian terhadap dua anak di bawah umur asal Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur yang dinyatakan hilang saat mencari ikan di wilayah perairan sekitar Borong.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Maumere, I Putu Sudayana saat dihubungi, Kamis (19/7) mengatakan, pencarian terhadap dua anak di bawah umur yang belum diketahui nasibnya itu berlangsung tujuh hari sejak dilaporkan ke Basarnas Maumere pada Rabu (11/7).
Dua dari tiga korban yang hilang dalam peristiwa tenggelamnya perahu nelayan di Borong itu yaitu Yusril Isak Mahendra (15) dan Merselinus Risman Cimpa (15), sedang Indra Rusmin (23) sebagai nahkoda ditemukan terdampar di Pulau Ende dalam kondisi selamat, Jumat (13/7).
Putu mengatakan pencarian terhadap kedua korban melibatkan berbagai potensi SAR di Pulau Flores namun kedua korban masih belum ditemukan.
Baca juga: SAR lakukan evakuasi medis terhadap turis Jerman
"Kami telah mengerahkan semua potensi SAR mencari kedua korban namun tidak ada tanda-tanda kedua korban ditemukan sehingga operasi pencarian dihentikan," kata Putu.
Putu mengatakan, sesuai UU nomor 19 tahun 2014 pasal 34 butir 1 bahwa operasi pencarian dan pertolongan dilaksanakan paling lama 1 minggu sejak laporan diterima Basarnas.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan operasi SAR bahwa kemungkinan kedua korban ditemukan sangat kecil, sekalipun dalam operasi pencarian telah melibatkan unsur laut dan unsur darat namun hasilnya tetap nihil.
"Proses pencarian sudah dihentikan namun apabila nanti ada tanda-tanda yang signifikan tentang ditemukannya korban maka operasi SAR bisa dibuka kembali," kata Putu.
Baca juga: Basarnas Bentuk Kantor SAR di Flores
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Maumere, I Putu Sudayana saat dihubungi, Kamis (19/7) mengatakan, pencarian terhadap dua anak di bawah umur yang belum diketahui nasibnya itu berlangsung tujuh hari sejak dilaporkan ke Basarnas Maumere pada Rabu (11/7).
Dua dari tiga korban yang hilang dalam peristiwa tenggelamnya perahu nelayan di Borong itu yaitu Yusril Isak Mahendra (15) dan Merselinus Risman Cimpa (15), sedang Indra Rusmin (23) sebagai nahkoda ditemukan terdampar di Pulau Ende dalam kondisi selamat, Jumat (13/7).
Putu mengatakan pencarian terhadap kedua korban melibatkan berbagai potensi SAR di Pulau Flores namun kedua korban masih belum ditemukan.
Baca juga: SAR lakukan evakuasi medis terhadap turis Jerman
"Kami telah mengerahkan semua potensi SAR mencari kedua korban namun tidak ada tanda-tanda kedua korban ditemukan sehingga operasi pencarian dihentikan," kata Putu.
Putu mengatakan, sesuai UU nomor 19 tahun 2014 pasal 34 butir 1 bahwa operasi pencarian dan pertolongan dilaksanakan paling lama 1 minggu sejak laporan diterima Basarnas.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan operasi SAR bahwa kemungkinan kedua korban ditemukan sangat kecil, sekalipun dalam operasi pencarian telah melibatkan unsur laut dan unsur darat namun hasilnya tetap nihil.
"Proses pencarian sudah dihentikan namun apabila nanti ada tanda-tanda yang signifikan tentang ditemukannya korban maka operasi SAR bisa dibuka kembali," kata Putu.
Baca juga: Basarnas Bentuk Kantor SAR di Flores
Pewarta : Benediktus Jahang
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim SAR gabungan menemukan serpihan badan kapal wisata tenggelam di Labuan Bajo
28 December 2025 6:19 WIB
Bandara Frans Seda Maumere tutup sementara akibat terdampak erupsi Lewotobi
09 October 2025 22:12 WIB
Penerbangan di Bandara Frans Seda Maumere ditutup karena terdampak erupsi
26 September 2025 18:22 WIB
Basarnas Maumere ungkap kendala pencarian korban banjir bandang di Nagekeo-NTT
16 September 2025 7:19 WIB
Polres berlakukan buka tutup jalur Maumere ke Larantuka dampak erupsi Lewotobi
18 June 2025 12:04 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB
KPAI menemukan pencairan dana PIP kasus anak akhiri hidup di NTT terkendala teknis bank
11 February 2026 13:50 WIB